April Travel Plan

Bulan April ini, saya mempunyai waktu kosong selama satu bulan penuh. Awalnya saya ingin menggunakan waku ini dengan duduk-duduk saja di rumah. Saya sedang tidak ingin berfikir. Beberapa tahun belakangan ini saya terlalu lelah, baik fisik maupun fikiran. Tetapi ternyata waktu untuk leyeh-leyeh tersebut tidak akan terjadi. Karena saya sudah menyanggupi tantangan teman saya dengan melakukan backpacking seorang diri lewat jalan laut, darat dan juga udara. Untuk jalur udara, saya akan berusaha untuk menghindari semaksimal mungkin.

Teman saya, Jeng RA, si Antropolog keren, sudah memenuhi komitmennya dengan membuatkan travel plan untuk saya. Tetapi setelah mempelajarinya, saya jadi ragu apakah dalam waktu kurang dari satu bulan, saya akan bisa memenuhi perjalanan yang sudah dia rencanakan untuk saya. Jika saya baca kembali travel plan yang sudah dia rancang, sepertinya hal ini akan membutuhkan waktu selama kurang lebih tiga bulan. Sementara sekarang sudah tanggal 6 dan saya masih di Jakarta.

Saya akan baru memulai perjalanan saya besok dengan terbang ke Sumatra Barat dan akan mampir ke Mentawai sekitar 4 hari. Tidak terasa saya sudah tidak bekerja selama 6 hari, tetapi 6 hari saya merasa kok tetap sibuk ya? saya belum sempat berleyeh-leyeh selama 6 hari tersebut. Trus kemanakah 6 hari saya berlalu? Saya ingat kalau tanggal 1 saya masih ke kantor setengah hari, trus ketemuan dengan teman, trus mengunjung saudara, trus ke Bandung untuk menghadiri acara teman, di tambah satu hari jalan-jalan di bandung. Hari ini saya survei tempat dan mem-fix kan rencana perjalanan. Dan nanti sore akan bertemu dengan teman lagi, trus belanja untuk keperluan perjalanan, dan malamnya akan packing, dan besoknya pergi.

Berikut adalah travel plan saya yang sudah disiapkan oleh RA. ini masih belum fix, mungkin masih akan berubah. Biar perjalanannya enak, saya akan santai saja, dan tidak terlalu saklek dengan jadwal. Jika nanti ada beberapa tempat yang perlu dirubah, maka hal tersebut akan disesuaikan. Semoga travel plan yang disiapkan oleh teman saya RA ini bisa membantu bagi rekan-rekan yang juga sedangkan mempersiapkan rencana adventure.

Coy, it should be your final plan:

Dari Sumbar (as you wish), lu bisa naik kapal direct to Surabaya (yang kemungkinan mampir Jakarta). Kalau datangnya pagi, I suggest you to take bus or train untuk lanjut ke Surabaya. Biar lu nggak sumpek di kapal terus hehe.

Ini adalah bus-bus express yang berangkat ke Surabaya: a) Lorena; b) Kramat Djati; c) Pahala Kencana

Yang lainnya aku nggak tahu. Bus berangkat jam 15:00 atau 16:00 (untuk keberangkatannya, check di armada masing-masing). Tempat nunggu bus yang paling enak itu Kramat Djati (pull yang di Pondok Indah).

Kalau naik KA, ini pilihannya: a) Bima; b) Gumarang; c) Argo Bromo atau Argo Anggrek. KA, kalau yang Argo, kalau nggak salah berangkat jam 21:00. Kalau Bima dan Gumarang sorean, sekitar jam 16:00 atau 17:00. Lu bisa check jadwal KA di situsnya PJKA. KA yang paling murah itu Gumarang.

Ntar sesampainya di Surabaya, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan: a) Wisata Museum; b) Wisata Pecinan; c) Wisata Mangrove.

BTW, lu harus ke House of Sampoerna (ini wajib hukumnya kalau lu ke Surabaya). Di House of Sampoerna, lu bisa belajar gimana caranya jadi kaya kayak si Sampoerna hehe. Lu bisa duduk en foto-foto di mejanya Sampoerna (sapa tahu someday lu ketularan kaya kayak dia hehe). Kalau lu mau tahu House of Sampoerna, lu ke situs: http://www.wisatamuseum.com, trus lu search aja House of Sampoerna.

O,ya karena lu mau ke Sumbawa, lu harus make it to Surabaya at the latest tanggal 13. To be honest, kalau ke Bromo, gua sangsi (due to weather). Kalaupun nggak pa pa, lu terpaksa harus merelakan sunrise di Bromo, karena supaya save time, kita harus berangkat pagi buta dari supaya sorenya bisa langsung pulang. Dan, untuk ini, perlu sewa mobil yang jelas. Jadi, kita nggak ngabisin waktu di Bromo.

Nah, ada satu tempat yang kayaknya kita harus ngerasain nginep, yaitu di Kaliandra. Di sini nih tempatnya segala macam yang organik. Since you’re interested in the topic, I think you should visit it, and stay one night to contemplate. I think you might be interested in the program.

BTW, misalnya Bromo batal, kita ke TN Alas Purwo aja. Di sana ada Savannah yang isinya banteng (kali aja lu pingin melampiaskan emosi dan memburu banteng, trus habis itu dibuat corned hehehe). Or, if you want, kita bisa stay one night at Plengkung (salah satu site tentang GLand: http://www.g-land.com). Situs itu milik salah satu camp yang paling lama di Plengkung, dan gua dulu selalu dapat treatment yang baik dari stafnya (walaupun nggak nginep situ hehehe). Kalau lu mau, kita bisa stay di sana satu malem (nggak harus ambil package, tapi gua nggak tahu harganya yang sekarang; dulu sih USD 35). Sebenernya, yang paling bagus sih susur pantai. Lu akan senang liat perbedaan pantai-pantai yang dilalui. Sayangnya, musimnya lagi nggak bagus dan takes 6 hours walk to get to Plengkung. Kalau naik jeepnya Perhutani sih cepet, tapi nggak bisa ngeliat perbedaan pantai-pantai.

