A wise man once said

Diskusi singkat dengan seorang sahabat siang ini.  Usianya masih muda tetapi dia sangat bijak.   Dialah yang membantu saya menjadi lebih dewasa dan menjadi individu yang lebih baik. Dia menyarankan saya agar terus menulis, dan jika bisa jangan hanya diposting di blog namun juga di facebook atau media lainnya.  Saya menanggapi sarannya itu dengan jawaban ringan, saya bilang kalau saya tidak terlalu percaya dengan kualitas tulisan saya.  Tidak ada yang tertarik untuk membacanya.  Saya sendiri juga kadang malu mengakui artikel yang sudah saya tulis.  Saya melupakan ajaran Jan Marais dalam buku bumi manusia-nya pram, bahwa kita sudah harus adil semenjak dari fikiran, dan saya telah melupakan itu dengan tidak menjadi adil terhadap diri saya sendiri.

Saya tidak menyadari hal tersebut hingga sahabat saya mengingatkan saya, bahwa yang menilai tulisan baik atau buruk tersebut bukanlah si penulis, namun itu adalah hak dari pembaca. Hanya pembaca yang berhak menilai manfaat dan kualitas dari suatu tulisan.  Trus dia menambahkan kalau banyak orang bijak bukan memfokuskan terhadap teknik penulisan, namun menekan kepada isu yang diangkat.

Terlepas dari penting atau tidak penting, yang pasti sekarang saya sudah suka menulis.  Saya juga suka membaca. Kakak saya sampai pusing melihat saya selalu memegang buku.  Siang ini seorang teman juga datang ke kantor dan menyerahkan sebuah buku setebal 728 halaman. Buku yang sudah lama ingin saya baca namun tidak mampu saya beli. Dan teman saya tersebut berbaik hati meminjamkannya.  Saya tidak yakin kalau saya akan memiliki waktu untuk membaca buku tersebut, beban kerja saya belakangan bertambah cukup signifikan, maklum sudah mendekati akhir tahun dimana banyak deadline yang harus dikejar.

Saya percaya kalau buku itu adalah jendela dunia.  Meskipun televisi dan Internet juga merupakan membuka akses terhadap dunia yang lebih luas tetapi berbeda dengan membaca buku.  Buku juga meransang imaginasi dan fantasi kita.  Daya khayal kita lebih berkembang dengan membaca buku.  Buku mengajarkan kita untuk menjadi lebih kritis.  Saya menyarankan agar anda membaca beragam buku.  Jangan hanya melihat dunia dari satu sudut pandang.  Namun lihatlah dari sudut yang beragam. Jika anda hanya mengandalkan satu buku atau satu pemikiran tertentu maka anda akan seperti katak di dalam tempurung.  Anda akan menolak ide lain diluar ide yang anda percaya, tanpa memiliki kesempatan untuk menggunakan akal dan logika anda untuk memahaminya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s