Kenapa harus takut bermimpi?

Sekarang jam 11 malam.  Saya baru sampai dirumah.  Maunya langsung tidur namun ada beberapa pekerjaan pribadi yang harus dikerjakan. Itulah jika kita memiliki mimpi dan cita-cita, kita juga harus berkorban untuk bisa mencapainya.

Berbicara mengenai mimpi, mimpi orang di dunia ini berbeda-beda.  Mimpi juga dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan lingkungan. Saya dulu pernah memiliki seorang teman wanita Belanda, pada waktu itu dia berusia sekitar awal 30an. Dia sosok yang idealis.  Mimpi dia adalah ingin membuat dunia lebih baik. Saya menuntut penjelasana lebih lanjut dari dia.  “Apa maksudmu dengan dunia yang lebih baik?” dia menambahkan, “cobalah lihat dunia ini, betapa kerusakan terus terjadi.  Dunia semakin panas, hutan semakin berkurang, bencana semakin banyak terjadi, korupsi meraja lela, orang hidup menghabiskan banyak resources seakan resources tersebut tidak akan pernah habis dan selalu ada. Atau coba lihat betapa banyak anak-anak dan wanita tersiksa dikarenakan perang.  Banyak lelaki yang meninggal. Perang tidak akan pernah menyelesaikan masalah”.

“Bahkan lebih parah lagi, banyak perang yang terjadi atas nama agama.  Coba lihat konflik di Poso dulu, atau yang terjadi di Palestina sekarang.  Yahudi dan Palestina tidak akan pernah berhenti berperang hingga salah satu diantaranya musnah.  Kenapa mereka harus saling membunuh. Dulu saya berfikir untuk menikah orang beda negara, sehingga anak saya nanti akan lebih toleran dengan keberagaman.  Namun ternyata jodoh saya adalah orang dari negara saya sendiri.

Menurut saya salah satu cara untuk memperbaiki dunia ini adalah dengan saling berbagi cinta tanpa mengenal warna kulit, bangsa, agama, suku, jenis kelamin dan lain-lain.  Ketika orang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri.”

Saya kembali bertanya, apakah menurut kamu mimpi kamu tersebut realistis? Dan apakah menurut kamu, kamu bisa mencapai mimpi kamu tersebut? Dengan mantap dia menjawab “kenapa tidak?.  Semenjak saya lulus kuliah, saya sudah melakukannya. Bahkan ketika saya duduk dibangku kuliah, saya sudah memulainya.  Saya sudah menjelajahi banyak negara, saya pernah menjadi Volunteer di beberapa negara Eropa Timur.  Mereka sangat miskin, berbeda dengan orang-orang dari negara kami dan banyak negara eropa lain pada umumnya. Saya mengajarkan cara bercocok tanam sesuai dengan ilmu dan teknologi yang saya pelajari di kampus.  Meski tidak besar, namun saya merubah hidup beberapa orang.  Dan lebih dari itu, banyak generasi muda yang saya temui, menjadi terinspirasi.  Ketika orang menerima kebaikan atau pertolongan, secara otomatis, suatu saat nanti, disaat mereka memiliki kesempatan, maka mereka akan membalasnya.”

Saya juga memiliki teman, seorang Antropolog, yang bermimpi untuk mendiami salah satu pulau kecil di Indonesia yang belum berpenghuni.  Dan dia akan bepergian ke pulau-pulau lain terasing untuk melakukan penelitian.

Beberapa teman yang lain mimpinya lebih sederhana, naik jabatan, gaji juga naik, memiliki rumah dan mobil, dan berjalan-jalan keluar negri.  Ada juga teman yang mimpi bersekolah lagi, setelah lulus kuliah berharap untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan juga gaji yang lebih tinggi.

Kakak saya cita-citanya sederhana, dia ingin segera memiliki rumah dan membeli mobil idamannnya, serta menyekolahkan anak-nya ke sekolah terbaik.

Terus saya sendiri, mimpinya apa? Seperti yang pernah saya bilang, saya ingin menjadi petani kaya.   Tidak hanya kaya secara harta, namun kekayaan dalam artian luas.  Saya ingin bisa hidup dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.  Ibarat lilin, saya bersedia meleleh demi memberikan terang bagi orang lain.  Ketika terjadi ketimpangan dan pembangunan yang tidak rata di negri ini atau bahkan di dunia, tanggung jawab siapakah itu? Dan siapa pula yang bertanggung jawab untuk memperbaiki-nya?.  Disetiap zaman dan generasi kehidupan, akan selalu ada orang yang muncul dan berfikiran berbeda. Orang-orang yang peduli dengan nasib orang lain selain nasib dirinya.  Orang-orang yang akan berkarya dengan profesi yang berbeda, namun dengan satu tujuan, yaitu untuk membuat hidup lebih baik dan bermakna.  Anda mungkin salah satu diantaranya.

Tidak ada pernah kata terlambat untuk mewujudkan mimpi.  Apapun mimpi anda saat ini, yakinlah, anda bisa mencapai-nya. Bangkitlah dari keterpurukan, tumbuhkan harapan. Dan bisikanlah kepada diri anda “Jika bukan sekarang kapan? Jika bukan anda yang melakukan lalu siapa?”

Jangan pernah ragu dengan mimpi anda, bahkan disaat jutaan orang meragukannya.  Setelah anda mencapai mimpi anda, orang-orang yang awalnya meragukan anda akan berbalik menjadi memuja anda.  Tersenyumlah kembali, dan berlarilah mengejar mimpi anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s