Beautiful Morning

Sudah dari beberapa hari yang lalu saya ingin bisa bangun pagi untuk bisa menyaksikan matahari terbit, mendengarkan kicauan burung yang riang berlompatan sambil membaca buku  dan meneguk kopi panas.  Hanya saja semua kegiatan tersebut baru kesampaian hari ini.  Bayangkan jika kegiatan membaca buku sambil dimandikan sinar matahari pagi bisa dirasakan setiap hari di Jakarta?

Saya beruntung bisa tinggal dikawasan hijau.  Sehingga saya masih bisa terlepas dari kesibukan dan kegersangan Jakarta.   Malam tadi juga menyenangkan, saya bisa melihat indahnya bulan yang menyinari bumi meski dengan bulat yang belum sempurna. Hanya saja jika sudah disibukan dengan bulan dan matahari pagi saya suka lupa semua.  Seperti pagi ini, saya tahu kalau setiap menit dan jam sudah berlalu, dan akhirnya tiba di waktu dimana saya harus mandi dan berangkat kerja, namun rasanya saya tidak ingin menutup buku dan meninggalkan nyanyian merdu burung.

Berbicara mengenai buku, kali ini saya membaca buku Pramudya Ananta Toer, seri ke tiga dari tetralogi Bumi Manusia yang terkenal.  Buku ketiga ini adalah buku pinjaman dari seorang teman.  Sebenarnya sudah dipinjamkan dari dulu, namun entah kenapa saya masih belum selesai membacanya. Saya baru membaca 155 dari 724 halaman. Berapa pagi lagi yang harus saya tunggu agar bisa menamatkan buku tersebut. Saya harus mengembalikan buku tersebut.  Meski belum diminta, saya merasa tidak enak.

Buku ketiga lebih banyak bercerita pengalaman Mingke bersekolah di Betawi.  Atau istilah sekarang adalah Jakarta.  Yup, Minke juga merupakan anak perantauan yang meninggalkan kampung halamannya untuk bersekolah. Namun yang menarik adalah bagaimana fikiran dan perasaan kita dibawa kebeberapa puluh tahun ke belakang, dimana, di kota, lokasi dan tempat yang sama dengan tempat yang kita kenal sekarang, kehidupannya sangat berbeda. Suasana, budaya, peraturan, nilai, ekonomi, dan banyak hal.  Semuanya berbeda.  Bukti bahwa dunia tersebut terus berubah.  Namun perlu diingat, kalau perubahan yang diinginkan tidak datang dengan sendirinya, namun harus dikejar, harus diusahakan, apapun taruhannya.

Dibuku ketiga ini dilihatkan bagaimana Mingke mulai membuka hati kepada gadis lain, kali ini adalah seorang gadis pejuang china, yang datang ke Indonesia demi sebuah pergerakan.  Gadis yang lancar bahasa Inggris dan Prancis namun tidak bisa berbahasa melayu (bahasa Indonesia) atau bahasa belanda.  Gadis yang berjuang demi kesejahteraan bangsanya meski harus mempertaruhkan nyawanya dan disishkan dari bangsanya sendiri.  Disini juga ada tokoh wanita Indonesia dari Jepara yang dimunculkan.  Siapa lagi kalau bukan Kartini.  Di buku ini diceritakan bagaimana Kartini yang hanya berpendidikan tamat SD, memiliki fikiran yang progresif, yang rajin membaca buku dan rajin menyurati orang-orang pintar dan berfikiran terbuka untuk berdiskusi banyak hal tentang apa yang kita sebut sebagai emansipasi wanita.

Ada hal yang menarik yang saya kutip di buku ini, “berbahagialah mereka yang bodoh karena dia kurang menerita” artinya ketika anda rajin membaca buku, ketika anda rajin belajar, ketika anda tahu banyak hal, maka itu adalah awal dari penderitaan anda.  Hal yang sejenis yang saya kutip dari buku Greg Mortenson, ketika seorang ibu melayang anak gadisnya sekolah dan membaca buku “buku hanya akan merusak fikiranmu” kamu akan semakin jauh dari masyarakat kamu tinggal, dan kamu tidak akan menjadi berguna dengan pemikiranmu. Artinya kurang lebih sama, karena dengan buku, orang bisa melihat dunia lain diluar dunianya.  Dan orang akan mulai bertanya. Kadang orang tidak puas dengan bertanya, dia akan mulai melakukan pencarian dan pembuktian, dan setelah itu akan tergerak untuk memperjuangkannya.

Pilihan ada pada anda, jika anda ingin ikut “menderita”, maka tingkatlah minat membaca anda, dan kemudian selamat datang ke ‘wondering soul’. Bahkan jika anda bisa lebih hebat lagi, anda akan ikut mengarang buku, dan ikut menyuarakan fikiran dan apa yang anda rasakan kepada orang lain. Anda berharap somehow pembaca anda akan belajar sesuatu, dan terinspirasi dari tulisan anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s