Hidup Bebas Masalah

Masalah. Hidup tidak akan terlepas dari masalah.  Dan jika permasalahan hidup berhenti maka kehidupan akan berakhir. Setiap orang pasti punya masalah.  Baik kaya ataupun miskin. Orang berpendidikan dan orang yang tidak berpendidikan.  Anak muda, orang tua, laki-laki dan wanita, semua memiliki permasalahan hidup.  Namun tingkatan dan juga bentuk masalah yang dihadapi oleh setiap orang berbeda. Cara orang untuk menghadapi dan bertahan dengan permasalahan yang dia hadapi juga berbeda-beda.

Ada orang yang merasa sudah tidak sanggup lagi menanggung permasalahan hidup, dan mereka memutuskan untuk berhenti dan menyerah.  Misal, remaja yang bermasalah dengan orangtua di rumah memutuskan mengatasi permasalahan dengan minum minuman keras atau mengkonsumsi Narkoba.  Ketika saya di Manokwari Papua, saya sedang menunggu angkutan umum, saya duduk di salah satu balok tua sambil memperhatikan orang yang berlalu lalang.  Salah seorang pemuda papua asli menghampiri saya dan menanyakan lokasi tujuan saya.  Saya bilang kalau saya akan pergi ke salah satu kampung di Papua dan saya sedang menunggu angkutan umum tersebut penuh dan siap berangkat.  Trus dia mulai bercerita kalau dia benci dengan bapak guru di sekolah.  Dia sudah tinggal kelas 2 kali.  Dia bilang kalau guru tersebut tidak adil.  Banyak anak yang lebih nakal dari pada dia.  Tetapi dia tidak habis fikir kenapa hanya dia yang tinggal kelas.  Dia juga bercerita kalau ayahnya marah-marah dan bilang kalau dia anak bodoh yang tidak berguna.  Ayah anak tersebut juga menampar dan memukuli dia.  Setelah hampir satu jam mendengarkan obrolan anak tersebut saya baru mengetahui kalau anak tersebut sedang mabuk.  Itu juga ketika saya beranjak mengampiri angkot saya yang hampir penuh, anak tersebut bilang kalau dia mimum semalam sampai mabuk.  Dan sekarang dia juga masih sedang mabuk.  Well, ternyata saya mendengarkan cerita anak mabuk dari tadi.  Tetapi bagus juga, ketika orang mabuk biasanya mereka akan lebih jujur dengan perasaan mereka.  Anak tersebut merasa frustasi karena tingal kelas dua kali. Dan orangtua anak tersebut tidak lagi dapat mentolelir si anak.  Anak tertekan, dan lingkungan di sekitar anak banyak tersedia minuman keras.  Si anak melampiaskan kesedihan kepada minuman.

Cerita lain saya memiliki seorang teman yang baru kehilangan suami.   Dia masih muda berusia tiga puluhan dan tidak memiliki anak.  Mereka menikah masih belum terlalu lama, baru menginjak usia pernikahan 2 tahun. Teman saya tersebut memiliki pekerjaan yang bagus.  Penghasilan dia selama ini jauh lebih besar dari penghasilan suami.  Mereka berdua hidup sederhana, mereka kompak dan lebih terlihat sebagai seorang sahabat dari pada pasangan suami-isteri.  Setelah kehilangan suaminya, teman saya memutuskan berhenti kerja dan pindah ke tempat lain. Dia akan mencari pekerjaan baru.  Menurut teman saya, jika dia masih bekerja di Jakarta maka dia akan selalu teringat dengan suaminya.  Sedangkan jika dia pindah ke kota kelahirannya setidaknya dia punya keluarga yang bisa menghiburnya.    Cara dia menghadapi masalah adalah dengan pindah kota.  Meski harus meninggalkan pekerjaan yang dia cintai.  Dia menganggap kalau keputusan tersebut adalah hal yang terbaik.

Saya hanya bisa mendengarkan tanpa bisa memberikan saran. Dia mengetahui mana yang lebih baik bagi dia.  Saya tidak tahu harus berkata apa ketika dia selalu membawa album foto suaminya kemana-mana bersamanya.  Album tersebut berukuran besar dan berat.  Dia membawanya kemanapun dia pergi.  Dia melihatnya di malam hari dan juga pagi hari.  Teman saya tersebut sudah cukup banyak merasakan asam garam kehidupan.  Dia orang yang kuat dan tabah.  Saya tidak habis fikir kenapa dia mesti diberi cobaan yang lebih berat lagi.  Dengan gampang orang akan bilang “sabar ya”,  “Badai pasti berlalu”.  Namun bagaimana jika badai yang satu berlalu dan badai yang lain datang lagi?

Saat ini teman saya menginap ditempat saya.  Saya tidak tahu bagaimana cara menghibur dia.  Kemarin saya memasak beragam-macam masakan dan mengundang beberapateman ke rumah.  Saya berharap dengan cara ini teman saya tersebut terhibur.  Namun tidak juga.  Dia masih sedih dan larut dengan kesendiriannya.  Saya sendiri juga sedang berjuang dengan beberapa permasalahan yang saya hadapi.  Dan saya juga berharap agar orang lain juga melakukan hal yang sama.  Jangan menyerah.

Satu bulan yang lalu ketika saya berkunjung ke salah satu kota di Sumatra.  Saya bertemu denganseorang perempuan cantik.  Si mba itu riang dan ceria.  Dari seorang sahabat yang mengenal baik mba itu, saya mengetahui kalau mba tersebut adalah penulis terkenal dengan segudang penghargaan.  Dia orang yang sangat bijak dan humble. Saya memiliki kesempatan untuk berbicara panjang lebar dengan dia ketika dia menginap dua malam di rumah sahabat saya, yang mana saya juga menginap disana.  Dia  sudah jatuh bangun dalam hidup.  Dia sudah bepergian ke seluruh belahan dunia.   Dia sudah menulis banyak cerita.  Dia sudah menginspirasi banyak hidup.  Dengan jarinya, dia menciptakan karya dari kisah kehidupan yang dia saksikan, menggali sisi baik dari sisi buruk dan menyajikannya.  Dia membuka mata, telinga dan juga mengetuk pintu hati banyak orang untuk lebih peka terhadap permasalahan sosial.  Dengan penderitaan hidup yang dia alami, dia tidak menyerah.  Dia menjadi wanita kuat, sukses dan sensitif dengan penderitaan orang lain.  Jika dia memilih menyerah dengan cobaan hidup maka dia tidak akan menjadi seperti sekarang.
Jika anda yang sedang membaca blog ini juga memiliki permasalahan hidup, semoga anda segera memperoleh jalan untuk menyelesaikan permasalahan anda.  Jangan pernah menyerah.  Anda harus percaya kalau badai pasti akan berlalu.  Mungkin tidak saat ini.  Mungkin akan membutuhkan  waktu bulanan, tahunan, atau bahkan mungkin lebih lama lagi.  Namun jangan pernah kehilangan harapan.    Ingatlah jika anda tidak berjuang sendiri dalam hidup ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s