Pertimbangan menjadi Solo Backpackers

Sebelum memulai perjalanan, saya tentu saja membaca banyak tips mengenai solo backpacker. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan, apa yang harus dibawa dan persiapan-persipan lain yang diperlukan. Profesi saya mengharuskan saya banyak jalan. Jadi bepergian bukanlah hal yang baru bagi saya. Tetapi ketika saya bepergian untuk tugas kantor, saya memperoleh banyak fasilitas. Meskipun saya berangkat dari Jakarta sendirian tetapi saya tidak pernah benar-benar sendiri di daerah tujuan saya.  Hal ini berbeda ketika saya bepergian berkelana sendiri. Bagi anda yang tertarik untuk mencoba, ada baiknya untuk membaca tips dibawah yang perlu dipertimbangkan:

Berdua lebih baik dari pada sendiri.

Pada awalnya saya percaya kalau kita (termasuk cewek) bisa jalan-jalan sendiri. Buku “The naked Traveler” Trinity memberikan cukup banyak inspirasi bagi saya. Tetapi di akhir perjalanan saya, saya akan bilang, kalau untuk perempuan khususnya, jalan berdua lebih baik dari pada jalan sendiri. Bukannya perempuan tidak bisa jalan sendiri, hanya saja resikonya lebih besar. Sebenarnya hal ini tidak berlaku untuk perempuan saja, bagi laki-laki juga. Bagaimanapun pergi berdua akan lebih di untungkan dari pada bepergian sendiri. Orang akan lebih tergoda untuk bertindak macam-macam jika melihat kita jalan sendirian. Jika kita berdua, kita bisa mengancam balik orang yang berusaha mengeruk keuntungan dari kita. Tetapi tidak jika kita sendiri. Dan entah kenapa, orang biasanya tidak berani macam-macam jika jumlah orang yang dihadapi lebih dari satu.

Bahkan ketika saya di India januari 2010 lalu, ada anak gadis yang diperkosa oleh pemuda India di daerah Goa, padahal anak gadis ini bepergian berdua dengan ibunya. Cara-nya sangat sederhana, ketika si ibu dan anaknya lagi di Pantai, ada 2 orang penduduk lokal yang menghampiri mereka. Dua orang laki-laki tersebut ramah dan merekapun akhirnya terlibat obrolan panjang. Satu pemuda, yang usianya lebih muda, mengajak anak gadis Rusia ini bermain dibalik karang. Entah apa yang diceritakan pemuda ini, si gadis bersedia saja ikut dengan pemuda tersebut ke balik karang. Dan disanalah si gadis diperkosa.

Jika kita berdua, situasinya agak berbeda. Saya jarang memperoleh tatapan aneh jika jalan berdua dengan teman saya. Awalnya saya risih dengan tatapan yang saya terima ketika saya jalan sendiri, tetapi akhirnya saya mengerti; tatapan itu lebih sebagai bentuk khawatir karena saya perempuan jalan sendiri. Mereka khawatir hal buruk akan terjadi pada saya. Banyak ibu-ibu di warung tempat saya makan bilang hati-hati di jalan.

Berdua, kita bisa saling menjaga. Jika kita mengantuk, ada satu yang bangun. Dan jika kita ke toilet, kita bisa nitip tas ke teman, dan teman akan menjaga diluar.

Bepergian berdua jauh lebih hemat.

Jika anda bepergian berdua, akan jauh lebih hemat dibandingkan dengan bepergian sendiri. Misal untuk kamar penginapan, jika satu kamar diisi berdua maka akan lebih murah jika diisi satu orang. Demikian jika anda naik taksi atau becak. Harga berdua jauh lebih murah dibandingkan dengan harga sendiri. Di dalam perjalanan saya dari Ubud ke Denpasar, saya mencarter taksi ala Ubud. Dan saya harus membayar sebesar Rp 150.000 plus tips untuk supir sebesar Rp 10.000. Jika saya berdua, maka saya hanya akan membayar sebesar 80.000 rupiah. Demikian juga taksi-taksi yang saya naiki baik itu dari terminal bis maupun stasiun menuju daerah tujuan saya. Di Ubud tidak ada taksi argo seperti di Sanur atau di daerah Kuta. Jadi setiap kita naik taksi (yang bentuknya bukan seperti taksi) kita harus tawar menawar. Misal, dari Monkey Forest menuju ke Museum Antonio Blanco, supir taksi bilang kalau ongkosnya adalah sebesar Rp 50.000. Saya menawar harga 25, 000. Setelah tawar-menawar dia setuju juga dengan harga 25.000 tersebut. Padahal jaraknya ngga terlalu jauh. Saya karena malas jalan saja. Demikian juga dari Antonio Blanco ke jalan pengosekan, lagi-lagi tukang taksinya minta bayar 50.000 dan saya tawar lagi di harga 25.000. Di dalam taksi saya ngobrol-ngobrol dengan tukang taksinya, dan ketika turun harga taksi saya di dikon menjadi Rp 20.000. Itu hanya beberapa contoh saja. yang intinya jika bepergian sendiri maka cost-nya akan lebih tinggi.

