Banjir di Ibukota

Banjir di Jakarta hari ini menyebabkan saya tidak bisa pulang.  Bahkan ada taksi yang dengan jujur menolak untuk mengantarkan saya.  “Maaf bu, bukannya saya tidak mau mengangkut penumpang tetapi daerah tujuan Ibu sedang banjir, dan menurut peraturan perusahaan kami, kami diperkenankan untuk menolak penumpang jika lokasi yang dituju sedang banjir”

Tiga jalur menuju tempat tinggal saya tidak bisa dilewati.  Karena untuk menuju kesana harus melewati jalan kecil yang merupakan dataran rendah dekat sungai dan selalu banjir. Rumah saya sendiri bebas banjir namun untuk menuju kesana saya harus terlebih dahulu melalui jalan banjir tersebut. Banjirnya hampir sedalam satu meter dan panjangnya lebih dari 10 meter.

Karena mustahil untuk pulang sayapun menghubungi teman dan menumpang menginap di rumahnya.  Dia memberikan lampu hijau. Sayapun segera melaju kesana. Namun baru sekitar seperlima perjalanan. Kendaraan yang saya tumpangi sudah tidak bisa bergerak, macet total. Salah satu tukang taksi yang mangkal dipinggir jalan bilang kalau jalanan banjir dan tidak bisa lewat dan dia menyarankan putar balik.  Alhasil saya batal menuju ke rumah teman tersebut. Karena lapar, saya pergi ke mall terdekat dan makan soto ayam panas dengan es teler.  Setelah kenyang saya memutar otak, mengatur strategi mengenai hal apa yang harus saya lakukan.  Tak lupa saya belanja baju kaus dan celana tidur.

Setelah menimbang semua option yang masih terbuka, akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke kantor dan menginap disana.  Di kantor ada kamar tamu yang meski sederhana namun bisa dimanfaatkan. Tetapi ketika saya tiba disana, kamar tersebut sudah terisi, ada teman yang juga terjebak banjir dan memutuskan menginap.  Satu kamar lagi milik security.  Akhirnya saya menginap diruangan rapat dengan membawa kasur dan kain sarung.  Lumayan, tidak terlalu buruk.  Besok pagi-pagi sekali saya akan pulang ke rumah, mandi, berganti pakaian, dan akan kembali ke kantor.  Semoga Jakarta tidak sering banjir karena jika keterusan maka saya harus siap mengalami situasi yang sama lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s