Wanita Super

Saya mengagumi rekan kerja saya. Bagi saya dia adalah sosok yang luar biasa. Saya tidak banyak bicara dengannya. Meskipun kita bekerja di kantor yang sama. Dia adalah seorang ibu dan juga wanita karir. Dia pintar namun tidak pernah menelantarkan keluarga. Dia memiliki kehidupan yang sempurna. Dia cantik, dan memiliki suami yang juga rupawan. Dia memiliki anak-anak yang manis dan cerdas. Dia juga tidak kekurangan harta. Dia sudah bepergian keliling dunia. Satu lagi, dia juga orang yang taat beragama.

Dia, membuat saya berfikir ulang mengenai definisi saya akan kehidupan. Sebelum mengenal dia saya meyakini kalau kesempurnaan di dunia ini hanyalah milik pencipta. Itupun jika pencipta itu ada. Ketika bertemu dengannya, saya berfikir, bahwa ditengah carut marut dunia, ternyata masih ada kesempurnaan yang tersisa. Dia selalu tersenyum. Dia selalu riang. Kehadirannya di kantor selalu membawa energi yang positif. Mungkin karena dia sibuk dan saya juga sibuk, kita jarang mengobrol. Hingga beberapa bulan lalu, ketika iseng saya mampir ke ruangan kerjanya, kita terlibat dalam sebuah percakapan yang menarik. Dan setelah mengenal dia lebih dekat, saya jadi semakin mengaguminya. Dari dirinya saya belajar banyak hal.

Jika pada artikel sebelumnya saya menulis judul “Hidup Bebas Masalah” maka dia adalah percontohan yang tepat untuk itu. Dan ternyata semua orang bisa menjadi seperti dia jika saja kita mau mencoba. Menurut dia, dia hanya orang biasa. Dia berasal dari keluarga menengah dan dia masih tetap harus berjuang untuk mendapatkan apa yang dia inginkan dalam hidup. Namun yang membuat dia berbeda adalah fikiran positif yang selalu dimilikinya. Dan ternyata sinar dan energi yang membuat saya kagum selama ini berasal dari fikiran positifnya. Dia pribadi yang sederhana. Dia sosok yang bijak. Dia melihat hidup bagaikan pelangi dengan warna-warna yang indah. Dan dengan keyakinan itu, dia memiliki kehidupan yang indah.

Jika anda adalah wanita yang bekerja, dan dengan berbagai alasan, anda meragukan diri anda. Anda meragukan kalau anda tidak bisa melakukan hal yang anda senangi, karena anda harus meninggalkan anak dirumah. Anda merasa bersalah. Anda menganggap anda sebagai ibu yang tidak bertanggung jawab. Jika memang anda merasakan hal yang demikian, maka berhentilah berfikiran seperti itu. Rekan kerja saya tersebut memiliki dua anak, dia dan suaminya bekerja. Tetapi mereka sudah membuat komitmen kalau merawat dan menyayangi anak bukan hanya tugas seorang ibu, namun juga merupakan tugas seorang ayah. Jika ibu harus bertugas ke luar kota, atau jika  harus pulang terlambat  maka ayahlah yang akan menemani anak dirumah. Demikian jika sebaliknya, jika suami anda sibuk maka anda bergantian yang menjaga anak.

Rekan saya tersebut memiliki asisten rumah tangga, yang bertugas membersihkan rumah, memasak, menjaga dan bermain bersama anak. Dia juga memutuskan hanya bekerja 4 hari dalam seminggu sehingga dia menghabiskan banyak waktu dengan keluargannya.

Saya berfikir kalau anak dia pasti bahagia dan bangga memiliki ibu dan ayah yang pengertian seperti itu. Saya akan bilang kalau anaknya adalah anak yang beruntung. Dan semoga si anak juga bisa tumbuh menjadi pribadi sukses seperti ibunya. Balik lagi kepada pandangan saya mengenai kehidupan. Jika saya akhirnya menemukan orang yang memiliki kehidupan sempurna, maka saya diingatkan akan fakta kalau rekan kerja saya hanya satu orang yang beruntung dari sekian ribu orang yang tidak beruntung. Banyak orang tidak seperti dia. Banyak ibu yang harus ikut bekerja, bukan karena kerjaan tersebut adalah hal yang disenangi oleh si ibu, atau karena si ibu bekerja untuk mengaktualisasikan diri, namun karena keharusan. Ya, banyak ibu di dunia ini harus bekerja membanting tulang untuk memastikan agar perut anaknya tidak lapar. Agar anaknya memiliki gizi yang cukup dan agar anaknya mampu untuk membeli buku sekolah.

Tetapi untuk kali ini saya akan menyudahi tulisan saya disini. Saya percaya kalau hidup itu maha adil. Dan jika terdapat ketidakadilan maka banyak orang  akan memperjuangkannya.

Foto koleksi pribadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s