Catatan tengah malam

Saat ini sudah menunjukan pukul 11.30 malam. Namun mata saya masih belum mengantuk. Justru yang aneh, pada jam seginilah keinginan saya untuk menulis suka muncul.

Saya sudah meninggalkan Jakarta selama tiga hari, dan baru kembali sore tadi. Dan selama bepergian, saya sengaja tidak membawa laptop. Saya berusaha mengurangi keranjingan saya untuk melakukan apa saja yang berhubungan dengan komputer. Rasanya menyenangkan selama tiga hari tidak bersentuhan dengan komputer dan juga Internet.

Tetapi sesampainya di rumah, saya segera membuka internet, saya memeriksa email yang masuk, dan membacanya. Saya memperoleh beberapa email dari teman tetapi tidak segera membalasnya. Sedangkan alamat email kantor sengaja tidak saya buka. Saya akan membukanya besok pagi. Hal yang paling saya rindukan ketika jauh dari komputer dan internet adalah saya rindu dengan blog saya. Blog bagaikan sebuah diari bagi saya. Bedanya saya tidak bisa menyebutkan semua detail dan kebenaran seperti halnya di dalam buku diari, kenapa? karena semua orang bisa mengakses blog ini. Itulah alasan dalam beberapa cerita, nama orang terkait saya samarkan. Saya tidak ingin mengganggu privasi mereka, dan tidak  semua orang ingin namanya dan juga hal terkait dengan hidupnya menjadi konsumsi publik.

Saya berfikir apakah zaman sekarang ini masih ada yang suka menulis buku diari? menulis curahan perasahaan, apa yang ditemui dan juga apa yang dia fikirkan di sebuah buku? jika ada, maka saya salut dengan orang tersebut dan menurut saya memiliki buku diari adalah suatu hal yang positif.  Bagaimanapun anda perlu berhati-hati dalam menyimpannya, karena-kadang kebenaran yang anda tumpahkan dalam buku tersebut belum tentu bisa dipahami dan dimengerti oleh orang lain. Atau ada yang mengatakan kalau Not Knowing is Better. Misal, anda mugkin tidak menyukai kakak anda, dan anda mencurahkan rasa tidak suka anda pada buku tersebut, dan mungkin secara tak sengaja (atau bisa juga sengaja) kakak anda tersebut membaca buku diari anda, dan dia tidak suka dengan apa yang anda tulis.

Balik lagi mengenai saya. Kondisi fisik saya hari ini tidak begitu fit. Saya menderita flu 2 hari ini. Dan malam ini, AC dikamar saya juga tidak berfungsi. Suhu di Jakarta sangat panas. Untuk mengatasinya, saya buka jendela kamar. Syukurlah saya memiliki 3 jendela besar yang bisa saya buka. Ketika saya buka jendela kamar saya langsung melihat kegelapan dan kelebatan pohon bambu (tak ketinggalan nyamuk yang menyerbu masuk). Dan juga nyanyian jangkrik dan binatang malam lainnya ikut menemani. Sayanya tenang dan menyenangkan.

Kadang saya berfikir kenapa saya menghabiskan waktu saya dengan menulis di blog ini, hal yang sama yang juga ingin saya ketahui dari orang lain yang memiliki blog. Ternyata, sama dengan sebagian blogger lainnya, saya menulis berharap apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi orang lain. Saya percaya jika bangsa ini suka membaca dan menulis maka Indonesia akan menjadi negara yang maju.

Berbicara mengenai kemajuan Indonesia, saat ini saya sudah memulai membaca kelanjutan dari buku Bumi Manusia, judulnya adalah Anak semua Bangsa. Namun progess saya sangat lambat, Saya sudah membeli buku ini lebih dari satu bulan yang lalu, tetapi saya baru sampai pada halaman 142. Sayang harga buku disini masih mahal, misal, buku Anak Semua Bangsa saya beli seharga 90 ribu. Bagi orang yang sudah bekerja, mungkin ini bukan masalah, namun bagi orang yang masih tergantung dari pendapatan orang tua, maka hal ini adalah kendala.  Jangan berputus asa,  ingat banyak jalan menuju roma. Jika anda tidak bisa membeli, anda bisa meminjam, carilah teman yang hobi membaca, anda bisa bertukar buku dengan mereka. Atau jangan lupa untuk menjadi anggota perpustakaan. Di Jakarta cukup banyak perpustakaan. Di departemen pendidikan ada perpustakaan, di Jakarta Selatan juga ada perpustakaan daerah. Koleksi bukunya lumayan. Atau anda juga bisa ke Erasmus Huis, kalau tidak salah, mereka juga memiliki perpustakaan (untuk satu dan dua, saya udah menjadi member, namun untuk yang di Erasmus Huis, saya belum tahu, silahkan dicari tahu).

Saya memiliki banyak cerita dari perjalanan saya keluar kota tiga hari kemarin. Sayang mata saya sudah mulai mengantuk, maka saya harus menundanya sampai besok (Atau besoknya lagi).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s