Ikan bakar lezat, besar, segar, dan tidak murah di Papua Barat.

Daerah Papua Barat terkenal dengan hasil lautnya, terutama daerah Sorong dan Raja Ampat.   Sayang saya tidak sempat berkunjung diwilayah tersebut tetapi saya sempat mampir dan mencicipi ikan karang bakar lezat di Manokwari.  Manokwari adalah ibukota Papua Barat.  Manokwari terletak dipinggir pantai dan juga merupakah daerah penghasil ikan.  Tetapi jangan berharap untuk mendapatkan udang murah karena di Manokwari tidak menghasilkan udang seperti daerah sorong dan juga tidak menghasilkan kepiting seperti di daerah teluk bintuni.

Pada sore hari anda akan menemukan banyak warung ikan bakar.  Ikan tersebut masih segar dan baru akan dimasak setelah anda pilih.  Pilihan ikannya cukup beragam, mulai dari ikan bawal, ikan kerapu, ikan merah dan banyak jenis ikan lainnya yang saya tidak hafal.  Ikan karang adalah jenis ikan yang sangat cocok untuk dibakar.  Warung makan ini kebanyakan di kelola oleh warga pendatang dari makasar atau dari jawa.  Jarang penduduk papua asli yang mengelola restoran. Di kota manokwari sendiri banyak bisnis dikuasai oleh warga turunan jawa, makasar dan juga dari daerah lainnya di Indonesia.  Warung makan padang juga sudah mulai bermunculan.

Balik lagi ke ikan bakar, penyajiannya cukup unik.  Ikan bakar biasanya dihidangkan dengan lalapan yang sudah direbus, biasanya jenis lalapan yang dihidangkan adalah daun singkong dan daun pepaya rebus, kadang juga disajikan dengan timun dan kemangi.  Jenis sambal juga ada dua, ada sambal cabe dan satu lagi sambal kecap.   Di Papua konsumsi ikan cukup tinggi, ikan ukuran 400 gram atau ikan 600 gram dikonsumsi oleh satu orang.  Saya kaget ketika saya pergi makan dengan seorang kawan warga papua yang memilih ikan ukuran 500 gram.  Sementara saya sudah memesan udang dua porsi.  Saya bilang ke dia, saya tidak makan ikan.  Jadi saya tidak akan bisa bantu untuk menghabiskannya.  Dalam bayangan saya dia akan menawarkan saya ikan yang dia pilih tersebut.  Ternyata saya salah, ikan yang dia pilih adalah untuk dia makan sendiri.  Setelah satu minggu disini baru saya mengerti kalau di Papua pada umumnya orang akan makan ikan ukuran besar.  Disini ikannya lebih banyak dari pada nasinya.  Ketika saya ceritakan hal ini kepada teman saya yang dari Papua, dia tersenyum.  Dia malah menambahkan kalau dia sempat kaget ketika memesan udang dan cumi di daerah jawa tengah dia hanya disajikan udang dan cumi kecil beberapa ekor.  Biasanya dia kalau makan udang atau cumi satu piring penuh.   Saya yang sekarang tersenyum sambil berkomentar hati-hati dengan kolesterol.

Harga ikan bakar disini cukup mahal.  Saya makan berdua dengan kawan saya, satu ikan berat sekitar 600 gram dan satu porsi udang bakar berat sekitar 500 gram, dua es jeruk, nasi dan lalapan, harganya adalah 187.000 rupiah.  Kali kedua saya makan diwarung lain saya juga membayar dengan harga yang hampir sama.  2 nasi dengan 2 potong ikan ukuran 250 gram, dan satu porsi udang ukuran 350 gram, satu sprite dan teh botol, saya membayar seharga 159 ribu rupiah.   Disini ikan kalau sudah diolah harganya mahal kata teman saya.

Karena penasaran, saya pergi ke pasar mencari ikan mentah.  Ikan tersebut rencananya akan saya bakar di pinggir pantai dengan teman-teman yang lain.  Saya pergi membeli ikan di pasar manggeng. Di pasar tersebut banyak ikan karang segar-segar.  Disini kita ikan tidak ditimbang.  Ikan ditumpuk dan dihargai berdasarkan besar kecilnya tumpukan. Saya membeli ikan karang (lupa namanya) berat sekitar satu kilo seharga 50 ribu rupiah.  Ikan kedua yang saya beli adalah ikan merah, ada 4 biji dengan berat masing-masing sekitar 300 gram, tumpukan ikan kedua saya beli seharga 70 ribu rupiah.  Ikan ini tentu jauh lebih murah dibandingkan dengan ikan yang dibeli di Jakarta. Ikan ini juga jauh lebih segar.  Dan rasanya setelah di bakar? Jangan ditanya, anda pasti ingin menambah lagi.

PS.

Berikut adalah nama beberapa warung ikan bakar yang pernah saya kunjungi.

Ikan Bakar Kebun Sirih  di Jl. Yos Sudarso (lanal) Manokwari, Rumah Makan Salam Manis di Wossi dan RM Karunia di Jl. Trikora- Wossi.  Dari 3 tempat makan tersebut, favorit saya adalah rumah makan yang kedua.  Tempatnya bersih, sambalnya mantap, dan harganya relatif lebih murah.  Sedangkan untuk udang bakar, menurut saya RM Karunia adalah yang paling enak.

3 thoughts on “Ikan bakar lezat, besar, segar, dan tidak murah di Papua Barat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s