Best View Hotel in West Papua

Ketika di Manokwari saya menginap di hotel Swiss-belhotel.  Jika anda memutuskan untuk menginap di hotel ini juga maka anda disarankan memesan kamar nomor 447.  Untuk kamar harga standar, kamar nomor 447 adalah kamar yang memiliki “best view”.  Dari jendela sebelah kanan anda bisa melihat pelabuhan yang ramai dengan kapal kecil yang berlalu lalang, langit dan laut biru yang membentang indah.  Sedangkan dari jendela tengah anda bisa melihat hamparan perbukitan dan pegunungan arfak, dan disebelah kiri anda bisa melihat jalan raya dan kota Manokwari yang ramai dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat.

Dari kamar ini anda bisa menyaksikan keindahan kota Manokwari.   Dan satu lagi, di kamar ini juga terdapat ruang kerja kecil disebelah kiri.  Lengkap dengan meja dan pemandangan yang spektakuler.  Kamar dilengkapi dengan TV LCD ukuran 22 Inch.  Tidak semua kamar di hotel ini memiliki TV LCD.  Dan kamar ini juga cocok bagi anda yang merokok.  Karena kamar ini adalah smoking room.  Terdapat jendela kaca yang bisa dibuka.  Bagi anda yang juga tidak senang AC maka anda sebaiknya juga menginap di kamar ini.  Pada pagi hari anda bisa mematikan AC dan membuka jendela.   Rasakan udara segarnya.  Pada malam hari anda bisa melihat lampu-lampu dari pelabuhan dan juga lampu-lampu dari rumah warga yang tinggal dipinggir pantai. Pemandangan yang benar-benar memanjakan mata.

Ketika kunjungan pertama saya menginap di kamar ini tetapi sayang di kunjungan kedua saya tidak bisa mendapatkan nomor kamar yang sama karena sudah ditempati oleh orang lain.   Saya terpaksa memesan kamar yang lain.  Kamar dimana saya bisa tidak memiliki jendela dan saya hanya bisa melihat tembok kamar dan lorong hotel.     Ukuran kamar ini lebih luas namun tidak memiliki ruang kerja khusus dan TV-nya juga TV setengah flat bukan TV LCD seperti pada kamar 447.

Ketika saya di Manokwari saya juga melihat ada hotel bagus lain yang baru buka.  Kalau tidak salah namanya adalah hotel Aston Manokwari yang bagian dari Hotel Aston International.  Lokasinya agak jauh dari kota, sekitar 20 menit dengan mobil dan hotelnya terletak didaerah dataran tinggi.  Saya belum pernah kesana, tetapi hanya melihat gerbangnya dari jalan raya.  Pemandangan dari hotel tersebut pasti luar biasa, namun saya tidak tahu harganya.  Harganya juga tentunya luar biasa.  Mereka memiliki website kalau tidak salah, silahkan mencari tahu jika anda tertarik dengan hotel yang kedua ini.

Tidak jauh dari Hotel Swiss-bel, terdapat pantai Pasir Putih yang merupakan pantai kebanggaan warga Papua Barat.  Pantai ini dapat ditempuh sekitar 15 menit dengan ojek dari Hotel. Namun sayang dari Pantai ini anda tidak bisa menyaksikan Sunset.  Jika anda tertarik untuk melihat Sunset maka dalam perjalanan ke Pasir Putih dari Hotel anda berhenti di sisi jalan sebelah kanan, sebuah darmaga kecil sebelum Gereja.

Di Darmaga ini Pemandangannya senjanya cukup memukau, dan anda juga bisa duduk santai menunggu tenggalamnya matahari.  Ketika saya disana saya beruntung karena saya bisa menyaksikan bulan bersinar, meskipun masih belum purnama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s