Hidup lebih hidup; Hierarchy of Needs

Pagi ini matahari bersinar cerah.  Saya juga bisa mendengar suara pekikan burung yang melompat dari satu dahan ke dahan yang lain. Tetapi siapa yang akan tahu apa yang akan terjadi di sore hari.  Besar kemungkinan Jakarta akan hujan lagi sore ini, banjir dan macet.  Sambil menunggu kopi panas menjadi dingin, saya melanjutkan menulis sedikit mengenai mimpi dan tujuan hidup.

Saya akan mengutip sebuah artikel yang saya peroleh di  ezinearticles.com.  Menurut Abraham Maslow, tujuan hidup terbesar  seseorang adalah untuk mengaktualisasikan diri. Dengan ini, Abraham bermkasud bahwa kita dilahirkan dengan dorongan untuk memenuhi potensi tertinggi yang kita miliki.

Jika anda pernah belajar ilmu manajemen di bangku kuliah, anda mungkin ingat mengenai ‘Hierarchy of Needs’ yang diciptakan oleh Abraham Maslow.  Aktualisasi diri berada  pada piramida yang tertinggi.   Di Indonesia, banyak warganya masih berjuang di lapisan piramida paling bawah, yaitu physical needs (kebutuhan akan sex, makanan, mobil, rumah, dan lain-lain).  Setelah kebutuhan fisik, kebutuhan selanjutnya adalah ‘safety’, kebutuhan untuk merasa aman dan terlepas dari kejahatan.  Di Indonesia banyak dari kita juga masih berjuang untuk ini.  Kita belum mendapatkan rasa aman yang kita inginkan.  Kita harus was-was ketika  membawa tas, takut kalau tas tersebut di jambret, atau ketika parkir anda khawatir ada orang jahat yang akan mencuri kendaraan anda.  Belum ancaman terhadap rusaknya keberagaman yang dilakukan oleh kelompok tertentu yang merasa diri mereka lebih baik dari kelompok lain.  Lapisan piramida tingkat dua ini juga masih belum tercapai di negri kita, khususnya untuk warga Jakarta pada umumnya.

Lapisan piramida selanjutnya adalah  Kebutuhan Cinta, setiap orang ingin mencintai dan dicintai.  Berikutnya adalah esteem needs: kebutuhan untuk dihormati dan dikagumi. Kemudian ada kebutuhan kognitif dan kebutuhan estetika. Kebutuhan kognitif mencakup keinginan kita terhadap pengetahuan, sementara kebutuhan  estetika  merupakan keinginan bawaan  untuk mengalami dan menghargai keindahan.
Pada tingkat paling atas adalah tingkat kebutuhan aktualisasi diri, tujuan akhir manusia. Kebanyakan orang terjebak pada tingkat yang lebih rendah. Mereka tidak bisa pergi jauh, karena mereka belum mau melepaskan kesenangan di tingkat dimana mereka berada.   Atau mereka tidak menemukan kepuasan pada tingkat tersebut dan mereka menginginkan lebih dilapisan piramida yang tidak ingin mereka tingggalkan.

Menurut Maslow, hanya sedikit orang yang pernah benar-benar mengaktualisasikan diri mereka, diantaranya adalah: Abraham Lincoln, Albert Einstein, dan Eleanor Roosevelt. Orang-orang tersebut memiliki kesamaan  sifat, antara ciri lain:
1) Merdeka dari pendapat dan pengaruh orang lain, 2) Spontanitas, 3) Menerima diri mereka, 4) Mereka adalah ‘task-centered’, 5) Mereka tahu bagaimana menghargai hal-hal duniawi, 6) Mereka memiliki hubungan interpersonal yang mendalam dan sehat, 7) Mereka memiliki belas kasih bagi kemanusiaan

Sekarang mari kita lihat diri kita.  Di piramida manakah kita berada saat ini? Sudah kah kebutuhan dasar kita tercukupi? Bagaimana dengan kebutuhan lainnya, rasa aman, cinta, pengetahuan, estetika, dan lain-lain. Apakah kita sudah merdeka secara fikiran, atau kita masih belum percaya diri sehingga kita masih khawatir dengan pendapat orang lain?  Apakah anda sudah menerima diri anda apa adanya? Menerima kalau bentuk fisik anda tidak sempurna?atau kalau anda tidak sepintar adik anda? Apakah anda peduli dengan orang lain disekitar anda? Apakah anda peduli dengan kerusakan yang terjadi di bumi dimana anda tinggal?

Untuk bisa menggapai aktualisasi diri, seseorang tidak harus menjadi sempurna.  Lincoln pernah mengalami depresi dalam hidupnya.  Kelebihan dari nama-nama yang disebutkan diatas adalah mereka sudah mencapai banyak hal dalam hidup dan mereka tetap rendah hati.  Aktulisasi diri adalah menjadi jujur terhadap diri sendiri dan orang-orang disekitar kita.  Mensyukuri apa yang kita miliki, seperti pekerjaan, keluarga. Jalani hidup dengan semangat dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Jika anda pagi ini dalam perjalanan ke kantor, ingatlah bahwa tujuan hidup anda tidak hanya sekedar bekerja untuk mendapat gaji yang kemudian digunakan untuk membayar cicilan rumah, mobil, kartu kredit dan uang sekolah anak.  Masih banyak piramida lain yang harus anda lewati.  Ingat juga bahwa banyak orang lain yang juga membutuhkan bantuan anda, tidak hanya keluarga inti yang memiliki darah dengan anda yang harus anda fikirkan. Namun juga orang-orang disekitar anda yang kurang beruntung.  Dengan memberikan kehidupan bagi orang lain, anda akan membuat kehidupan anda lebih hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s