Remember me, remember them!

Apakah anda ingat hari ulang tahun orangtua dan saudara Anda? Bagaimana dengan ulang tahun teman-teman anda? Atau apakah anda tipikal orang yang suka memberikan hadiah kepada teman atau saudara.  Misal, Anda memberikan hadiah kepada saudara karena dia baru lulus kuliah dengan nilai terbaik di fakultas-nya.  Atau anda memberikan teman souvenier ketika anda berwisata ke luar kota atau ke luar negri.

Dahulu saya adalah tipikal orang yang percaya kalau mencintai seseorang cukup di dalam hati.  Saya berharap kalau orang tua, saudara, dan teman-teman saya mengerti kalau saya menyayangi mereka meski saya lupa dengan tanggal lahir mereka.  Atau jika saya bepergian dan tidak membawakan oleh-oleh untuk mereka. Atau jika saya tidak berkirim email, surat, sms dan juga tidak menelfon. Saya tetap menyayangi mereka di lubuk hati terdalam. Bagi saya hari ulang tahun adalah hari biasa saja, tidak ada yang istimewa.  Bukannya saya tidak mau membeli oleh-oleh, namun kadang repot memilih dan membawa-nya.  Untuk biaya sebenarnya tidak masalah, karena mereka biasanya tidak mengharapkan oleh-oleh yang mahal, mereka hanya berharap mendapatkan sesuatu untuk dikenang.

Tidak selalu apa yang saya anggap itu benar: saya tidak bisa menyayangi mereka di dalam hati.  Salah seorang sahabat lama mempertanyakan kenapa saya tidak pernah menelfon dia.  Kenapa harus dia yang selalu lebih dahulu menghubungi saya.  Terus saya berusaha menjelaskan kalau saya tidak menelfon bukan berarti saya lupa, namun karena kesibukan dan lain hal.  Kapanpun teman saya butuh bantuan saya akan datang membantu.  Bagi saya hal tersebut lebih bermakna dari pada basa-basi yang tidak jelas.  Tetapi saya salah.  Teman saya menambahkan bahwa dia tidak mengharapkan hal yang besar, yang dibutuhkan hanya perhatian kecil dari seorang teman. Misal, dengan berkirim pesan secara rutin ketika saling berjauhan atau mengucapkan selamat ulang tahun ketika dia berulang tahun.  Demikian juga halnya orang tua dan saudara saya.

Belakangan saya mulai percaya dengan kekuatan perhatian dan juga hadiah kecil.  Misal, ketika saya berulang tahun dua minggu lalu, teman-teman mengambil inisiatif untuk patungan membeli kue, dan saya juga menerima beberapa hadiah dari mereka.  Rasanya menyenangkan.  Percaya atau tidak, kita tidak akan pernah bisa melupakan orang yang memberikan kita hadiah.

Belakangan ini saya sudah mulai tergerak dan menjadi lebih sensitif dengan hadiah dan oleh-oleh.  Saya berusaha mengingat ulang tahun orang-orang didekat saya, dan membelikan mereka hadiah. Ketika saya melakukan perjalanan ke luar kota, saya juga menyempatkan membeli oleh-oleh.  Saya menerima ekspresi riang dan juga ucapan terimakasih.  Dan bagaimana hal kecil bisa membuat perbedaan.

Tetapi jangan juga berlebihan, karena keuangan anda bisa bermasalah.  Dan kadang ketika banyak memberi tanpa disadari anda juga akan berharap mendapat perlakuan yang sama.  Dan anda kecewa jika teman-teman dekat anda, yang sering menerima oleh-oleh dari anda tidak memberikan hadiah ketika anda berulang tahun. Meski anda tidak mengharapkan nilai materi-nya namun anda juga mulai percaya kalau hadiah adalah bentuk ungkapan perhatian dan rasa peduli.   Saya berusaha mengingat siapa saja yang pernah memberikan saya hadiah dan oleh-oleh. Mereka tidak akan marah jika tidak mendapatkan oleh-oleh atau hadiah dari Anda, namun mereka pastinya akan sangat senang jika mendapatkan perhatian yang sama dari anda.  Ingat, bahwa bukan nilai materi-nya, namun nilai ‘perhatian’-nya yang membuat perbedaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s