Bangalore, India (part 1)

Jika anda berencana untuk jalan-jalan ke India Selatan, jangan lupa untuk mengunjungi Mysore Place di Bangalore. Untuk akomodasi selama disana, sayang saya tidak bisa merekomendasikan penginapan murah ala backpack. Karena ketika kunjungan saya di Bangalore saya menginap di penginapannya adalah penginapan standar. Penginapan di India cukup mahal, itulah kesan yang saya tangkap. Lebih mahal jika dibandingkan dengan penginapan/ harga hotel di Indonesia pada umumnya.

Berikut adalah informasi penginapan di bangalore (based on my experience): Hotel Regaalis # 40/2, Lavelle Road, Bangalore- 560 001. No telp: +91 (080) 41133111, 222 73381, Fax (080) 222-14857, harga kamar single bed per malam sekitar 1  jutaan (4500 rupee). Fasilitasnya: Ada TV kabel, ada Wifi (namun Internet-nya bayar sekitar 120 rupee per jam), shower air panas, kulkas, dll. Pilihan breakfastnya cukup beragam, dan bagi yang ngga bisa makan masakan india, di hotel ini cukup banyak pilihan makanan western ataupun chinese food.

Pengalaman saya di hotel ini lumayan menyenangkan. Service hotel bagus, dan juga ramah. Lokasi hotel strategis, dan dekat dengan pusat kota; dekat dengan restoran dan juga toko buku. Ngomong-ngomong mengenai buku, harga buku di India sangat murah. Mungkin sekitar sepertiga – seperempat harga buku di Indonesia. Saya terkejut ketika saya membeli koran dan majalah. Harga yang saya bayarkan hanya sekitar seperempat dari harga yang saya bayarkan di Indonesia. Hal ini sedikit banyaknya menjawab pertanyaan saya kenapa banyak orang India pintar yang saya temui di Indonesia dan yang saya temui di jalan sewaktu kunjungan saya ke India.

Sejak berdiri pada tahun 1537, Bangalore sudah pernah dikuasai oleh beberapa pemerintahan: Chikka Devaraja (pada tahun 1687), Haider Ali (1761-1782) dan Tipu Sultan (1782-1799). Sedangkan Inggris mulai beraksi pada tahun 1799 dengan menempatkan Krisnarajendra Woodeyar III sebagai penguasa Mysore State, dengan Bangalore sebagai ibukota administratif.

Bangalore terkenal sebagai kota software dan IT, dimana banyak perusahaan IT. Menurut salah seorang kawan saya yang asli Bnagalore, dia bilang kalau bangalore adalah perpaduan dari modern city dengan pembangunan yang pesat dan relatif lebih hijau dan tenang dibandingkan dengan kota lain di India seperti Calcuta, Delhi atau Mumbai. Dihari terakhir saya di india, saya menyempatkan diri untuk mampir ke taman yang dalam persepsi saya mirip dengan kebun raya bogor, namun setelah saya mampir kesana, ternyata tidak bisa dibandingkan. Kebun raya bogor jauh lebih rapi, bersih, tertata dan tentu saja lebih menarik. Botanical garden yang saya kunjungi bernama Lalbagh. Lalbagh adalah taman di tengah kota seluas 240 acres. Taman ini dibuat oleh Haider Ali di tahun 1760, yang berupa bebatuan dan pohon-pohon tua yang berumur lebih dari 3000 juta tahun.

Taman tersebut sangat panas , dan juga sedikit gersang. Disaat kunjungan saya, saya beruntung sempat menyaksikan pameran bunga yang hanya diadakan pada perayaan tertentu, yang sewaktu kunjungan saya berdekatan dengan perayaan Republic Day. Harga tiket masuk ke taman ini adalah sekitar 10 Rs.

2 thoughts on “Bangalore, India (part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s