Mari berkebun dan bertani

Beberapa orang yang mampir ke blog ini mungkin bingung karena mendapati blog ini lebih banyak bercerita mengenai kisah hidup dan beberapa hal yang tidak terkait dengan pertanian dan berkebun. Blog ini awalnya memang dibuat untuk cerita-cerita dan juga artikel mengenai pertanian. Namun seiring berjalannya waktu, pemilik blog merasa kalau blog ini maknanya bisa diperluas tanpa mengganti nama dari blog ini. Di dalam bertani dan berkebun kita menanam sebuah bibit atau tanaman muda, dengan telaten kita rawat, kita perhatikan, kita manjakan, dan dengan cinta kasih yang kita curahkan kita berharap kalau tanaman yang kita tanam akan tumbuh dengan bagus, menghasilkan, berbuah dan membalas semua kebaikan yang sudah kita berikan.

Disini kita bisa melihat hubungan sebab akibat. Jika tanaman kita rawat dengan baik maka hasilnya juga akan baik. Namun jika kita merawat tanaman tersebut dengan setengah hati maka tanaman tersebut tidak akan tumbuh optimal seperti yang kita rawatkan. Orang yang hobi berkebun akan terlatih untuk bersabar dan juga mencintai. Orang yang hobi berkebun dan bertani akan lebih menghargai makna kehidupan. Karena mereka sendiri juga mengalami rasa yang sangat menyenangkan ketika kita bisa memberikan kehidupan. Dengan bertani dan berkebun kita memberikan kehidupan kepada tumbuhan, kepada cacing tanah, kepada ulat daun, kepada makhluk hidup lainnya. Dan jangan lupa kalau kita juga turut memberikan kehidupan kepada manusia sendiri. Kita menanam sesuatu yang bisa menjadi santapan sehat orang banyak. Dengan menanam pohon yang bisa menyegarkan jiwa, mencerahkan mata dan juga menyejukan udara. Jadi gardening dan farming disini diartikan dalam makna yang sangat luas. Di dunia ini kita menanam. Apa yang kita tanam itulah yang kita dapatkan. Tugas kita sekarang adalah memikirkan mengenai tanaman apa yang ingin kita tanam, makna apa yang kita cari dalam hidup kita? Siapkah kita memupuknya untuk tumbuh? Mampukah tanaman yang kita tanam memberikan makan bagi orang-orang kelaparan di dunia ini? mampukah tanaman yang kita tanam menjadi pelindung bagi banyak orang-orang yang terpinggirkan di dunia ini?

Sudah kita menanam sesuatu dalam hidup kita? Sudahkah kita memberikan manfaat bagi diri kita dan orang lain?

Jika tadi kita berbicara tanaman dalam makna yang luas, sekarang mari berbicara tanaman dalam makna yang lebih sempit. Farming dan gardening dalam artian yang kita kenal selama ini. Sebelum kita membahas lebih jauh, saya akan terlebih dahulu bertanya: 1) apakah anda memiliki halaman di rumah anda?, 2) apakah anda mengkonsumsi sayuran dan buah?, 3) apakah anda yakin kalau buah dan sayuran yang anda konsumsi tersebut sehat dan tidak terkontaminasi oleh pestisida atau jenis zat kimia berbahaya lainnya?

Jika anda suka mengkonsumsi sayuran dan buah, saya mengucapkan selamat untuk anda. Karena rata-rata konsumsi sayur dan buah di indonesia masih tergolong rendah. Jangan anda bayangkan mentang-mentang kita negara agraris semua penduduk di indonesia mengkonsumsi sayur dan buah. Untuk di daerah pedesaan yang subur, terutama di daerah jawa barat, konsumsi terhadap sayur masih tinggi. Dan juga beberapa daerah penghasil sayur mayur lainnya. Tetapi apa yang saya bahas disini lebih di fokuskan pada daerah perkotaan. Sayur di dearah perkotaan masih tergolong mahal. Apalagi jika sayur tersebut diberi label organik. Biasanya harga produk organik lebih mahal dibnadingkan harga produk konsvensional. Kenapa? Karena produk organik lebih sehat. Produk yang disertifikasi organik berarti produk tersebut sudah memenuhi beberapa ketentuan produk sehat seperti: produk tersebut tidak ditanam dengan menggunakan pupuk kimia, pestisida, dll. Produk tersebut juga tidak tercemar oleh lokasi dimana dia disimpan, atau kontaminasi jenis lainnya. Kenapa harganya tinggi? Tidak lebih dari teori demand dan supply. Saat ini permintaan produk organik di daerah perkotaan seperti Jakarta terbilang tinggi sedangkan pemasoknya masih belum sebanyak permintaannnya.

