How do you know when someone likes you?

Untuk beberapa orang tidak mudah untuk mengenali tanda-tanda ketika seorang pria menyukainya. Kalau berdasarkan artikel yang banyak di majalah dikatakan bahwa seorang pria akan melakukan beberapa hal jika berhadapan dengan wanita yang dia sukai. Hal tersebut bisa merupakan sesuatu yang lucu, kadang agak menyombongkan diri, dan lain-lain. Tetapi katanya ada pola dari tindakan-tindakan pria tersebut, sehingga kita bisa mengenali apakah dia tertarik kepada kita atau tidak. Salah satu tanda yang paling mudah dilihat adalah ketika pria tersebut sering tersenyum pada anda. Tanda berikutnya adalah ketika dia berbicara dengan anda, matanya terus melihat mata anda dan juga wajah anda. Dengan kata lain, perhatiannya terfokus pada anda.

Dan jika pria tersebut tipikal agresif maka dia akan datang kepada anda dan menanyakan apa kabar anda. Atau pertanyaan lainnya yang intinya adalah untuk bisa berbicara dengan anda. Tetapi bagi pria pemalu, dia tidak akan melakukan hal seperti itu. Dia memiliki ketakutan kalau anda akan menolaknya. Dia malah akan terlihat grogi jika didekat anda, dan dari jarak jauh akan curi-curi pandang ke arah anda. Untuk tipikal pria pemalu ini katanya agak susah. Jika kita pernah saja memberikan signal kalau kita tidak suka dengan dia maka dia akan segera pergi berlalu. Tanda lainnya adalah dia akan memberikan sentuhan seperti tepukan di bahu atau sentuhan kecil lain yang bahkan tidak anda sadari. Tanda lainnya adalah ketika dia menanyakan nomor hp anda, atau mendapatkan no hp anda dari teman anda.

Terlihat mudah bukan? hampir semua artikel yang saya baca di majalah akan menulis hal-hal yang seperti ini. Dan ketika membaca artikel tersebut saya seolah-olah mengerti. Tetapi benarkah saya mengerti? ternyata meskipun kata teman-teman saya, saya cerdas untuk banyak hal, tetapi ketika itu sudah berhubungan dengan pria ternyata saya tidak terlalu pintar. Contoh yang terbaru mengenai ketidakpintaran saya adalah ketika saya dengan rekan-rekan kerja pergi main ke sabang. Kala itu teman saya yang jago renang sudah menghilang ditengah lautan melihat ikan-ikan cantik berwarna warni. Sedangkan saya yang tidak bisa berenang sibuk berjuang dengan ban menuju sebuah kapal putih kecil yang ditambatkan sekitar 500 meter dari bibir pantai. Dengan sekuat tenaga saya berpegangan dengan tali yang terikat di kapal tersebut supaya tidak terbawa arus, dan mengayuh dengan gerakan kaki yang belum sempurna supaya bisa mencapai kapal tersebut. Syukurlah salah seorang teman saya, yuli, mau menemani saya. Yuli karena bisa berenang mencapai kapal tersebut lebih cepat dari pada saya, dan ketika dia menarik tangan saya membantu saya naik tiba-tiba seorang cowok kulit putih berenang kearah kita. Dan tiba-tiba dia sudah ada disebelah saya dan menanyakan bolehkah dia naik? teman saya yuli menjawab tentu saja. Masalahnya kita tidak bisa menjawab tidak, karena kapal kecil tersebut bukan milik kita, dan kapal tersebut juga tidak sedang kita sewa. Akhirnya kita bertiga duduk diatas kapal putih itu sambil melihat 2 orang teman saya yang asyik berenang. Cowok tersebut ganteng, karena dia diam maka sayapun diam. Bahkan ketika yuli akhirnya memutuskan untuk berenang dan meninggalkan kita berdua, saya dengan dia hanya diam-diaman. Dan ketika saya kembali ke pinggir pantai, dia juga ikut berenang kepinggir. Ketika kita sampai di pinggir, saya berjalan menuju restoran tidak jauh dari pantai untuk minum. Dia juga berjalan di belakang saya.

Sempat terfikir kalau cowok tersebut sengaja mengikuti saya, tetapi fikiran tersebut segera saya buang, saya mungkin hanya ke geeran. Dan ketika saya duduk minum secangkir cappucino dingin, dia duduk tak jauh dari saya. 2 orang teman saya, dan juga yuli akhirnya bergabung. Salah seorang teman saya berkomentar, kok si “si mas baju putih” masih ada disini? dan teman saya yang lainnya juga bilang sepertinya si mas putih tertarik dengan saya. saya bilang ngga mungkin. Teman saya kembali menegaskan kalau dari tadi dia melihat si mas baju putih melirik terus ke arah saya. Dan lima menit sehabis teman saya mengeluarkan statement tersebut si mas baju putih langsung nyamperin saya dan bertanya mengenai jam. Akhirnya saya dengan dia mengobrol. Setelah mengobrol panjang dia mengajak saya makan siang dengan dia. Dia bersedia meningalkan teman-temannya, dan bergabung makan siang dengan teman-teman saya. Dia memberikan email dan juga nomor hpnya. Sedangkan saya memberikan kartu nama kantor. Hari itu adalah hari minggu. Seninnya ketika saya membuka email saya, saya sudah menemukan email dari dia, dia minta untuk di add di facebook saya. Dan tak lama setelah saya add, saya langsung menerima ajakan ngopi dari dia. Saya juga menerima email yang bertubi-tubi. Setelah menghindar sekitar seminggu, saya akhirnya menerima ajakannya. Ternyata pertemuan sore hari yang niatnya hanya minum kopi berlanjut ke makan malam.

Bagi banyak orang pasti akan menganggap kalau cowok tersebut naksir saya. Tetapi saya tidak sensitif dan menurut saya cowok tersebut hanya tertarik untuk menjadi teman saya. Cowok tersebut adalah berkebangsaan turki yang sedang mengambil S2 di Amerika. Pertemuan saya dengan dia sudah terjadi satu tahun yang lalu. Sampai hari ini saya masih berkomunikasi dengan dia. Yang saya tahu dia sekarang sudah punya pacar. Dan baru seminggu yang lalu akhirnya saya mempercayai teman saya kalau cowok tersebut satu tahun yang lalu benar-benar suka dan tertarik kepada saya. Bahkan dia mengaku kalau dia berenang ke arah kapal tersebut karena dia melihat saya. Sekarang hubungan saya dengan si mas baju putih tidak lebih dari teman. Hal yang sama juga pernah terjadi sebelum bertemu dengan si mas baju putih. Saya akan menyebutnya si abang coklat. Kita bahkan pernah keluar beberapa kali. Dan dia juga sering menghubungi saya untuk berbagi kebahagian karena beberapa prestasi yang dia raih. Saya sempat berfikir kalau dia naksir saya, tetapi lagi-lagi pikiran saya menolak. Dan akhirnya cowok tersebut sekarang sudah menikah dengan orang lain. Dia sedang melanjutkan studinya di amerika. Setelah dia pergi saya baru sadar kalau saya ternyata menyukainya. Dan sampai hari ini tidak pernah tahu isi hatinya. Seandainya saya bisa membaca tanda-tanda tersebut.


One thought on “How do you know when someone likes you?

  1. cerita’q agak mirip dgn cerita’q. . dulu pernah ada yg naksir q, tp q ga naksir dia. sekarang waktu q naksir dia, q ga tau dia masih naksir q pa ga?
    nyeseeeeeel dah. . ==

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s