Hantu Penunggu Hutan itu Membawa Dirimu Pergi Sahabat

Begitu banyak yang dilihat dan begitu banyak yang ingin dibagi, tetapi kepada siapakah aku akan berbagi cerita ini? kepada angin? kepada burung?

Aku berharap dirimu ada disisi ku kawan. Aku rindu bercerita dengan mu. Aku rindu dengan segala keceriaan mu. Aku rindu mendengarkan ide gilamu.

Tetapi kenapa kau pergi menghilang? Aku banyak melihat perubahan. Tetapi aku selalu menganggap kau tidak akan berubah.

Meskipun cuaca sudah tidak bisa lagi diprediksi, meski suhu bumi sudah meningkat, meski kutub utara sudah mencair, aku tetap beranggapan kau akan tetap sama, kau adalah sahabat ku. Kau akan selalu hadir dan mendengarkan cerita ku.

Kadang aku berfikir, kenapa kau tidak pernah bercerita kepada ku? kenapa kau tidak pernah bercerita mengenai ketakutan dan kekecewaan mu.

Meskipun kau tidak pernah bercerita mengenai kegalauan yang kau rasakan, tetapi aku bisa mendeteksinya, kenapa? karena kau adalah sahabat ku.

Tidak ada hal yang sempurna didunia ini. Dan kaupun juga tidak sempurna kawan. Aku mengagumi kekuatan mu, tetapi aku juga mengetahui sebagai manusia biasa kaupun juga punya sisi lemah.

Kau selalu optimis, dan kau ingin selalu dikenal sebagai sosok yang demikian. Kau pribadi yang tangguh yang dikagumi banyak orang. Aku banyak belajar menjadi sosok yang tegar dari dirimu.

Aku belajar menjadi kuat dan tidak cengeng dari dirimu. Aku berubah menjadi lebih baik semenjak kau menjadi sahabat ku.

Andai segala sesuatunya bisa digantikan. Andai laut biru yang terbentang dihadapanku bisa menggantikan kehadiran mu. Andai dia mau mendengarkan ceritaku. Aku mungkin tidak akan kesepian seperti saat ini. Bahkan meskipun laut bisa mendengarkan dia tidak akan tahu harus berkomentar apa. Burung juga hanya mampu berkicau, dia berusaha menghiburku dengan nyanyian sore hari. Tetapi dia tidak bisa menjadi teman bicara ku. Bulan purnama yang bersinar terang dimalam hari juga tidak mampu menyinari kegalauan hatiku. Lagi-lagi, mereka tidak mampu menggantikan kehadiranmu sahabat.

Kemana dirimu pergi wahai sahabat? kembalilah. Aku merindukan sosok teman yang pernah ku kenal. Aku rindu dengan segala semangat dan jiwa pemberontak mu. Berceritalah kepadaku. Aku akan menjadi pendengarmu. Atau mungkinkah hantu penunggu hutan yang pernah kau jelajahi membawa jiwamu pergi? jika iya, kemanakah aku harus mengejar setan itu sehingga aku bisa mengembalikan jiwamu yang hilang?

Tetapi jika tidak ada yang hilang, jika jiwamu masih utuh, jika tidak ada yang berubah, jika dirimu tidak bersedih seperti yang aku bayangkan, maka aku tidak akan khawatir sahabat. Aku akan berdoa agar segala yang engkau cita-citakan segera tercapai. Jangan pernah menyerah. Kau adalah pejuang tangguh. Seperti apapun rintangan, kau akan menaklukkannya dengan mudah. Kau akan menginspirasi banyak orang dengan karya mu. Kau akan mewujudkan impianmu hidup bahagia di pulau indah berpasir putih.

Kau akan selalu menang sahabatku. Dalam perlombaan hidup, tidak ada yang akan bisa mengalahkanmu. Ibarat panglima perang yang bertempur dengan menggunakan panah, kau akan selalu mengenai target mu dengan baik. Kau akan mewujudkan segala ide jenius mu. Ingatlah, jika dirimu membutuhkan kawan untuk berbagi, maka aku akan selalu ada untuk mendengarkan ceritamu. Aku akan pergi ke alam mimpi. Malam yang sepi sudah semakin kelam. Aku akan bertemu dengan dirimu besok pagi. Hari esok akan lebih baik dari pada hari ini sahabat-ku.

Foto koleksi pribadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s