Diam dan Merenung

Ketika anda berlari dengan sangat kencang. Ketika anda tidak lagi memiliki waktu untuk duduk minum teh sambil mendengar musik favorit anda. Ketika anda memiliki TV dan peralatan lengkap namun tidak memiliki waktu untuk menikmatinya. Atau anda berpacu dengan kehidupan, melakukan banyak hal, namun tidak tahu tujuan dan arah hidup anda. Jika hal tersebut terjadi yang perlu anda lakukan hanya mengambil waktu sejenak untuk duduk diam dan merefleksikan apa yang sudah anda jalani, apa yang sedang anda lakukan sekarang dan hidup seperti apa yang inginkan nanti. Percayalah, dengan keluar sebentar dari pacuan, anda akan kembali dengan kejelasan dan anda akan mampu berlari lebih kencang.

Jika kebetulan anda sedang membaca artikel ini, dan tertarik untuk meneruskan hingga tuntas, maka bisa dipastikan anda bukanlah orang biasa.  Anda orang yang kompleks dan memiliki visi serta tujuan besar dalam hidup anda.  Orang yang tidak memiliki visi misi hidup bisa dibilang beruntung.  Kenapa? Karena mereka akan menjalani hidup seperti air, mereka tidak akan melawan arus, mereka tidak akan terengah-engah karena berjuang mempertahankan idealisme dan visi hidup. Namun anda yang memiliki mimpi besar jauh lebih beruntung lagi, kenapa? Karena ketika anda berani memimpikan maka besar kemungkinan anda akan mendapatkannya. Jikalau anda sekarang lelah itu hanya proses yang anda lewati sehingga ketika anda mencapai mimpi anda, anda akan lebih menghargai dan mensyukuri. Seperti kata pepatah “easy come easy go”.  Hal yang mudah didapatkan akan mudah pergi juga.  Maka beruntunglah anda ketika segala sesuatu yang anda inginkan selalu susah untuk anda dapatkan. Ingat, susah bukan berarti tidak mungkin.

Yang dibutuhkan untuk menggapai cita dan mimpi dalam hidup hanya keyakinan dan semangat.  Tanpa itu anda tidak akan pernah berhasil menggapainya. Disaat anda lelah dan frustasi anda akan kembali bangkit karena anda memiliki keyakinan dalam hidup.  Dan yakin saja tidak cukup, anda harus memiliki semangat untuk mewujudkannya.  Untuk mencapai mimpi anda harus melakukan beberapa hal dan melewati beberapa tahapan untuk sampai kesana.  Misal, saya memiliki seorang teman wanita, yang bermimpi sekitar 10 tahun dari sekarang dia akan menjadi walikota Jakarta Selatan.  Untuk itu dia harus cukup terkenal.  Maka dia mulai mengarang buku dan menjadi penulis. Dia mulai diliput disurat kabar dan bukunya dinominasikan untuk beberapa penghargaan. Dia juga mulai bergabung dengan partai politik.  Jika kita melihat sosok dia sekarang, terlepas dari kualifikasi yang dia punya, kita sebagai temannya masih belum 100% yakin kalau dia akan mencapai mimpinya, menjadi walikota Jakarta Selatan sepuluh tahun dari sekarang.  Namun ketika dia yakin, dan dengan bersemangat menjalankan semua hal yang akan menunjang pencapaian mimpinya tersebut, kitapun turut menjadi yakin.  Saya percaya kalau teman saya tersebut akan mencapai mimpinya, dan jikalaupun dia tidak menjadi Walikota Jakarta Selatan, hal tersebut pasti dikarenakan karena dia lebih memilih menjadi Gubernur DKI atau bahkan menjadi presiden Indonesia.  Umurnya masih muda, apapun bisa terjadi ketika seseoarang memiliki tujuan hidup dan mimpi.

