Petani Sukses- Australia

Saat ini saya tertarik untuk membaca artikel mengenai pertanian di Australia. Hal ini mungkin karena saya terkena pengaruh dari film-film Australia yang berlatarbelakang pertanian dan peternakan. Dan seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia sendiri juga kebanjiran banyak produk pertanian dari Australia, terutama daging. Saat ini untuk memenuhi target pemerintah menaikan produksi daging nasional kita juga mengimpor sapi dari Australia. Sapi yang dikatakan sapi unggul tersebut akan dibesarkan di Indonesia. Dari website national farmer’s federation, wikipedia dan sumber lainnya, saya memperoleh fakta sebagai berikut mengenai pertanian di Australia.

o Terdapat sebanyak 140.704 pertanian di Australia – termasuk mereka yang pertanian bukan bisnis utama mereka. Bagaimanapun terdapat sebanyak 125.594 pertanian yang secara khusus diperuntukan untuk produksi pertanian. 317.730

o Jumlah tenaga kerja yang bekerja langsung di sektor pertanian adalah sebanyak 317.730 orang. Pekerjaan pertanian di Australia banyak dilakukan oleh mesin.

o Di Australia umum dikenal istilah “Hobby Farming” yaitu bertani yang tujuannya lebih sekedar memenuhi hobi dan rekreasi bukan sebagai sumber pendapatan utama. Kepemilikan lahan rata-rata untuk bertani jenis ini adalah sekitar 2 Hektar. Di daerah pedesaan Australia, luas lahan pertanian bisa sangat besar.

o Sekitar 485 juta hektar tanah di Australia dapat digunakan untuk pertanian. Yaitu: 20,9 juta hektare untuk menanam tanaman pangan, 27,5 juta hektare untuk ditanami berbagai macam rumput; dan 436,6 juta hektare untuk padang rumput tempat domba dan ternak merumput, atau dibiarkan tandus.

o Efisiensi diperoleh melalui teknologi baru dan manajemen peternakan, dicapai karena didukung oleh penelitian dan pengembangan. Hal ini telah memungkinkan pertanian Australia unggul selangkah dibandingkan dengan kompetitor internasional lainnya – pertumbuhan produktivitas rata-rata pertahun adalah 2,8% dalam 30 tahun terkahir. Kunci pertumbuhan produktivitas ini adalah kemajuan pengetahuan dan teknologi, peningkatan penggunaan teknologi yang tersedia dan praktik manajemen.

Kemajuan pertanian di Australia juga didukung oleh sejarahnya. Australia dulunya adalah jajahan Inggris. Ketika Inggris berkembang menjadi negara Industri, Australia dijadikan sebagai daerah penghasil makanan untuk Inggris. Pertanian di Australia dikembangkan dalam skala besar, tidak seperti pertanian di Asia atau di Eropa, yang skalanya lebih kecil. Di tahun 1994-1995 (dan bahkan sampai sekarang) kita mengimpor produk seperti ini dari Australia: ternak hidup, susu, gandum, mentega, dan buah-buahan. Pertanian di Australia umumnya adalah pertanian komersil dengan teknologi tinggi dan padat modal.

Jika di Indonesia banyak menanam padi, di Australia menanam Gandum, yang 60% adalah untuk export. Australia juga menanam padi. Tetapi jika di Indonesia kita akan melihat banyak orang yang menebas padi ketika padi sudah menguning dan siap untuk dipanen maka di Australia anda akan melihat kalau padi yang sudah menguning di panen dengan mesin penuai Percayakah anda jika benih gandum ditebarkan dengan menggunakan pesawat? Rotasi tanaman juga umum dilakukan.

Dengan teknologi dan Ilmu pengetahuan yang dimiliki Australia, produktifitas padi disana bisa sangat tinggi, yaitu sekitar 9 ton per hektar. 90 persen dari padi yang ditanam di Australia adalah untuk ekspor.

Banyak hal lain yang mengagumkan jika pertanain di Australia kita pelajari. Mereka unggul dalam banyak hal, dan mereka juga menghasilkan apa yang juga dihasilkan di Indonesia. Jadi tidak heran kalau Indonesia kalah jika bertanding di pasar global dengan Australia. Australi tidak hanya pintar dalam menghasilkan produk mentah, tetapi australia juga pintar mengolahnya. Australia tidak hanya menjual produk dalam bentuk daging segar, tetapi dia mengolahnya menjadi korned, sosis, dan banyak produk lainnya. Atau anggur tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar, tetapi anggur tersebut diolah menjadi minum anggur sehingga harganya menjadi lebih tinggi.

Masih banyak PR kedepan yang harus dilakukan oleh Indonesia untuk mengejar ketertinggalan pertaniannya. Hal ini harus menjadi perhatian bersama. Saat ini minat generasi muda di bidang pertanian sudah semakin berkurang, dan lahan pertanian juga sudah banyak yang dikonversi menjadi lahan bangunan. Tanaman pangan juga tergeser oleh tanaman perkebunan seperti Sawit. Jika hal ini terus dibiarkan maka Indonesia akan menjadi tergantung dengan pasar Impor untuk memberi makan penduduknya yang berjumlah hampir 250 juta jiwa

2 thoughts on “Petani Sukses- Australia

  1. setuju sekali dengan info tsb, perlu juga ditambahkan bahwa saat ini Indonesia tidak jelas posisinya dimana, disebut negara agraria tidak, industri belum memungkinkan, banyak penyuluh dan badan dari dinas pertanian yg digaji oleh pemerintah, menurut saya lebih baik gaji mereka itu digunkan untuk beli mesin traktor mengolah lahan pertanian, demikian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s