Dua Hari Saja

Hari  libur seharusnya digunakan untuk beristirahat dan bersenang-senang.  Setiap orang yang bekerja membutuhkan waktu untuk terlepas dari rutinitas pekerjaan. Tetapi tidak bagi anda yang sedang memiliki banyak tugas yang sedang dilakukan.  Saya berencana  menggunakan waktu akhir pekan ini untuk mengerjakan beberapa tugas pribadi, namun ternyata hal tersebut tidak tercapai.  Setengah hari dari waktu di hari Sabtu saya gunakan untuk kursus bahasa, setengah hari-nya lagi untuk bersosialisasi, makan siang, dan minum kopi.  Di hari minggu ini, setengah hari saya habiskan  untuk tugas rumah seperti menyapu, menyusun buku, mensetrika dan banyak hal lainnya. Setengah harinya lagi digunakan untuk belanja dan makan siang, terus malam hari mengobrol dengan tetangga (yang dihari kerja hal tersebut jarang terjadi), mendengarkan musik, menonton TV dan bersantai. Seharusnya saya senang karena saya telah menggunakan waktu sebagaimana weekend yang seharusnya, tetapi anehnya saya malah merasa bersalah karena tugas pribadi yang ingin saya kerjakan tidak jadi saya sentuh.

Saya tidak bisa bilang kalau waktu liburan dua hari itu terlalu pendek.  Saya juga tidak berharap kalau kita hanya bekerja 4 hari dalam seminggu, dan 3 harinya untuk liburan, mengerjakan pekerjaan rumah, membaca novel, berkebun dan mengerjakan hobi, dll.  Kesalahan saya hari ini adalah saya begitu terfokus kepada ‘banyaknya’ pekerjaan yang ingin saya kerjakan, dan bukannya mengerjakannya.  Jika saja saya merinci tugas yang harus saya lakukan mungkin saya sudah bisa menyelesaikan setengahnya dan masih tetap bisa menikmati weekend untuk bertemu dengan teman, menikmati musik dan bersantai. Seperti kata pepatah sedikit demi sedikit menjadi bukit.

Adapun demikain bersantai dan bersenang-senang bukan hal yang buruk. Besok saya akan bangun lebih pagi dan berusaha menyelesaikan tugas pribadi saya sebelum berangkat ke kantor. Waktu akan selalu cukup bagi orang yang bisa mengaturnya. Jika kita merasa waktu 24 jam sehari tidak cukup itu tentunya karena kita perlu belajar untuk mengatur waktu. Dan tampaknya saya masih harus belajar dalam mengelola waktu lebih baik. Dua hari saja cukup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s