Balik lagi ke “diam” dan “merenung” tadi.  Percayakah anda kalau sangat sedikit waktu yang kita gunakan untuk memikirkan diri kita (bukan ketakutan kita), sementara kita banyak berfikir tentang hal lain yang tidak lebih penting dari diri kita sendiri.   Kita berfikir bagaimana kalau kita bisa meningkatkan penjualan, bagaimana kita bisa memenangkan proyek, bagaimana kita bisa meningkatkan efisiensi, bagaimana kita bisa meningkatkan produksi, bagaimana kita bisa melunasi cicilan mobil dan rumah.  Kita berfikir mau pergi liburan kemana tahun depan, mau menginap dimana, mau membeli oleh-oleh apa untuk orang-orang yang dirumah.  Atau bagi anda yang masih bersekolah anda akan berfikir kalau anda harus lulus dengan nilai tebaik, sekolah di universitas terbaik, lulus kuliah dengan nilai terbaik, membuat orang tua anda bangga, dan bekerja dengan gaji terbaik.

Tetapi pernahkah anda diam dan berfikir apa tujuan anda hidup didunia? Apa yang ingin anda capai dalam hidup anda? Apakah pekerjaan hanya sebatas mencari uang? Atau ada nilai lain yang anda yakini selain dari uang? Apakah anda menyenangi apa yang anda kerjakan sekarang? Jika tidak, pernahkah anda berfikir untuk berhenti dan mencari sesuatu yang lain? Apa motivasi anda bekerja atau melakukan yang sekarang anda lakukan? Apakah anda memiliki cita-cita dan mimpi namun tidak yakin kalau anda menggapainya? Bagaimana jika anda memiliki cukup keberanian untuk mengambil resiko dan mewujudkan mimpi anda tersebut? Mungkinkah kehidupan anda akan lebih menyenangkan dan lebih berbahagia? Apakah selama ini anda selalu menyenangkan perasaan orang lain, dan selalu mengalah dengan kesenangan anda? Apakah anda mencintai diri anda, apakah anda mencintai keluarga anda? Apakah anda memiliki hubungan yang harmonis dengan orang tua anda? Jika tidak pernahkah anda berfikir untuk memperbaikinya? Apakah anda didalam sebuah hubungan, baik percintaan atau hubungan perkawinan, namun anda tidak yakin dengan pasangan anda dan anda tidak lagi menganggap hubungan tersebut sehat dan bahkan lebih banyak saling menyakiti dari pada saling membahagiakan? Apakah anda akan bertahan? Apa motivasi anda untuk bertahan? Apakah anda akan menyudahi? Bagaimana dengan konsekuensi.

Begitu banyak pertanyaan dalam hidup.  Begitu banyak hal yang belum terjawab. Ditengah kesibukan anda, ambilah waktu jeda, renungkanlah tentang hidup anda. Akan lebih baik lagi jika perasaan tersebut anda tuliskan.  Seluruh permasalahan yang ingin anda selesaikan, hal-hal yang menggangu fikiran anda, anda tuliskan.  Kemudian tuliskan juga potensi dan kekuatan anda. Renungkan apakah kekuatan yang anda miliki cukup untuk mengatasi kelemahan anda? Siapa orang yang bisa mendukung dan memberikan semangat kepada anda? Siapa orang-orang yang akan menjadi penghalangan dalam pencapaian mimpi anda? Resiko apa yang anda punya? Bagaimana strategi anda untuk mengatasi resiko tersebut? Jika anda bekerja di sektor bisnis, anda tentunya terbiasa dalam melakukan pemetaan kekuatan dan kelemahan serta merumuskan strategi, namun pernahkah ilmu tersebut anda tarik ke kehidupan pribadi anda? Misal, bagaimana pengalaman tersebut anda gunakan untuk memperbaiki hubungan anda dengan ayah anda, atau bagaimana hal-hal tersebut anda aplikasi untuk mencapai visi misi hidup anda.  Selamat merenung.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s