Dear John

Hari minggu ini saya memutuskan untuk tinggal di Rumah. Saya sedang menghindari keramaian, belanja, dan tentu saja kemacetan. Cuaca sangat panas, namun tak jarang angin berhembus sangat kencang, kadang matahari bersinar cerah dan kadang meredup. Menurut perkiraan saya, pada waktu sore hari pasti akan hujan akan turun. Dan saya sudah menantikan hujan semenjak tadi pagi.

Hal yang akan saya lakukan jika turun hujan adalah duduk di teras samping, menatap hujan yang turun diatas helai daun pohon bambu, merasakan hembusan angin dingin dan tentu saja ditemani oleh secangkir kopi panas. Saya juga memiliki satu buah Novel terbaru karangan Pipiet Senja yang sampulnya saja masih belum saya buka.

Awalnya saya berencana untuk membaca buku tetapi karena diluar sangat berisik, saya membatalkannya. Saya tidak tahu sedang ada acara apa: ada suara beragam musik etnis betawi, orang mengobrol dengan mic dan banyak atraksi lainnya. Sepertinya sangat heboh. Tetapi saya tidak tergerak untuk keluar untuk mengamati apa yang terjadi. Kalau tidak salah, teman saya kemarin bilang kalau akan ada Festival Palang Pintu Kemang V di Jalan Kemang Raya. Mungkin keributan di luar adalah acara yang sama. Saya akhirnya memutuskan untuk salah satu dari 2 DVD yang saya beli kemarin. Ada satu film komedi dan satu drama melankolis. Saya sedang tidak dalam mood untuk menonton film melankolis, saya ingin menonton sesuatu yang ceria. Tetapi karena DVD komedinya error akhirnya saya menonton film yang kedua yang berjudul “Dear John”. Dan ternyata saya sama sekali tidak menyesal, filmnya sangat bagus. Film yang sangat romantis. Hari Kamis lalu ketika saya berkunjung ke Gramedia saya hampir saja membeli Novel Dear John. Novel yang ditulis oleh Nicholas Spark. Tetapi niat saya membeli saya urungkan karena tas gramedia saya sudah berisi 3 Buku. Dan kemarin ketika berkunjung ke toko DVD didaerah Kemang saya malah memperoleh DVD-nya. Film Dear John ini diadaptasi dari Novel Nicholas Spark. Film di release di bulan May dan merupakan film box office dengan pendapatan sekitar total $111,939,300.

Banyak review mengenai film ini, jika anda tertarik anda bisa menggooglenya. Saya sendiri mempunyai pandangan sendiri mengenai film ini. Dan berikut adalah ulasan saya. Saya melihat kalau John dan Savanah, tokoh utama pada film ini dalah dua manusia yang “bermasalah” dan hal itulah yang menyatukan mereka. Saya melihat kalau baik John dan Savannah memiliki karakter yang sangat labil dan mereka berdua sangat sensitif.  Menurut saya, ketampanan John bukanlah hal yang pertama dilihat oleh Savannah. Tetapi yang dia lihat adalah misteri di balik John. Luka dan kepedihan yang dimata John. Savannah terlihat sebagai sosok yang sempurna. Dia cantik, pintar dan disenangi banyak orang. Dia memiliki keluarga yang terlihat bahagia dan ekonomi yang berkecukupan, tetapi entah kenapa dia tidak bahagia. Hal ini bisa jadi karena pengaruh sosok anak kecil yang menderta autis yang sudah dia kenal dari kecil. Dia tertarik dengan ide membuat dunia lebih baik. Dan menurut saya dia itulah hal pertama yang membuat dia tertarik dengan John. Dia ingin membuat John lebih baik. Dia ingin menghilangkan kepedihan Jonh dan membuat dia bahagia. Savannah adalah tipikal orang yang senang membahagiakan orang lain. Dan dia berharap untuk memperoleh kebahagian dari kebahagian orang yang sudah dibantunya. Baik John dan Savannah saling membutuhkan.

Hal yang saya suka dari film ini adalah kesepakatan mereka untuk selalu berkirim surat. Hal inilah yang membuat film ini menjadi Romantis. Kebiasaan korespondensi dan berkirim surat saat ini sudah dilupakan. Padahal ini adalah pengalaman yang menyenangkan. Menunggu dan mengharapkan kedatangan surat adalah hal yang mendebarkan. Perasaan senang ketika menerima surat yang dihantarkan oleh Pak Pos adalah perasaan yang tidak bisa digambarkan. Meskipun ada konflik dipertengahan film ini tetapi akhir dari film adalah happy ending. Bagi anda yang menyukai drama romantis, saya menyarankan ada untuk menonton film ini.

Hal yang tidak penting: Saya berharap suatu saat nanti saya memiliki lahan pertanian seperti yang dimiliki oleh orang tua Savannah lengkap dengan kuda-nya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s