Kegagalan dan awal baru

It is not what happens to you but HOW you react to it that matters.

Secara tidak sengaja saya berbincang dengan salah seorang rekan kerja, yang juga merupakan teman yang cukup dekat (namun tidak terlalu dekat).  Sebelum saya membahas mengenai isi perbincangan saya dengan teman tadi, saya akan membahas sedikit mengenai istilah ‘teman’.

Saya merasa kalau saya tidak memiliki banyak teman. Bukan karena tidak ada orang yang mau berteman dengan saya, namun karena saya membatasi diri saya sendiri.  Saya suka menjauh ketika saya sudah mulai terlalu dekat dengan seseorang.  Saya tidak suka menghabiskan banyak waktu apalagi menginap di rumah teman. Sebaliknya, saya juga tidak suka jika teman menghabiskan banyak waktu atau menginap di rumah saya.  Saya menyukai kesendirian. Aneh memang.  Namun saya memiliki alasan saya sendiri. Waktu luang saya tidak banyak, setidaknya pada saat ini, jadi waktu yang tersisa ingin saya habiskan dengan mendengarkan musik serta membaca buku.

Saya adalah tipikal orang yang tidak akan kesulitan jika ditinggal sendiri hidup di hutan.  Karena saya sudah terbiasa hidup dalam kesendirian.  Saya adalah tipikal orang yang suka lupa dengan tanggal ulang tahun teman, bahkan saya sendiri juga sering lupa tanggal ulang tahun orang tua dan saudara saya.  Saya bukan orang yang akan langsung membalas sms, atau akan berlari-lari mengejar hp yang ketinggalan untuk menjawab panggilan seorang teman. Meskipun demikian, saya tidak akan pernah tega melihat teman saya kesusahan.  Saya akan membela mereka jika mereka disakiti, saya akan memberikan apa yang dia minta jika mereka membutuhkan.

Kadang saya berfikir kalau saya ini ‘aneh’, kenapa? Karena saya terlalu serius dan sibuk dengan fikiran saya. Namun sungguh diluar dugaan, ternyata ada orang yang melihat saya sebagai sosok yang ceria dan sosok yang optimis.

Saya sering mengalami kegagalan dalam hidup, dan hidup sering berjalan tidak seperti yang saya harapkan.  Anehnya saya tidak pernah bisa mengingat kapan saya pernah berhenti berjuang.  Terlepas banyak hal yang saya hadapi, terutama bergulat dengan fikiran negatif, saya selalu berusaha, dan yakin kalau suatu saat situasi akan berbeda.  Kalau saya akan bisa menggapai apa yang saya inginkan. Saya selalu mencari cara dan juga belajar dari buku serta pengalaman hidup orang lain. Saya selalu mencari alasan kenapa kita harus terus berusaha tanpa pernah menyerah.  Dan tanpa saya sadari, orang melihat hal tersebut dalam diri saya. Kalau saya adalah orang yang berfikiran positif.

Itu bukan kali pertama saya mendengar, sudah beberapa tahun terakhir saya sering mendengar. Tetapi benarkan saya selalu berfikiran positif? Tidak juga.  Saya hanya berusaha. Adakalanya ketika saya mempertanyakan “keoptimisan’ saya.  Sering saya ragu dengan begitu banyaknya hal buruk yang sudah terjadi.  Saking banyaknya, bahkan saya tidak bisa melihat hal yang indah yang terjadi dalam hidup saya. Tujuan hidup sayapun juga sudah berubah, kalau dulu saya mempunyai seribu mimpi, dimana saya hidup untuk mengejar mimpi tersebut, sekarang malah sebaliknya, saya menjalani hidup dengan membiarkan semua mimpi itu pergi. Melepaskan semua keinginan dan ambisi. Dan menjalani hidup dengan tenang.

Tenang? Benarkah? Mungkin, setidaknya saya tidak akan kecewa.  Meskipun demikian, saya menyalurkan kekuatan dan semua impian yang pernah saya rasakan ke orang lain. Saya berharap kalau orang-orang disekitar saya bisa sukses dalam hidupnya. Saya berharap agar bisa menginspirasi hidup mereka sehingga mereka mampu melakukan hal-hal yang besar.

Saya berharap kalau orang bisa sukses meraih mimpinya dan menjadi seperti yang dia inginkan. Saya berharap orang-orang disekitar saya merasa hidupnya bermakna, dan juga bisa memberikan makna bagi kehidupan orang lain. Dan baru hari ini, ketika saya menulis artikel ini, saya menyadari kalau mimpi saya ‘tidak’ benar-benar mati. Ternyata saya mempunyai mimpi baru. Yaitu, menjadi berguna dan memberikan inspirasi bagi orang lain untuk menggapai harapannya. Memotivasi orang untuk tidak menyerah dalam mencapai cita-cita.  Mengingatkan orang agar menjalani hidup dengan semangat dan tersenyum.  Ya, bukan mengenai hal apa yang pernah terjadi dalam hidupmu, namun bagaimana kamu menyikapinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s