Nah, dari TN Alas Purwo ini, kita bisa langsung ke Banyuwangi, en lu bisa nyebrang ke Bali. Or, kalau lu sok kaya, lu bisa naik fast-boat dari G-Land😛

Dari Bali, lu ke Lombok (lu udah tahu caranya kan). Dari Lombok, lu naik travel aja ke Sumbawa. Seingat gua, jam keberangkatannya ada dua, yaitu: pagi (sekitar jam 10 kalo nggak salah) dan sore (sekitar jam 15:00 kalo nggak salah). Kalo yang dari Sumbawa, jam keberangkatannya kayaknya dua kali juga. Gua tahunya cuman yang berangkat pagi jam 06:00.

BTW, kalau lu mau iseng nyoba naik pesawat yang bikin gua jantungan juga bisa, tapi jadwalnya gua lupa (kayaknya cuman dua kali dalam seminggu). Lu check aja di situsnya Trigana: http://www.trigana-air.com

Asiknya naik pesawat ini, lu bakal ngelewatin atasnya Rinjani, cuman lu harus cari tempat duduk yang bener supaya dapat fotonya. Kalau nggak salah, kalau dari Sumbawa, lu harus duduk sebelah kiri.

FYI, lu jangan menyingkat Sumbawa dengan Sumba ya. Itu dua daerah yang berbeda soalnya. Sumba ada di NTT soalnya.

Dari Sumbawa, lu kayaknya harus ngikutin jalur yang semula.

Sumbawa – Lombok – Bali.

Di Lombok, lu coba explore deh. Gua ada temen di Lombok. Lu bisa ketemuan ma dia. Ntar gua bilangin dia. Siapa tahu dia memforward lu ke orang lokal, dan lu dapat transport gratis😀

BTW, temen gua yang di Lombok ini juga pernah di Palu. Jadi, lu bisa nanya-nanya dia.

Dari Bali, gua nyaranin lu naik pesawat aja ke Makassar. GA itu nggak mahal coy (500-an). Kalau lu ada Frequent Flyer, lu coba reedem aja, siapa tahu bisa.

Di Makassar, lu bisa ke: a) Fort Rotterdam; b) liat sunset di Losari (tapi pantainya biasa banget; tipikal pantai kota); d) Ke Samalona (tapi perahu ke sana mahal; kalo nggak salah 200-an pp); c) ke Ancolnya Makassar itu loh hehehe…

Nggak jauh dari Makassar, ada tempat bergua-gua yang lu bisa kunjungi (lu tanya Nirma untuk detailnya; gua lupa nama tempatnya). Trus, ada tempat pembuatan Pinisi.

Kalau lu mau ke Tana Toraja (liat perkuburannya), lu naik travel aja, en nginep di Rantepao. Di Rantepao, saran gua sih lu harus sewa mobil untuk keliling Toraja. Lu harus ke Bukit Tumonga. Keren coy!

But untuk detail Makassar, sebaiknya lu berkonsultasi dengan tokoh masyarakatnya, yaitu Nirma hehe..

Dari Makassar, kayaknya ada bus ke Poso (coba lu tanya Nirma atau Irma). Lu kan bisa stay satu hari di Poso untuk liat danaunya.

Dari Poso, lu naik bus ke Palu.

Di Palu, seperti kata gua, lu bisa ke Tanjung Karang (naik motor paling 45 menitan, dan lu nggak bakal nyesel naik motor ke sana, soalnya pemandangannya bisa lah buat difoto-foto; btw, jalanannya juga enak… nggak terlalu rame… jadi lu bisa jadi setan jalanan kayak gua hehe). Lu bisa juga ke TN Lore Lindu (Irma pasti mau banget nganter lu ke sana, soalnya dia demen ma danau yang ada di sana).

Sebenernya, ada satu tempat yang masih punya peninggalan zaman batu di Sulteng sana, tapi tempatnya jauh banget. Dan, akses kendaraan umum ke sana susah. Temennya Nirma, si Nino, tahu tempat itu.

Dari Palu, lu harus naik pesawat (Sriwijaya) ke Balikpapan. Optionnya cuman itu.

Di Balikpapan sih nggak ada apa-apanya. Dari Balikpapan, lu bisa ke Samarinda naik bus. Dari Samarinda, lu bisa lanjut ke Banjarmasin naik bus. Di Banjarmasin, lu bisa ke Pasar Apung, or cari berlian di Martapura (buat simpenan lu di hari tua hehe).

Kalo lu mau ke Kalbar, lu kayaknya harus naik pesawat. Setahu gua, dulu nggak ada jalan darat dari Banjar or Samarinda ke Pontianak.

Selebihnya, lu bisa cari tahu sendiri soal Kalimantan.

O,ya ada satu situs yang lu harus kunjungi selagi lu ada di Kaltim, yaitu situsnya Kerajaan Kutai. Lu harus ke sana (soalnya itu salah satu kerajaan tua dan berpengaruh di Nusantara).

Itu coy gambaran besarnya, dan gua pikir, itu cukup realistis dilakukan dalam waktu sebulan, dengan asumsi, di tiap propinsi, lu spend kurang lebih 7-8 hari (karena lu harus ngitung perjalanan lu juga kan).

RA

Itu adalah email terbaru dari jeng RA. Dan rincian diatas akan menjadi gambaran umum dari perjalanan yang akan saya tempuh untuk beberapa minggu ke depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s