Mother, How are you today?

Mother, how are you today? Here is a note from your daughter. With me everything is ok.

Mother, how are you today? Mother, don’t worry, I’m fine. Promise to see you this summer. This time there will be no delay. Mother, how are you today?

Suara lagu yang saya putar di DVD player melantun dengan indah.  Lagu yang cocok sekali dengan kegiatan yang sedang saya lakukan.
Saya sedang packing, karena siang nanti saya akan berangkat ke Bandara Soekarno Hatta.  Saya akan pulang. Ya, dan mother, saya akan berjumpa dengan mu.
Dirimu adalah alasan utama saya pergi meninggalkan rumah.  Tetapi itu dulu, 9 tahun yang lalu.  Sekarang segala sesuatunya sudah berubah.  Mungkin belum sepenuhnya berubah seperti yang saya harapkan, tetapi tetap perubahan sekarang jauh lebih baik.  Jika selama ini saya sering mengeluhkan kalau dirimu bukan ibu yang sempurna, maka sekarang saya juga menyadari kalau saya juga bukan putrimu yang sempurna. Tiada yang sempurna di dunia ini.  Dan kenapa kita harus berdebat mengenai kesempurnaan itu.  Mother how are you today? saya rindu dengan dirimu.  Saat ini, dirimulah alasan saya pulang.  Dirimu tahu kalau saya sangat rasional.  Bagi saya bertemu dengan dirimu tidak harus ketika lebaran.  Saya benci mengadapi kemacetan dan juga berdiri ditengah tumpukan manusia di bandara. Tetapi ketika saya ingat dirimu, saya jadi tersenyum, dan tidak lagi melihat kemacetan dan penuh sesak manusia sebagai hambatan.

Benarkah dirimu dulu yang menjadi alasan saya pergi? iya, itu benar.  Namun sekarang saya tidak lagi menyimpan rasa kesal. Waktu sudah menghapus itu semua.
Meskipun saya sudah meninggalkan rumah dalam waktu yang lama, tetapi saya selalu mengunjungimu tiga kali dalam satu tahun.  Atau mungkin belakangan sudah berkurang.  Saya hanya mengunjungimu dua kali dalam satu tahun. Dan itupun hanya untuk kunjungan kurang dari seminggu. Namun dirimu tentu mengerti kalau aku tinggal untuk waktu yang lebih lama maka kita akan berdebat lagi, dan kita akan mengeluarkan kata-kata yang tidak bisa ditarik kembali.  Dulu aku berfikir kalau kita memiliki karakter ibarat langit dan bumi, itulah alasan kenapa kita tidak pernah cocok. Namun baru aku sadari, kalau kita ibarat kembar siam.  kita memiliki watak yang sama. Kita sama-sama keras kepala, dan tidak ada yang mau mengalah.  Semua hobi, karakter, dan banyak hal lainnya didiri saya adalah warisan dari dirimu.  Ah mom, dirimu mungkin akan membaca blog ini, seperti yang saya bilang, sebagian besar isi dari blog ini saya peruntukan untuk dirimu.  I am coming home, Can’t wait to see you mom.
To all the mothers in the world, anak-anakmu tidak akan pernah benar-benar pergi meninggalkan mu.  Mereka akan kembali. Mereka akan terus mencintaimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s