Padamu Negri

Baru pulang dari perjalanan yang melelahkan.  Mengumpulkan tenaga dan semangat untuk kembali bisa duduk konsentrasi di depan komputer.  Pinggang, punggung dan bahu masih pegal dan nyeri.  Kehidupan satu minggu terakhir bak lagunya ninja hitaro “mendaki gunung, turuni lembah, sungai-sungai mengalir indah”
Di Negri kita tercinta yang sedang membangun, masih banyak belahan wilayah di provinsi lain di Indonesia yang belum memiliki listrik. Jika kita hanya duduk manis di Jakarta maka kita tidak akan pernah tahu. Gedung tinggi, mall-mall mewah dan juga mobil baru adalah pemandangan yang sering kita temui disini.  Apapun yang kita butuhkan ada, harga makanan terjangkau, dan masakan apapun yang kita inginkan ada. Tetapi tahukah kita kondisi lingkungan wilayah Indonesia lainnya? We believe untill we see.  Segeralah berkemas dan angkat koper anda dan pergilah ke tempat yang belum pernah anda bayangkan.  Dengan kemerdekaan bukan berarti perjuangan ini sudah usai.
Apa yang bisa kita sumbangkan untuk negri ini? Haruskah kita memfikirkannya? atau biarkan pemerintah atau fihak lain yang peduli yang bekerja.  Sadar atau tidak kadang kita sudah menutup pintu hati untuk orang lain. Perasaan dan juga hati kita sudah menjadi beku dan sering kita tidak lagi sensitif dengan apa yang terjadi.  Kita hanya peduli dengan diri kita, keluarga kita, anak-anak, saudara, tetapi tidak orang lain.  Saya sendiri masih sedang dalam tahap berfikir.  Saya merasa kalau saya belum memberikan banyak untuk negri ini.  Di tengah dunia yang menjunjung tinggi capaian duniawi atau materi saya masih belum tahu apa yang bisa saya lakukan. Apakah saya harus menjadi pengusaha kaya dulu dan baru menyumbangkan harta saya untuk mempercepat pembangunan di Negri ini? Atau adakah cara lain.
Yang pasti dari perjalanan saya kemarin, saya bertemu dengan satu orang pria sederhana yang pemikirannya juga sederhana.  Dia sosok humble yang jarang saya temui di kehidupan sekarang. Tujuan hidupnya jelas, dan tujuan hidupnya berbeda dengan beberapa orang yang saya kenal. Dia berfikir mengenai bagaimana bisa memberikan kehidupan yang layak bagi keluarganya namun disaat bersamaan juga bagi orang lain. Kita sudah menjadi teman, dan berteman dengan dia adalah hal yang menyenangkan.  Saya jadi malu dengan diri saya, teman baru saya tersebut telah memulai melakukan perubahan dari hal kecil.  Tetapi meskipun kecil, konstribusi dia berarti dan dihargai banyak orang. Hal ini mengingatkan saya bahwa saya tidak perlu berfikir kompleks. Ada banyak hal yang sederhana bisa saya lakukan untuk negri ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s