Negative energy: bagaimana berhadapan dengan rekan kerja yang sering mengeluh

Pernahkah anda memiliki rekan kerja yang sering melihat segala sesuatunya secara negatif? Yang sering mengeluhkan kalau beban kerja berlebih, sering memberikan penilaian negatif atau memberikan informasi mengenai kelemahan seseorang yang dapat mempengaruhi penilaian anda terhadap orang tersebut bahkan sebelum anda bertemu dengannya.

Didalam kehidupan pribadi, anda memiliki pilihan untuk mengurangi interaksi dengan teman-teman yang melihat dunia secara negatif dan pesimis.  Namun didalam lingkungan kerja anda tidak bisa melakukannya.  Anda tetap harus berlaku profesional meski kadang anda merasa kalau energi anda terserap habis oleh ungkapan-ungkapan pesimis rekan kerja anda.  Bayangkan jika anda harus duduk berdekatan selama 8 jam atau lebih dan secara konstan telinga anda mendengarkan cerita kompleksitas, pesimisme, dan statement negatif atau discauraging secara terus menerus maka ada kalanya otak anda akhirnya ikut memproses pemikiran negatif dan mungkin anda akan juga akan menjadi pesimis dan apatis.

Beberapa tahun yang lalu saya pernah memiliki rekan kerja seperti.  Dia selalu mengeluh dengan lembaga tempat dia bekerja.  Dia tidak puas dengan sistem dan juga leaderships pimpinan lembaga.  Setiap hari dia ngedumel dan selalu bilang kalau dia tidak suka bekerja ditempat tersebut. Namun setelah tahun berganti dia tetap bekerja ditempat itu.  Rekan-rekan kerja yang lain hampir setiap hari harus mendengarkan komentar negatif dan pesimisme, hal tersebut tentu saja membuat suasana kerja menjadi kurang menyenangkan.  Akhirnya rekan kerja saya yang lain bilang “kalau kamu tidak suka dengan pekerjaan kamu, jika kamu tidak suka bekerja di lembaga ini maka sebaiknya kamu mencari pekerjaan baru.  Jika kamu tidak berniat keluar maka berhentilah mengeluh”.  Diapun mengurangi keluhannya dan tak lama kemudian keluar dari pekerjaannya setelah menemukan tempat baru.

Saat ini saya mengagumi salah seorang rekan kerja dikarenakan pengalamannya yang luar biasa.  Dia adalah sosok yang pintar dan jenius, saya sering menyebut dia sebagai ensiklopedia berjalan. Dia juga memiliki kemampuan berjejaring yang hebat.  Dia juga sosok lucu dan menyenangkan. Namun seperti kata pepatah tidak ada orang yang sempurna maka diapun juga memiliki kelemahan.  Dia suka mengeluh, pesimis, dan suka memberikan tanggapan atau pendangan negatif. Meski hal tersebut hanya berupa ucapan. Karena dalam realitasnya dia adalah pekerja keras yang rajin. Namun keluhan, pesimisme, dan komentar negatif yang diucapkan secara terus menerus akhirnya membuat saya menjadi lemes.  Energi positif yang saya miliki seakan terserap habis oleh semua statement pesimis tersebut.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s