You are not alone in this world

Malam ini saya pergi makan dan ketemuan dengan salah satu teman. Yang menarik dari teman saya ini adalah namanya sama dengan saya.

Saya berjumpa dengan dia ketika saya mengambil kursus di Bali. Kebetulan kita satu kelas. Dan karena tidak banyak perempuan di kelas tersebut kitapun menjadi dekat.

Hingga suatu hari saya diajak oleh salah satu teman lama saya Anton, untuk bertemu dan makan malam. Anton tinggal di Bali. Anton bilang kalau ada baiknya jika saya juga bawa teman, karena kebetulan dia punya teman yang ingin turut serta. Ketika makan siang, saya ngobrol-ngobrol dengan teman baru saya tersebut. Kebetulan dia belum punya rencana untuk malam itu, jadi saya menawarkan apakah dia mau ikut serta makan malam dengan teman saya. Dia setuju, dan dia juga mengajak satu orang temannya. Sejak saat itu kita menjadi lebih dekat. Kita juga menyempatkan diri jalan-jalan di bali setelah kursus berakhir. Akhirnya kita berpisah karena dia musti balik ke Jakarta sedangkan saya sendiri musti balik ke Aceh.

Saya tidak pernah menghubungi lagi teman baru tersebut. Hubungan kita terputus sewaktu kita meninggalkan Bali. Bahkan saya juga tidak menghubungi dia ketika saya pindah tugas ke Jakarta. Hingga suatu hari, tiba-tiba dia menelfon. Dan dia surprised mengetahui saya sudah pindah ke Jakarta. Diapun mengajak untuk ketemuan. Dan tak lama kemudian kitapun makan siang bersama. Umur saya dengan dia cukup jauh berbeda. Mungkin dia 10 tahun lebih tua dari saya. Tetapi penampilan dia muda dan segar banget, sedangkan penampilan saya sangat serius. Dia orang yang menyenangkan dan sangat asyik menjadi teman.

Saya sangat hobi memasak, dan pada waktu itu saya mengundang beberapa teman dekat. Saya juga mengundang teman baru tersebut. Dan tak lama kemudian kita bertemu lagi, dia memperkenalkan saya dengan rekan kantor-nya, dan kita menonton film bareng. Kemudian, komunikasi kembali terputus. Saya tenggelam dengan kesibukan kerja, dan dia pasti juga demikian. Hingga dia kembali menghubungi, dan menanyakan apakah saya mau ikut jalan-jalan bareng.  Saya setuju. Dan malamnya kita janjian ketemu untuk membuat perencanaan jalan-jalan.

Ketika asyik makan, tiba-tiba dengan wajah serius dia bertanya mengenai visi saya. Pertanyaan yang berat. Padahal saya sedang lelah setelah mengikuti rapat kantor selama 4 hari non-stop.  Tetapi entah kenapa akhirnya dengan semangat 45 saya menjawab pertanyaan tersebut. Saya suka jika ada orang bertanya mengenai visi hidup. Dan saya sangat jarang saya bertemu dengan orang yang menanyakan mengenai hal ini. Setelah panjang lebar menjelaskan visi saya, gantian saya bertanya mengenai visi hidupnya.

Sama seperti halnya saya, diapun memulai jawaban tersebut dengan terlebih dahulu menceritakan latar belakang kenapa dia memiliki visi tersebut. Dan sungguh mengejutkan ternyata saya memiliki kemiripan 80% dengannya. Kita memiliki sifat yang sama. Kita tidak mau terikat. Menyukai bekerja lepas tanpa banyak diatur oleh Bos. Menyukai jalan-jalan. Dan memiliki kesamaan mimpi dan rencana pensiun. Dia pernah nekat ke Amerika, di zaman yang belum ada Internet seperti sekarang, dan akhirnya melanjutkan S2 disana. Dia kuliah sambil bekerja.  Dia tinggal selama 6 tahun sebelum akhirnya dipanggil pulang oleh keluarganya.

Dia adalah sosok yang luar biasa.  Dia menawarkan bagaimana dia bisa membantu diri saya untuk mencapai mimpi tersebut? terus terang saya bingung menjawab pertanyaan tersebut. Saya menjawab kalau untuk saat ini saya belum jelas dukungan seperti apa yang saya butuhkan. Tetapi saya akan memberitahunya jika saya membutuhkan masukan-nya.

Hal yang saya pelajari disini adalah saya mulai mempercayai kalau kita tidak pernah sendiri di dunia ini. Jika kita merasa pilihan karir, hidup, atau pilihan apapun yang kita inginkan berbeda dari oarng kebanyakan jangan pernah merasa tidak percaya diri. Tidak ada salahnya tidak mengikuti arus kebanyakan. Seorang pemimpin adalah orang yang visioner yang melihat dunia dengan kacamata yang lebih luas dari orang kebanyakan. Dan percaya atau tidak, anda tidak pernah bermimpi sendiri.

Seperti halnya saya, kadang saya sering mempertanyakan hobi saya. Kenapa hobi saya musti trekking, masuk hutan, menyelusuri lembah, bertani. Kenapa saya tidak hobi ke mall, berbelanja, mempercantik diri, dan kegiatan lain sejenis yang umumnya akan dilakukan oleh perempuan karir di ibu kota. Kenapa saya lebih menyukai melukis sambil mendengarkan musik klasik dari pada pergi berkumpul dan hangout dengan teman-teman? dan banyak hobi bahkan mimpi saya lainnya berbeda dengan gadis lain kebanyakan di Indonesia. Tetapi ternyata saya tidak sendiri. Kembaran saya ternyata memiliki karakteristik dan juga visi yang sama dengan saya, dan saya juga yakin banyak juga orang seperti saya.

Saya juga memiliki dua orang teman baik, yang mungkin berdasarkan definisi orang kebanyakan juga “unik”. Sama halnya seperti saya.  Tetapi mereka berdua adalah orang yang hebat.  Saya mendapatkan banyak inspirasi dari mereka berdua.  Dan karena orang-orang seperti kita hidup menjadi lebih berwarna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s