Againts the trends

Jangan nilai buku dari sampul-nya. Anda tentunya familiar dengan pepatah tersebut namun untuk zaman sekarang belum tentu anda masih setuju dengan pepatah tersebut.  Jika benar isi dari buku tersebut bagus maka kenapa sampulnya tidak dibikin bagus? Artinya, untuk dua buku yang isi-nya sama-sama bagus maka jika kulitnya juga bagus maka buku tersebut akan lebih dipilih.  Setidaknya itulah nilai yang saya pelajari hari ini.

Saya orang yang percaya bahwa saya bisa merubah dunia.  Orang yang akan merubah nilai-nilai atau trend yang dianut oleh banyak orang zaman sekarang.  Misal, ketika ukuran bagi seseorang untuk dihormati adalah dinilai dari jabatan, harta, tingkat pendidikan, penampilan dan kecantikan, maka saya berusaha tampil menjadi diri saya apa adanya.  Mungkin kita mendengar banyak orang di Ibu Kota hidup dari gali lobang tutup lubang.  Misal, dengan memiliki 3 kartu kredit dan hanya membayar tagihan minimal.  Banyak orang, yang kadang tidak disadari, dikarenakan tuntutan sosial dan lingkungan harus “menyesuiakan” diri terhadap standar tertentu.

Misal, jika mengenakan pakaian maka kalau bisa pakaian tersebut harus branded, tas branded, yang desain dan tren harus sesuai dengan perkembangan zaman.  Maka sering orang terpaksa mengeluarkan duit di dompet atau menggesek kartu kredit karena tidak ingin tersisihkan dari pergaualan.    Susah untuk menjadi diri sendiri ditengah dunia materialistis seperti sekarang.  Hampir semua orang sudah terpengaruh dari iklan di TV atau majalah yang dibaca. Atau terpengarus oleh trend dan kode etik professional yang diciptakan oleh barat.   Bahwa untuk menjadi keren, HP haruslah Black Berry, Notebook haruslah Mac, dan banyak standar ‘keren’ lainnya yang ditetapkan oleh media.

Terus pertanyaannya, bisakah kita tampil menjadi diri sendiri? Bisakah kita tidak mengikuti trend yang sedang berkembang? Bisakah kita berpenampilan “apa adanya?”  Jawabannya tidak, jika kita hidup didalam sebuah sistem. ‘Tidak bisa’ jika kita adalah seorang professional, yang baik suka atau tidak suka maka kita harus memenuhi standar berpakaian tertentu.  Misal, saya tidak terlalu suka berpakaian formal. Atau bisa dibilang kalau selera berpakaian saya sangat parah.  Saya cenderung cuek dengan penampilan.  Namun adapun demikian saya juga memenuhi aturan tertentu dalam berpakaian, misal, saya akan selalu menggunakan pakaian yang wangi dan rapi.

Setelah hidup lama di daerah terpencil dan hidup di dalam dunia ideal yang saya ciptakan, saya tidak lagi mengikuti ‘aturan’ yang berlaku. Untuk acara formal saya tetap berpenampilan kasual. Dan tentu saja ini salah.  Seperti hari ini, saya menghadiri sebuah acara di hotel bintang lima di Jakarta, dan saya hampir tidak dibolehkan masuk karena saya mengenakan ‘sendal’ bukannya sepatu.  Di bagian security hotel tertulis jelas bahwa tidak boleh masuk jika menggunakan sendal.  Di dalam acara tersebut, professional perempuan berdandan formal, rapi, dengan blazer, make-up lengkap dan wangi.  Sedangkan peserta laki-laki terlihat ganteng dengan menggunakan jas hitam dan dasi.  Itulah nilai yang berlaku, suka atau tidak suka maka saya harus mengikuti-nya. Saya hanya bisa berpakaian ala Bob Sadino jika saya sudah sekaya dan terkenal dia, namun jika belum, maka jangan berfikir untuk menciptakan ‘standar’ sendiri.

Tetapi tetap saya berfikir mengenai sebuah dunia ideal, dunia dimana kita tidak diatur oleh aturan yang kadang diciptakan tanpa alasan yang jelas.   Dunia ideal dimana orang tidak dinilai dari ‘penampilan’-nya. Dunia yang tidak diskriminatif terhadap orang-orang yang tidak bisa tampil memenuhi ‘standar’ yang ditetapkan oleh media. Dunia dimana orang yang naik mobil mewah dengan orang yang naik bajai akan dihormati dengan kadar yang sama.  Apakah dunia tersebut ada? Jawabannya ‘tidak ada’ tetapi kita bisa ‘menciptakannya’.

PS: Foto di download dari google

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s