Perempuan Indonesia Beruntung?

Pagi ini saya menyempatkan menonton berita di salah satu stasiun TV Indonesia.  Ada empat berita yang berkaitan dengan perempuan yang menarik perhatian saya. Pertama adalah berita mengenai seorang gadis remaja di perkosa oleh 5 orang teman sekolahnya yang sedang mabuk. Minuman gadis tersebut, tanpa pengetahuan si gadis di campur dengan obat, dan setelah itu si gadis diperkosa secara bergiliran.  Cerita kedua mengenai seorang ibu yang memiliki anak laki-laki berusia satu tahun yang tidak mampu membawa anak-nya ke dokter karena tidak memiliki biaya. Si ibu tersebut  bercerai dari suaminya satu tahun yang lalu dan sekarang bekerja sebagai buruh cuci. Berita ketiga adalah mengenai wacana dilakukannya tes keperawanan bagi remaja perempuan di sekolah menengah di Tangerang. Dan yang keeempat berita mengenai istri  salah seorang personil band yang melaporkan pelecehan yang dilakukan oleh suaminya. Suaminya menyuruh si istri menjadi pekerja seks, dan banyak pelecehan lainnya. Karena dilaporkan, si suami menggugat cerai si istri.

Menjadi perempuan tidak mudah, terutama di dunia yang katanya adalah ‘milik lelaki’. Bahkan tak jarang perempuan sendiri juga menghakimi perempuan lain.

Wacana tes keperawanan sebagai prasyarat masuk sekolah menengah atas, tentunya akan menjadi mimpi buruk bagi anak perempuan yang sudah tidak perawan. Mereka akan dikatakan sebagai perempuan tidak benar dan akan terkucil dari pergaulan.  Alasan wacana ini muncul karena tingkat pergaulan bebas yang tinggi dikalangan pelajar.  Pertanyaan selanjutnya adalah kenapa hanya perempuan yang di sorot?  Bagaimana dengan remaja laki-laki yang mungkin dengan pemaksaan telah mengambil kegadisan remaja putri tersebut?  remaja laki-laki yang melakukan hubungan seks dengan gampangnya bisa terbebas dan bahkan tidak menutup kemungkinan dia juga akan menjadi orang yang turut menghujat remaja putri yang tidak lagi perawan.  Jika Perda tersebut  benar-benar keluar maka bisa dipastikan perjuangan perempuan akan lebih berat lagi.

Tak lama setelah menonton berita saya memeriksa email dan inbox saya menemukan sebuah email dari mantan rekan kerja yang sekarang bekerja disalah satu negara di Afrika Timur.  Dari cerita dia kehidupan wanita disini lebih memperihatinkan.  Wanita di Indonesia jauh lebih beruntung dalam banyak hal: pendidikan, kesehatan, pekerjaan.  Disana, perempuan tidak lebih bagaikan sebuah barang.  Semakin kaya laki-laki maka semakin banyak istrinya. Memiliki banyak istri adalah salah satu cara untuk menunjukan kepada dunia kalau dia adalah lelaki kaya dan sukses.  Istri harus melayani segala kebutuhan suami.  Jika suami pulang ke rumah dari bekerja maka istri harus membukakan sepatu dan membasuh kaki suami, menghidangkan makanan dan melayani ditempat tidur.  Perempuan tidak boleh komplain, segala sesuatu yang dilakukan hanya dengan satu tujuan, yaitu membuat senang suami.  Kesenangan atau kebutuhan istri tidak pernah ada di dalam kamus kehidupan, yang ada hanya kesenangan laki-laki.

Secara umum dimanapun di dunia ini wanita, terutama wanita miskin, setiap hari dari kehidupan mereka adalah perjuangan.  Diskriminasi terhadap perempuan miskin lebih tinggi terutama perempuan miskin yang hidup di daerah pedesaan.  Tetapi juga tidak menutup kemungkinan kalau diskriminasi atau perlakuan yang tidak adil juga diterima oleh perempuan yang berpendidikan dan tinggal di daerah perkotaan.  Cobalah buka mata dan pintu hati kita untuk melihat kehidupan perempuan lain di sekeliling kita. Dan jangan segan untuk membantu jika anda melihat ada perempuan yang butuh bantuan.  Hal terkecil yang bisa dilakukan adalah misal, memberikan tempat duduk kepada perempuan hamil yang anda temui di bis, kereta atau di busway.

Saya akan sudahi disini, happy monday for everyone. Semoga kembali siap menghadapi rutinitas pekerjaan setelah dua hari libur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s