Tekun dan konsisten adalah kunci menjadi sukses

Sepulang liburan bulan April yang lalu, saya memiliki keinginan yang kuat untuk melakukan perubahan yang signifikan dalam hidup saya.

Salah satunya adalah dengan rajin membaca dan menulis. Pada awalnya saya sangat rajin. Saya membeli dan membaca banyak buku.

Saya rajin berolah raga, saya mengkonsumsi makanan sehat. Dan saya juga lebih terbuka untuk mendengarkan orang lain, dan tidak hanya sibuk memikirkan hidup saya.

Saya memperbaiki banyak hal dalam diri saya. Selama satu bulan saya berhasil. Saya membaca buku 2 jam dalam sehari. Saya meluangkan waktu 1 jam untuk menulis. Saya berenang 2 kali dalam seminggu. Saya memperhatikan pola makan dan mengurangi mengkonsumsi kopi, dan saya meluangkan waktu untuk bersosialisasi dengan teman atau menghabiskan waktu bersama saudara saya. Tetapi ketika memasuki bulan kedua, segala sesuatunya berubah. Saya mulai disibukan oleh tugas-tugas kantor. Meskipun saya pulang kerja tepat waktu dan tidak bekerja lebih dari sepuluh jam, sering saya merasa letih ketika sudah sampai dirumah. Saya juga sering menolak ajakan teman yang mengajak saya keluar baik itu untuk menonton pentas teater, film, atau hanya sekedar makan malam diiringi oleh obrolan ringan. Karena kesibukan di sabtu dan minggu, saya mulai melewatkan jadwal berenang, dan banyak hal lain yang harus saya lakukan juga tidak saya lakukan. Ketika saya menulis ini, saya sadar kalau saya harus kembali memperbaiki diri dan konsisten dengan perubahan yang saya inginkan. Tetapi “sadar” disini lebih hanya sekedar tahu tanpa keinginan untuk memperbaikinya.

Namun ketika saya membaca buku yang ditulis oleh putri amin rais yang berjudul “menapaki jejak amien rais” saya merasa tertampar ketika membaca bab 3 jam sepuluh tahun. Buku yang saya beli di bogor 3 hari yang lalu ketika saya menghadiri sebuah konferensi, pada awalnya hampir tidak jadi saya beli. Saya sudah meninggalkan rak buku tersebut ketika akhirnya saya tergerak untuk balik dan mengambil buku tersebut. Saya ingin tahu bagaimana putri amien rais berfikir mengenai bapaknya. saya sendiri sudah mengenal sosok amien rais dalam waktu yang cukup lama. Terlepas dengan kontroversinya, saya menyukai amien rais. Saya mengangumi amin rais dalam beberapa hal. Seperti dia tidak menyerah setelah gagal menjadi presiden di beberapa kali pemilihan. Dia sosok yang intelek dan kritis. Balik lagi mengenai bab di buku yang saya baca. Bab tersebut bercerita bagaimana kita harus konsisten dan tekun jika kita hendak mencapai sesuatu. Amien rais mengajarkan kepada anaknya agar rajin membaca. Minimal meluangkan waktu 3 jam dalam sehari untuk membaca. Komitmen yang saya pernah saya buat, saya ingin meluangkan waktu 2 jam dalam sehari untuk membaca. Tetapi akhirnya hal tersebut terlupakan. Saya memiliki banyak alasan yang membenarkan tindakan saya untuk tidak memenuhi komitmen. Saya merasa pekerjaan saya dikantor mengharuskan saya banyak membaca. Saya membaca laporan tebal dengan jumlah yang luar biasa. Sehingga ketika dirumah saya tergoda untuk menonton televisi seperti serial ugly betty atau serial friends yang diputar di star world. Saya juga tidak mau menonton berita, karena berita menyajikan banyak fakta atau kebohongan yang menyakitkan. Lebih menyakitkan lagi kita tidak tahu yang mana fakta dan yang mana kebohongan. Berita di televisi kita sudah seperti drama, dan drama ini membuat kita geram. Hal ini berbeda ketika kita menonton drama seperti ugly betty yang kita tahu kalau cerita tersebut adalah fiksi. Kita tidak akan kesal, namun akan lebih banyak tertawa dan terhibur dari apa yang kita tonton. Tetapi meskipun beberapa tayangan di TV sangat menghibur, itu juga bukan alasan bagi saya untuk tidak memenuhi komitmen membaca saya.

Saat ini saya memiliki buku “menapaki jejak amien rais” yang semoga selesai saya baca dalam 2 hari ini, dan 2 buku lagi yang saya beli 3 minggu yang lalu, yang sampulnya masih belum saya buka. saya juga memiliki beberapa artikel menarik yang saya ambil dari internet yang juga belum saya baca. Saya berharap untuk kedepan saya kembali bisa memenuhi komitmen membaca saya, dan juga komitmen lain yang saya buat terkait dengan keinginan saya menjadi manusia yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s