Should we consume organic food?

Belakangan kita sering mendengar kata “organik” seperti, sayur organik, buah organik, beras organik, dan banyak produk organik lainnya.

Umumnya produk tersebut dijual dengan harga yang lebih mahal dari produk biasa (produk konvensional), sehingga memberikan kesan bahwa produk organik tersebut adalah “mahal”

Kesan lain mengenai produk organik adalah produk tersebut lebih “sehat” dari produk yang diolah secara konvensional. Mendengar kata “sehat”, saya yakin pasti semua orang menginginkan untuk bisa mengkonsumsi jenis pangan yang sehat, namun ketika kata “sehat” harus disandingkan dengan “mahal” maka banyak orang akan menarik kembali langkahnya, dan akan kembali mengkonsumsi produk biasa.

Di Jakarta misalnya, gaya hidup “sehat” dengan mengkonsumsi produk “organik” sudah mulai bermunculan. Misalnya, Ranch Market membuka cabang baru di Kemang. Banyak produk organik yang dijual di Ranch Market, dan harga yan ditawarkan terbilang cukup mahal. Tapi bagi orang yang “harga” bukanlagi masalah, mereka akan tetap membelinya. Dan Ranch market memperoleh image sebagai pasar mahal/ eksklusif untuk orang berduit banyak. Pada umumnya, orang yang mengkonsumsi produk organik adalah orang-orang yang peduli akan kesehatannya, peduli akan lingkungan, berpendidikan dan juga berpendapatan tinggi. Orang yang memiliki pendapatan tinggi (orang kaya) belum tentu mengkonsumsi produk organik jika mereka tidak memiliki pendidikan lingkungan yang baik, ataupun orang yang berpendidikan tinggi dan memiliki kesadaran lingkungan belum tentu juga akan mengkonsumsi produk pertanian organik, dikarenakan harga yang tidak terjangkau.

Saat ini pasar dari produk organik masih di negara maju yang pendapatan per kapitanya tinggi. Negara-negara seperti jepang, amerika dan juga negara-negara kaya di eropa. Negara-negara yang penduduknya tidak lagi menghabiskan seluruh atau sebagain besar dari pendapatannya untuk makan. Tidak sama seperti negara berkembang seperti Indonesia, yang pengeluaran terbesar masih masyarakatnya berada pada pengeluaran untuk pangan, sekitar 60-80 persen. Jika masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar saja masih susah, maka, masyarakat belum akan memprioritaskan untuk membeli makanan sehat yang mahal. Bagi masyarakat seperti ini, membeli sayur konvensional seharga Rp 500 seikat, dengan membeli sayur organik seharga Rp. 2.000 seikat dengan besar ikatan yang sama, tidak berbeda. Sayur konvensional akan tetap dilihat sebagai sayur, dan sayur adalah makanan sehat. Negara-negara di Afrika, termasuk negara di Indonesia, menanam kopi, kakao, dan banyak produk lainnya secara organik. Dan seluruh produk sehat dengan kualitas terbaik itu dijual keluar. Negara-negara di Eropa, Amerika, dan negara maju lainnya, meskipun tidak memiliki luasan tanah seperti Indonesia (mis: Belanda yang penduduknya berprofesi sebagai petani kurang dari 2 persen, namun bisa mencukupi seluruh makanan penduduknya, dengan jumlah yang berlimpah, dan juga kualitas terbaik). Sedangkan petani di negara miskin/ berkembang, hanya mampu untuk menanam saja, dan sangat jarang bisa mengkonsumsi produk unggulan yang mereka hasilkan. Jikapun mereka menikmati produk yg mereka tanam sendiri, produk tersebut biasanya adalah produk sisa yang tidak memenuhi kualitas ekspor.

Jadi terlihat jelas, bukannya penduduk indonesia tidak mau mengkonsumsi produk organik, namun banyak alasan kenapa konsumsi produk organik belum menjadi prioritas.

Isu mengenai produk organik menjadi semakin marak dengan berkembangnya kata “green” dan dengan adanya istilah “green lifestyle” dimana salah satu ciri green lifestyle adalah mengkonsumsi produk organik. Kenapa produk organik berkonstribusi positif terhadap gerakan go green? karena produk organik merupakan hasil dari pertanian organik. Apa itu pertanian organik? Pertanian organik adalah bentuk pertanian yang mengandalkan rotasi tanaman, pupuk hijau, kompos, pengendalian hama biologis, tidak menggunakan pupuk buatan dan pestisida sintetik, pengatur pertumbuhan tanaman, pakan ternak aditif, dan organisme yang dimodifikasi secara genetik (GMO). Dikarenakan tidak menggunakan pupuk buatan, ataupun pestisida, maka pencemaran lingkungan yang selama ini banyak terjadi karena praktek pertanian yang tidak ramah lingkungan dapat dikurangi. Oleh karena itu, orang yang membeli produk organik, berarti telah mendukung pertanian organik, yang artinya orang tersebut telah mengurangi polusi lingkungan dikarenakan limbah pertanian, mengurangi konsumsi energi bagi perusahaan besar pembuat pupuk/ pestisida. Orang tersebut juga berkonstribusi terhadap kesuburan tanah dan terhadap kesehatan petani, dikarenakan petani tidak lagi terkena pestisida atau racun lain ketika sedang bertani.

Ditulisan selanjutnya, kita akan membahas mengenai keunggulan produk organik dari produk biasa secara lebih mendalam, dan juga akan mengupas kenapa produk organik identik dengan harga mahal. dan kapan produk tersebut bisa dikatakan sebagai produk organik?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s