Dilindas mobil

Ini adalah pengalaman yang sangat tidak mengenakan. Siapapun pasti tidak meginginkan kejadian ini.

Kejadian buruk ini menimpa saya kemarin. Saya dengan motor kesayangan saya pergi ke ATM Mandiri yang melewati jalan besar yang merupakan jalan utama.

Jalan raya ini sangat macet, bahkan lebih macet dari biasanya. Hal ini mungkin disebabkan oleh hujan sehingga banyak mobil yang tertahan karena jalanan yang licin dan mungkin dibeberapa daerah jalanan banjir.

Suasana hati saya waktu lagi baik, saya mengendarai motor santai sambil bernyanyi-nyanyi kecil. Rasanya menyenangkan ditengah temaram lampu jalan dan rintik hujan yang mengguyur bumi saya mengendarai motor saya. Saya sangat menyukai motor entah kenapa. Meskipun banyak orang bilang motor sangat bahaya, apalagi bagi cewek, saya memilih tidak peduli. Kebetulan saya membawa motor juga bukan untuk jarak jauh, saya hanya mengenadrai motor untuk jarak dekat saja. Saya sudah tahunan mengendarai motor dan itu tidak hanya di Jakarta. Saya sudah pernah mengendarai motor di Aceh, di Bali, dan dibeberapa kota di Indonesia lainnya.

Kesulitan terbesar saya hanya ketika saya harus menghafal jalan, namun unuk jalan lurus yang sudah saya lewati saya tidak punya kesulitan apapun. Kemarin malam, emang saya lagi bernasib sial.

Ketika mendekati rumah saya harus mengambil belok kanan. Dan kebetulan juga banyak mobil dan motor yang juga hendak belok kanan. Dengan santai saya antri teratur dibelakang mobil dan juga motor yang akan belok kanan. Posisi motor saya agak ditengah, tetapi menurut saya hal ini masih wajar. Karena mobil disebelah kiri saya masih bisa lewat dengan lancar. Namun dasar lagi sial, ada mobil disebelah kiri yang terus melaju dan menyerempet motor saya dan roda ban mobil tersebut melindas kaki saya yang sedang menginjak aspal menahan motor yang dalam posisi diam. Mobil tersebut bergerak agak ke tengah mendekati tengah kanan jalankarena menghindari motor dari kiri.

Saya mengaduh kesakitan tetapi mobil yang melaju pelan karena macet seakan-akan tidak peduli. Orang yang nyetir mobil tersebut mungkin tida sadar bahwasanya roda mobilnya sudah menggiling kaki saya. Saya marah dan ingin rasanya menghadang mobil tersebut. Kaca spion motor saya sudah bengkok kedalam, dan jari kaki sebelah kanan saya sakitnya luar biasa. Tetapi jika itu saya lakukan hanya akan menimbulkan kemacetan yang parah. Dan dikarenakan kaki saya tidak luka, saya juga tidak memiliki alat bukti kalau kalau kaki saya barusan dilindas oleh ban mobil. Kaca spion motor saya juga hanya bengkok dan sangat bisa untuk dibenerin, mungkin jika pecah, saya bisa menghadang mobil tersebut dan protes. Akhirnya saya memilih diam. Kemacetan di Jakarta sudah membuat semua orang stres dan kalap. Mobil tidak lagi toleran dengan motor, dan sebaliknya motor juga demikian. Motor dengan motor juga sangat tidak toleran. Sering kita dengar kalau motor menabrak motor atau menyerempet motor lain. Motor dan mobil juga tidak ramah terhadap pengendara sepeda dan pejalan kaki.

Tadi pagi ketika saya bercerita mengenai pengalaman saya dilindas mobil, teman saya bilang kalau teman-temannya yang tergabung dalam komunitas sepeda sudah 4 orang yang meningal karena ditabrak. Sungguh ironis mereka orang-orang yang ingin menyelamatkan lingkungan dari polusi yang terus bertambah malah harus mengorbankan nyawa juga. Balik lagi mengenai pengalaman saya, saya tidak tahu harsu marah kepada siapa? pantaskah saya marah dengan si pengendara mobil yang sudah melindas jari kaki saya atau saya marah ke pemerintah karena transportasi umum yang sangat tidak nyaman sehingga orang terpaksa harus bepergian dengan kendaraan pribadi? haruskah saya marah kepada perusahaan jepang yang menjual mobil dan motor ke indonesia dalam jumlah yang luar biasa besar? kembali hati saya menjawab kalau marah tidak akan ada gunanya.

Pelajaran yang dapat dipetik adalah, jika perasaan anda sedang tidak baik, sebaiknya jangan mengemudi, baik mobil ataupun motor. Jika anda terlalu senangpun juga tidak boleh, anda tetap harus waspada dijalan meskipun itu adalah perjalanan jarak pendek. Jangan berkendaraan ketika lapar atau mengantuk. Hal itu akan membuat anda tidak konsentrasi di jalan dan menjadi tidak sabaran karena otak anda berfikir bahwasanya anda harus segera sampai dirumah untuk makan. Jika cuaca sedang tidak baik, hujan lebat maupun hujan gerimis, sebaiknya berkendaraan pada cuaca ini dihindari kecuali memang hal tersebut harus anda lakukan. Misal anda berencana pergi ke mall atau ke tempat hiburan, sebaiknya anda tunda besok ketika cuaca lebih cerah. Karena jika anda paksakan kecendrungannya adalah anda akan pulang kecewa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s