Start Writing for yourself

Sudah lama saya ingin menulis lagi namun selalu dikalahkan oleh rasa malas. Ternyata ditengah banyaknya manfaat positif dari teknologi banyak juga dampak negatifnya. Salah satunya adalah kecendrungan dunia yang serba instant. Dulu orang sangat menyenangi menulis surat untuk berbagi perasaan dengan orang yang dikasihi, teman yang dicintai, dan berharap-harap cemas menunggu balasan surat yang dikirimkan. Saya bisa mengingat dengan sangat baik bagaimana dulu saya selalu berharap disaat pak pos datang bahwa dia akan mengantarkan surat untuk saya. Tapi kesenangan berharap didalm ketidakpastian tersebut sudah sirna. Saya hampir tidak berjumpa dengan pak Pos lagi.

Sekarang kerjaan pak Pos sudah digantikan oleh seperangkat laptop dan jaringan internet. Tidak perlu menunggu satu hari lagi, satu minggu, apalagi satu bulan, segala sesuatunya sudah menjadi sangat cepat. Mengirimkan email ke luar negri hanya dalam hitungan detik. Lebih murah, dan juga lebih ramah lingkungan. Tidak perlu kertas, tidak perlu amplop dan tidak perlu menghabiskan banyak bensin untuk mengantarkan surat tersebut ke setiap rumah dari si penerima surat. Bagaimana seperti suatu mimpi yang menjadi nyata. Belum jika kita berbicara mengenai teknologi yang lain selain email, bagi anda yang tidak suka menulis email atau mengungkapkan perasaan melalui sebuah surat dapat menggunakan Skype dan juga Yahoo Messenger, fasilitas chatting tersebut sudah dilengkapi dengan kemampuan untuk berkomunikasi lisan dengan suara bening seperti telfon. Sehingga dimanapun anda berada dimuka bumi ini, selama masih terhubung dengan koneksi Internet masih dapat berhubungan dengan orang lain, meskipun terpisah oleh jarak. hal tersebut sudah tidak lagi menjadi masalah. balik lagi ke budaya instant, saya tidak terlalu menyukai mengetik, dan saya juga harus berfikir dulu jika hendak menulis sesuatu. hal ini berbeda sekali jika saya mengunakan telfon untuk sekedar bertukaran informasi dengan keluarga dan juga teman yang tinggal beda kota. dengan menggunakan telfon saya bisa berbicara banyak hal dan hal tersebut dilakukan dalam waktu yang singkat dan saya juga mendapatkan feedback segera dari setiap cerita yang saya lontarkan. hal ini sudah menjadi hobi tersendiri sehingga hobi menulis saya tinggalkan.

Tapi entah kenapa beberapa bulan belakangan ini saya kembali tertarik untuk mendalami dunia tulis menulis. Masih berhubungan dengan tulisan, saya baru membaca sebuah blog teman, yang berkewarganegaraan asing, dan hidup di daerah perang. Kita tidak pernah mengerti seberapa perang telah mengguncang hidup dia. Yang kita tahu, dia termasuk orang yang sensitif, tapi baik dan berjiwa besar. Melalui blog barunya, dia mencurahkan semua perasaan dan juga pengalamannya melalui tulisan. Dan hal tersebut sangat efektif dan juga bermanfaat bagi orang lain. Beda jika kita menuangkan secara tertulis dengan secara lisan adalah jika kita sampaikan lisan maka informasinya juga akan cepat terlupakan. Beda dengan tulisan. Jika kita lupa, kita bisa membuka lagi, dan membacanya kembali sehingga kita akan mengingatnya kembali. Dan jika kita menuliskan pengalaman kita dan orang yang membaca suka mungkin dia juga akan mengirimkannya ke orang lain agar manfaat dari tulisan tadi lebih luas lagi. Hal yang tidak bisa kita lakukan jika kita menceritakan pengalaman kita secara lisan. Misal, teman saya Julia bercerita mengenai pengalaman kerja dia di Timur Leste, dan ternyata hal tersebut menarik sekali dan mempunyai banyak ajaran hidup, mungkin saya akan menceritakannya ke teman-teman saya yang lain (setelah mendapatkan izin dari Julia), namun pesan dan juga makna yang dimaksudkan oleh Julia akan menjadi sedikit berbeda. karena mungkin gaya saya bercerita akan berbeda. dan Informasikan yang saya sampaikan mungkin ditambah sedikit bumbu atau mungkin ada yang terlewat dan tidak saya sampaikan. Intinya, pada tulisan kali ini saya menghimbau bagi pembaca blog ini untuk mulai berlatih mencurahkan fikiran dalam bentuk tulisan. Dan jika perlu anda juga membuat blog, sehingga orang lain juga bisa belajar dari perjalanan hidup anda. Hidup ini sangat kaya, dan tidak semua orang bisa memperoleh yang anda peroleh sekarang.

Dengan berbagi cerita ke orang lain, sedikit banyaknya orang dapat merasakan kebahagian yang anda rasakan atau bahkan kesedihan. Tadi sore saya mengobrol dengan seorang teman perempuan. Bagi saya teman saya tersebut sempurna. Dia pintar, menarik, dan juga punya banyak teman. Menurut saya dia pastilah orang yg paling bahagia, karena dengan apa yang dia miliki dia pasti akan bahagia. Namun saya lupa bahwa saya baru melihat kepada apa yang dia punya, dan saya lupa melihat apa yang tidak dia punya/ apa yang menjadi kekurangannya. Ternyata teman saya tersebut juga menyimpan cerita sedih dalam hidupnya. Dia haruskan meluangkan waktu dan juga membiayai pengobatan orangtuanya yang sudah semakin tua. Dan ditengah apa yang dia alami, dia masih bisa tersenyum dan tetap bersemangat. Dia tidak terperangkap dalam kesedihan. Saya sangat salut dengannya, dan sekaligus kagum dengan kekuatan yang dimilikinya. Kita cenderung untuk melihat kurang pada diri kita, hal ini sering menyebabkan kita tidak berpuas diri. Namun jika saja kita membuka hati dan telinga, dan menjadi lebih peduli juga dengan permasalahan orang lain, maka anda akan merasakan bahwa kita hidup di dunia ini tidak sendiri. Lupakan kesedihan anda. Dan cobalah untuk melihat dunia dengan pandangan yang lebih positif. Tidak tahu bagaimana cara berbagi? Anda bisa memulai dengan membuat blog, dan mulai bercerita dengan apa yang anda rasakan. Tidak perlu menunggu feedback dari orang lain, dan menjadi kecewa jika tidak ada yang meninggalkan comment atas artikel anda. Mulailah berfikir jika anda menulis untuk anda sendiri, bukan untuk orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s