Memiliki kenalan di daerah tujuan.

Jika anda bepergian sendiri, ke daerah yang belum pernah anda kunjungi sebelumnya, akan lebih baik jika anda memiliki teman, atau kenalan di daerah tersebut.

Memiliki kenalan orang lokal akan sangat membantu, dan biaya perjalanan anda di jamin akan lebih murah. Bahkan dengan anda membayarkan biaya makan dan juga transportasi orang lokal tersebut, tetap anda akan mengeluarkan biaya yang lebih rendah. Kenapa? karena anda akan mendapatkan harga lokal juga. Dan selisih harganya jauh lebih besar dari pada harga makan kenalan lokal yang anda bayar. Kenalan lokal disini bukan guide ya. Maksudnya adalah bisa jadi teman anda atau kenalan dari teman anda yang dia minta untuk menemani anda. Misal, karena teman anda bekerja maka dia minta tolong sepupunya yang masih sedang kuliah untuk menemani anda. Anak kuliahan tentu belum bisa membiayai perjalanannya sendiri, kesedian waktunya menemani anda patut dihargai. Percayalah dengan anda membayar setiap pengeluaran diapun, pengeluaran anda jauh akan lebih murah dibandingkan anda pergi sendiri. Tips bisa dilewatkan jika anda sudah mengenal dengan baik daerah yang anda tuju. termasuk transportasi, makan dan juga penginapan disana.

Saya sendiri ketika ke Surabaya, saya menginap di rumah teman saya. Selain mendapatkan penginapan gratis, saya bisa bernostalgia lagi dengan teman saya, mengenal lebih dekat keluarganya, dan menyicipi masakan ibunya juga luar biasa. Ibu dari teman saya pintar membuat siomay dan sejauh ini siomay dia masih siomay yang terenak di dunia di lidah saya.

Bawa minuman dan roti

Jika budget anda untuk jalan benar-benar terbatas, maka sebaiknya anda selalu membawa minuman dan juga makanan seperti roti atau biskuit di tas anda. Di kereta harga makanan luar biasa mahal. Sebagai contoh, saya makan nasi rames (porsinya kecil), ditambah segelas kopi susu, saya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 26.000. Di pesawat lion air, satu minuman botol (mereknya bukan aqua lagi, kalau tidak salah meek prima), harganya adalah 10.000. Yang di alfamart mungkin harganya berkisar 1.500 atau di pedagang asongan seharga 2.000 rupiah.

Bawalah buku

Jika anda menunggu atau terlihat bengong sendiri maka akan banyak orang yang akan menghampiri anda. Dan tidak semua orang tersebut bermaksud baik. Tetapi jika anda memegang buku, dan terlihat khusuk membacanya maka gangguan untuk diri anda akan lebih berkurang. Orang jadi sungkan untuk mendekat. Sedangkan kesan lain yang ditimbulkan adalah kita juga terkesan lebih intelek. Dan ternyata siapapun orang di dunia ini, mereka menghargai orang-orang yang berilmu. Buku yang anda bawa tidak harus bacaan berat. Anda bisa juga membaca novel kok. Yang penting tangan anda memegang buku.

Buku juga jauh lebih efektif untuk mengusir tamu-tamu yang tidak diundang dibandingkan jika anda mendengarkan ipod (musik). Dan orang lain yang hobi baca buku, umumnya akan menyapa anda, dan bertanya buku apa yang sedang anda baca. Dari percakapan tersebut, persahabatan akan terbina.

foto-foto adalah doc pribadi

3 thoughts on “Pertimbangan menjadi Solo Backpackers

  1. hai. sy permpuan, mau solo backpacking ke jogja. kira2 aman ga ya? perlakuan penduduk setempat terhadap wnita gmn ya? makasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s