Not all women are lucky.. just look arround!

Saya bertemu dengan teman lama, Novi. Kita tidak terlalu dekat tetapi saya selalu menyenangi saat berdiskusi dengannya. Dia baru saja pulang dari Thailand, setelah bekerja disana selama satu tahun.

Dalam banyak hal saya sangat kagum kepadanya. Dia orang yang sederhana, ramah, dan juga menyenangkan. Menurut saya dia the real change maker.

Dia berbeda dengan orang Indonesia pada umumnya. Dia menyebut dirinya sebagai free thinker. Saya tidak pernah tahu umurnya, yang pasti di sudah diatas 30an.

Dia menikah dan tidak punya anak. Jika selama ini saya bertemu dengan banyak orang yang mengkhawatirkan banyak hal dalam hidup, maka dia sangat berbeda. Dia benar-benar santai dan rileks.

Jika berbicara dengan dia, kita akan melihat dia sebagai orang yang riang, bebas, dan tanpa tekanan hidup. Berbicara dengan dia seolah hidup menjadi lebih mudah.

Satu hal lagi yang membuat saya salut dengan dia, dia memiliki prinsip yang kuat dan juga ide-ide orisinil mengenai kebaikan dan juga nilai-nilai kemanusian.

Dia juga orang yang memiliki wawasan yang luas, namun meskipun demikian dia masih tetap orang yang rendah hati, mau mendengarkan orang lain, dan juga mau belajar. Dia adalah agen perubahan yang sebenarnya.

Jika saya tidak kenal dengan dia mungkin saya akan berfikir tidak ada lagi orang idealis di dunia ini yang masih berjuang untuk kebenaran, dan orang yang tertindas.

orang-orang yang meletakkan kepentingan orang banyak diatas kepentingan sendiri. Orang-orang yang memilih hidup sederhana ketika dia bisa memilih hidup secara berkecukupan.

Dia sangat passionate dengan isu-isu  perempuan. Baginya perempuan harus diperlakukan dengan adil. Banyak ketidakadilan terjadi kepada perempuan.

Perempuan sering di eksploitasi dan juga diperjualbelikan. Saya sebagai perempuan sering merasakan bagaimana terlahir sebagai perempuan memiliki banyak keterbatasan. Bukan dari segi fisik, saya sangat senang menjadi perempuan. Hanya saja saya sering mempertanyakan perlakukan masyarakat yang berbeda terhadap perempuan. Saya hobi berjalan-jalan atau mungkin istilah keren-nya backpacking. Namun yang menjadi hambatan saya adalah  saya tidak nyaman jalan-jalan sendiri. Ketika saya jalan ke Bali ada beberapa orang iseng yang menanyakan saya kok jalan sendiri, pacarnya mana? mau ngga saya temanin? Atau ketika saya pergi ke Kerinci, saya tiba disebuah penginapan kecil, dan yang menginap di penginapan tersebut umumnya adalah laki-laki. Saya mendapati tatapan mata ingin tahu atau heran dari segerombolan laki-laki dengan tas ransel besar yang duduk di depan pintu masuk. Contoh tersebut baru hal kecil kenapa tidak nyaman menjadi perempuan.

Balik lagi ke cerita mengenai teman saya. Dia bekerja di isu human trafficking. Saya dulunya berfikir kalau yang di traffic tersebut hanya obat terlarang, atau senjata api, atau barang-barang lain sejenis. Tetapi diluar dugaan saya ternyata bisnis perdagangan manusia, khususnya wanita, adalah bisnis skala besar dengan jaringan yang luas yang beroperasi dengan skala internasional.

Perempaun muda tersebut umumnya berasal dari pedesaan. Mereka berharap bisa bekerja ke kota atau ke luar negri dengan harapan bisa memiliki cukup tabungan dan membantu keluarga di kampung. Dengan berjuta mimpi dan segudang harapan mereka biasanya menerima ajakan kerja ke kota atau ke luar negri yang ditawarkan oleh calo-calo yang datang ke desa. Tetapi kadang hal yang tidak diinginkan sering terjadi. Mereka bukannya bekerja dan memperoleh hidup yang lebih baik malah di jual, diperkosa, dan berakhir ditempat hiburan atau rumah prostitusi.

Orang akan bilang kalau bekerja sebagai PSK memiliki bayaran yang tinggi. Tetapi banyak orang tidak tahu kalau prostitusi sendiri adalah sebuah bisnis yang di back-up oleh mafia trafficking tadi. PSK, yang memiliki sejuta resiko dengan menjual jasanya, hanya mendapatkan presentasi kecil dari transaksi tadi. Mereka harus berpuas dengan imbalan dengan banyak potongan  agar mereka bisa “aman”. Cerita ini mungkin susah dimengerti oleh orang-orang yang hidup”biasa” seperti kita. Tetapi cerita ini sudah menjadi makanan sehari-hari bagi orang-orang yang hidup dengan kemiskinan dan juga pendidikan yang rendah.

Saya ingat saya pernah membaca mengenai hal ini disalah satu surat kabar nasional yang terkenal di Indonesia. Kalau tidak salah berita mengenai trafficking tersebut di tulis di awal tahun 2009. Berita tersebut menulis mengenai fakta bahwa angka trafficking di Indonesia masih tinggi, dan banyak wanita tersebut di jual ke tempat hiburan di batam, jepang, dan beberapa negara lainnya. Dan kesadaran saya baru terbangun ketika saya mendengar langsung cerita mengenai menyedihkannya masalah trafficking ini dari teman saya tersebut. Saya tidak bisa membayangkan jika saya adalah korban trafficking tersebut. Atau jika saudara atau teman saya yang menjadi korban. Banyak orang yang tidak sadar seperti saya.

Banyak orang yang kurang sensitif dengan nasib perempuan disekelilingnya. Bahkan ada juga orang yang mengeksploitasi perempuan itu sendiri. Dalam satu episode CSI yang saya tonton mengenai trafficking, ternyata banyak juga perempuan yang bekerja dalam rantai ini. Mereka biasanya yang merayu dan menjebak gadis-gadis muda dan kemudian di perjualbelikan.

Banyak hal yang masih ingin saya pelajari dari teman saya tersebut. Sayang waktu sudah menunjukan pukul 10 malam. Saya menatap keluar menembus kegelapan malam, terlihat gerimis masih berjatuhan. Udara begitu dingin. Saya menyeruput kopi panas yang sudah mulai dingin. Dan tak lama kamipun berpisah. Saya berjalan kaki menuju ke hotel tempat saya menginap. Angkot hijau yang menjadi ciri khas kota bogor masih bersiliweran. Sayapun mempercepat langkah kaki, dan disepanjang jalan saya bersyukur kalau saya adalah wanita yang masih beruntung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s