Siti Nurbaya atau Malin Kundang

Apa yang terbayang oleh anda ketika mendengarkan kata Minang Kabau? fikiran anda akan segera membawa anda sebuah negri nan indah bak lukisan, panorama yang memukau, udara yang segar dan makanan yang menggelitik lidah anda. Sekarang kita jarang mendengar nama minang kabau, nama Minang Kabau sudah diganti dengan nama Sumatra Barat sebagai nama sebuah provinsi. Dan orang-orang dari provinsi Sumatra Barat ini sering disebut sebagai “orang padang”. Padahal Padang sendiri adalah nama ibu kota Sumatra Barat, sebutan yang benar untuk merujuk pada orangnya adalah ‘orang minang kabau’. Dulu terdapat istana pagaruyung yang wilayahnya meliputi Sumatra Barat sekarang dan wilayah sekitarnya. Kerajaan ini runtuh pada masa perang padri, dimana raja terakhirnya, Sultan Tangkal Alam Bagagar meninggal pada masa pembuangan pemerintah Hndia Belanda di Batavia pada tahun 1849.

Kerajaan Pagaruyung adalah kerajaan Melayu, yang berdiri sekitar abad 13, dan mendapat pengaruh Islam pada abad 14. Pengaruh Islam berkembang di abad 16, melalui musafir dan pedagang dari Aceh dan Melaka. Dan pada abad ke 17, kerajaan pagaruyung berubah menjadi kesultanan Islam. Sejak masuknya pengaruh Islam, ajaran adat yang bertentangan dengan ajaran islam mulai dihilangkan, dan hal-hal yang pokok dalam adat diganti dengan ajaran agama islam. Hal inilah yang menimbulkan perang Padri, perang saudara, yaitu perang antara kaum ulama dan kaum adat. Jika anda tertarik lebih banyak mengenai sejarah minang kabau anda bisa mencari buku sejarah minang kabau diperpustakaan atau bisa membaca di wikipedia. Sebagian yang saya tulis diatas diambil dari wikepedia.

Minangkabau juga terkenal karena sistem matrilinealnya, yaitu sistem kekerabatan yang mengikuti garis ibu. Dalam pembagian harta warisan menurut adat, harta akan jatuh kepada fihak perempuan, bukan laki-laki. Itulah salah satu alasan kenapa banyak kaum laki-laki minangkabau yang pergi merantau. Dikisahkan kalau perempuan minangkabau di zaman dahulu boleh memasuki ranah politik dan juga bisa menjadi pemimpin. Namun itu dulu, sekarang masyarakat Sumatra Barat tidak ubahnya dengan masyarakat patriarki lain di Indonesia. Tinggal dirumah gadang sudah tidak umum lagi. Rumah tangga dikepalai oleh suami, dan keluarga terdiri dari keluarga inti, bukan lagi extended family. Banyak generasi muda, terutama yang tinggal di daerah perkotaan, atau yang tinggal perantauan yang sudah tidak mengenali adat lagi. Kejayaan Pagaruyung di masa lalu hanya tinggal cerita. Bahkan cerita itupun sekarang sudah tidak dibaca dan terlupakan. Sama halnya dengan anak muda lainnya di Indonesia yang sudah melupakan sejarah bangsanya.

Hal yang tidak berubah mengenai Ranah Minang adalah pemandangan alamnya. Jika anda gemar jalan-jalan dan wisata kuliner maka Sumatra Barat adalah daerah wajib untuk anda kunjungi. Kota padang, yang menjadi Ibu Kota Sumatra Barat merupakan kota yang bersih, rapi dan indah. Seluruh gedung pemerintah memiliki gaya bangunan seperti rumah gadang, dengan atap khasnya. Perpaduan dari bangunan modern dengan warisan tradisi. Sungguh Indah. Namun sayang, banyak bangunan yang rusak paska gempa 2009 kemarin, sehingga jika anda berkunjung ke kota Padang tahun ini, maka anda tidak akan menemukan keindahan sebagai mana yang sudah disaksikan oleh parawisatawan yang berkunjung kesana sebelum terjadinya bencana. Anda dapat mengunjungi gunung padang, yang tak jauh dari jembatan Siti Nurbaya. Dengan trekking pendek, sekitar 40 menit anda akan sampai di puncak gunung Padang, dan anda bisa menyaksikan pemandangan yang memukau dari atas. Anda juga bisa mengunjungi kuburan seorang wanita, yang dikenal sebagai makan Siti Nurbaya. Selama anda trekking, jika anda beruntung, anda bisa menyaksikan monyet bergelantungan di pohon. Aktivitas trekking akan menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan. Selain gunung Padang, anda bisa naik kendaraan umum dari daerah Pasar Raya, menuju ke Pantai Air Manis. Anda pernah mendengar mengenai Malin Kundang? anda bisa menyaksikan bekas kapal yang menjadi bukti bahwa Malin Kundang dan kapalnya telah menjadi batu. Tetapi lagi-lagi, karena bencana alam, anda tidak akan bisa menyaksikannya secara utuh. Pantainya sendiri sangat indah. Anda juga bisa menyebrang ke sebuah pulau kecil, dan dari pulau tersebut anda bisa menyaksikan kapal-kapal berlayar menuju dan dari teluk bayur. Di bibir pantai banyak pedagang kecil yang menjual makanan, sate dan rujak padang, bisa dijadikan salah satu pilihan santapan selagi anda disana. Waktu yang tepat untuk berkunjung adalah ketika cuaca cerah, meskipun suhu agak panas, namun pemandangannya sungguh indah luar biasa.

To be continued

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s