Tanaman juga butuh cinta

Tanaman, sebagai makhluk hidup, mereka juga memiliki perasaan.  Ketika saya baru memulai hobi bercocok tanam, saya diperingatkan oleh teman saya. “Apakah dirimu serius ingin berkebun sayur?” tanyanya. Saya jawab “Iya, saya ingin menanam sayuran dan akan mengkonsumsinya sendiri, rasanya pasti akan berbeda dari pada sayur yang dibeli di supermarket”

Dia kembali menambahkan, “saya tidak meragukan kemampuanmu dalam bertani, saya tahu kalau kamu menguasai banyak teori, namun untuk bisa sukses berkebun, kamu harus secara teratur meluangkan waktu untuk tanamanmu.  Mereka butuh perhatian dan kasih sayang.  Kamu harus menyiram mereka secara teratur, dan secara berkala memberikan mereka makan”

Saya percaya seratus persen dengan teman saya tersebut, dia sudah dari dulu berkebun.  Dia sukses dengan kebun anggrek dan juga dengan kebun buah-nya.  Dia tahu sedikit tentang tanaman, namun dikarenakan cinta dan perhatian rutin yang dia berikan,  tanaman tersebut dia tumbuh dengan baik.  Dia melanjutkan “ibarat memiliki anak, dirimu juga harus rajin google dan membeli majalah untuk tahu perkembangan terbaru mengenai tanaman. Ketika saya memiliki anak pertama, secara rutin saya mencari tahu tentang gizi yang baik untuk anak saya, bagaimana cara merangsang otaknya, bagaimana cara mengajarkan dia berjalan, dan lain-lain.  Saya berlangganan majalan Ibu, Bayi dan Balita.  Secara rutin saya mengupdate ilmu saya bahkan tak jarang saya juga ikut mengadiri seminar. dia bercerita dengan semangat 45.

Perlakukanlah tanamanmu ibarat kamu memiliki anak pertama.  Caru tahu ilmu dan informasi sebanyak-banyaknya tentang tanaman.  Ilmu terus berubah.  Dengan perubahan iklim sekarang, bercocok tanam zaman dulu berbeda dengan bercocok tanam zaman dahulu.  Musim hujan sudah tidak bisa lagi diprediksi.  Suhu juga semakin panas.  Kamu harus tahu perkembangan terbaru, sehingga tanamanmu bisa tetap bertahan hidup”

Saya akan mengikuti nasihatnya.  Dipostingan saya yang lalu saya menceritakan kalau tanaman saya banyak yang mati dikarenakan tidak ada yang menyiram tanaman tersebut.  Kesibukan pekerjaan dan dikarenakan saya sering bepergian keluar kota pada waktu itu telah menghancurkan tanaman saya.  Tanaman saya merajuk karena mereka tidak mendapatkan perhatian yang seharusnya.  Mereka juga kurang minum dan makan.  Mereka kurang gizi, jadi wajar jika mereka layu dan mati.

Makanya kali ini saya mulai memperhatikan dan mencintai tanaman saya.  Saya mengusahakan untuk memberikan mereka minum secara teratur.  Saya menyempatkan untuk melihat mereka minimal 3 kaldalam seminggu.  Mereka tumbuh berkembang dengan baik.  Teman saya benar.  Semua yang kita kerjakan harus dilakukan dengan cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s