Jika semua petani di indonesia beralih ke pertanian organik, maka konsumen akan diuntungkan karena harga produk tersebut akan lebih terjangkau di saku konsumen. Disini petani akan diuntungkan karena selain biaya produksi petani lebih rendah, petani juga lebih sehat karena tidak terkspos dengan zat yang berbahaya bagi tubuh. Dan konsumen juga akan dapat mengakses produk sehat dengan harga yang terjangkau.

Faktanya, harga sayuran organik masih tinggi. Sedangkan kita juga butuh untuk menjaga kesehatan. Sebenarnya permasalahan ini akan terjawab jika kita punya lahan pekarangan. Tidak harus luas. Lahan tersebut bisa kita gunakan untuk menanam jenis sayuran yang sering kita makan. Misal, kita bisa menanam kangkung, bayam, cabe, terong, sawi, dan lain-lain. Untuk pupuknya apa? Kita bisa memanfaatkan sampah rumah tangga organik seperti sisa nasi, kulit biah, dan sebagainya. Sampah organik tersebut kita kumpulkan dan diolah menjadi kompos. Kompos itulah yang akan kita gunakan sebagai pupuk. Jenis sayuran yang disebutkan diatas tidak membutuhkan waktu yang lama untuk panen. Kangkung dan juga bayam bisa kita panen pada bulan kedua. Kita juga bisa menanam sayuran tersebut di polibag. Perawatannya juga tidak susah. Setelah benih kita semai, kita tanam di tanah/ polibag, mereka akan tumbuh dengan sendirinya. Kita hanya tinggal menyiram pagi atau sore. Dan tanaman/ sayuran tersebut jangan terekspos langsung ke sinar matahari.

Saya percaya banyak orang yang hobinya berkebun, tetapi sering waktu menjadi kendala. Dan kadang kita juga tidak punya teman/keluarga/saudara untuk membantu merawat kebun kita. Saya tinggal sendiri, dan saya sering tugas ke luar kota untuk jangka waktu yang cukup lama. Jika saya punya kebun bisa dipastikan kebun saya akan terbengkalai dan tanaman saya akan mati. Sedangkan saya sangat gemar untuk berkebun dan bertani. Cita-cita saya adalah menjadi seorang petani yang sukses. Awalnya saya berfikir saya akan bertani nanti saja kalau saya sudah pensiun. Saya akan pensiun muda, dan saya akan mengurus kebun saya. Namun saya berfikir jika saya bisa memulainya dari sekarang kenapa tidak saya lakukan.

Saya mencari cara bagaimana saya bisa menyalurkan hobi saya. Dan entah kenapa, bayangan kantor tempat saya bekerja segera terlintas. Di kantor saya pekarangannya sangat luas. Dan masih banyak tempat kosong yang bisa dimanfaatkan. Kebetulan kantor tempat saya bekerja juga kantor yang peduli dengan lingkungan. Saya minta izin untuk memanfaatkan lahan yang kosong tersebut, dan syukurlah kantor mengizinkan. Saya segera mencari orang-orang yang juga hobi berkebun yang mau ikut menanam bersama-sama dengan saya. Orang-orang yang mau menyiram dan merawat tanaman ketika saya tidak ada. Syukurlah saya menemukan satu orang yang berani memberikan komitmennya untuk menjaga tanaman saya jika saya tidak ada di kantor.

Tanaman saya yang pertama sudah sukses dipanen, namun jumlahnya sangat sedikit. Hari ini saya kembali menanam, dan minggu depan saya akan menanam di lahan yang lebih luas lagi. Jenis tanaman yang saya tanam adalah: kangkung, bayam, terong, dan sawi. Saya juga menanam sejenis pohon yang daunnya bisa menjadi lalapan. Teman saya membawanya dari Amerika Latin. Tanaman yang saya tanam saya dedikasikan untuk reluruh rekan-rekan kantor saya. Jika tanaman tersebut berhasil di panen maka semua orang bisa menikmati.

Bentuk dari komitmen saya adalah saya meluangkan beberapa jam waktu saya setelah jam kantor berakhir untuk merawat tanaman tersebut, dan saya juga datang ke kantor pada hari minggu sekitar satu jam untuk mencangkul dan juga merawat tanaman. Hari ini saya baru saja selesai menggemburkan tanah dan memasukan tanah baru yang sudah dicampur dengan kompos ke dalam polibag. Saya berjanji akan bercerita lagi ketika tanamannya sudah tumbuh.

Foto pertama: koleksi pribadi.  Foto kedua di ambil dari http://www.psfk.com/2009/03/home-gardening-making-a-big-comeback.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s