The sky is the limit

Selamat Natal bagi anda yang merayakan, dan selamat berkumpul dengan keluarga.  Kantor dimana saya bekerja sudah mulai sepi karena sudah banyak staf yang mengambil liburan.  Jika liburan tidak diambil maka cuti yang tersisa akan segera hangus.  Oleh karena itu baik natalan atau tidak natalan, pergi liburan atau hanya tinggal di rumah beberapa rekan kerja saya memanfaatkan jatah cuti tahunannya.

Bagi anda yang memutuskan untuk tinggal di rumah tidak ada salahnya jika liburan akhir tahun anda isi dengan melakukan evaluasi akan kehidupan satu tahun yang sudah anda jalani.  Sudahkah anda mencapai apa yang anda harapkan? Sudahkah anda berusaha maksimal di tahun ini? atau anda mungkin telah sukses mengatasi permasalahan hidup dan sekarang anda sudah menjadi individu baru yang lebih kuat dan optimis. Atau anda tengah berjuang dengan apapun yang sedang anda hadapi.  Sudahkah ada menghubungi teman lama anda? Anak, orang tua atau siapun yang anda cintai? Apakah anda masih menyimpan dendam? Sudahkah anda memaafkan? Bagaimana dengan karir, apakah anda mencintai pekerjaan anda sekarang? Apakah anda berencana untuk bersekolah lagi? Jika iya, berapakah biaya yang dibutuhkan?

Ternyata banyak yang bisa kita fikirkan jika kita mau berfikir.  Apakah dengan kita berfikir segala sesuatunya lebih baik? Mungkin namun tidak ada jaminan. Hanya saja dengan kita membuat perencanaan kita mengetahui kekurangan kita dimana sehingga ketika menghadapi kegagalan kita tidak serta merta menyalahkan nasib kita dan menjadi berputusasa.  Saya memiliki seorang teman yang saya menganggap kalau dirinya sangat beruntung.  Namun dia tidak berfikir demikian.  Baru-baru ini dia baru saja ke Brazil dengan sponsorships. Dua minggu menikmati negara eksotis tersebut dan bertemu dengan banyak cowok sixpack dan keren.  Dia juga memiliki jaringan profesional yang lebih luas karena di konferensi yang dia hadiri terdapat perwakilan dari hampir seluruh dunia.

Lebih keren lagi, ketika pesawat Emirates yang akan membawa dia ke Indonesia mengalami gangguan dan harus diundur dan dia mendapatkan kompensasi yang luar biasa.  Dia diinapkan di hotel bagus di Brazil dan diperbolehkan untuk melakukan telfon Internasional dan juga dilayani dengan jasa jemputan yang disediakan oleh Emirates. Yang paling keren adalah dia mendapatkan open ticket pulang pergi Jakarta-Brazil yang valid satu tahun. Super keren lagi kalau tiket tersebut bisa di re-route.  Apakah anda setuju dengan saya dan akan bilang kalau dia memang sangat beruntung.

Namun keberuntungan tersebut tidak bisa dinikmati sepenuhnya karena dia masih khawatir Visa belajar-nya ke Australia yang belum keluar. Meski tiket untuk ke Australia sudah ditangan. Jika dirunut, banyak keberhasilan dia lainnya di tahun ini.  Dan sebagai seorang sahabat yang cukup dekata saya hanya bisa berbahagia untuk dirinya namun tidak bisa berbahagia untuk diri saya sendiri.  Tahun ini banyak hal yang terjadi di dalam hidup saya. Jika dipersentasi lebih banyak kegagalan dari pada keberhasilan. Mungkin tahun 2010 bukan tahun keberuntungan saya, tapi apakah tahun 2011 akan lebih baik?

Berbicara tentang kegagalan, dan juga rasa puas tidak akan pernah ada akhirnya.  Teman saya yang baru balik dari Brazil tersebut bilang kalau dia justru menganggap kalau saya lebih sukses.  Namun dari diskusi kita lewat telfon, kita berkesimpulan bahwa sukses itu adalah ketika kita sudah berusaha optimal dan maksimal.  Mengenai hasil itu adalah kuasa sang pencipta. Dan boleh untuk melihat keatas, membandingkan diri kita dengan orang-orang sekeliling kita yang lebih berhasil, namun jangan pernah merasa berkecil hati, karena dibawah langit masih ada langit. Anda mungkin tidak berhasil menurut anda, namun dibawah anda banyak yang lebih tidak berhasil lagi.  Jika anda menganggap diri anda kurang beruntung, lihatlah kebawah dan anda akan menemukan anda berada jauh lebih baik dari pada orang-orang yang benar-benar tidak beruntung.

Semalam saya baru menonton film “the Social Network” yang bercerita mengenai bagaimana Facebook diciptakan.  Pendirinya sekarang menjadi bilioner termuda di dunia. Anda akan bilang kalau dia jenius wajar kalau akhirnya dia kaya.   Disini kita melihat kalau kadang keberhasilan tidak direncanakan. Mark Zukerberg awalnya tidak berfikir kalau karya facebook-nya akan membuat dia menjadi kaya raya.  Malah sebaliknya, tiga mahasiswa Harvard pintar lainnya, yang jugadari keluarga kaya, sudah merencanakan untuk membangun program serupa, dan sudah membayangkan akan mengahasilkan jutaan dolar dengan penemuannya malah tidak mendapatkan apapun.  Mereka terlambat dan kalah cepat.

Pelajaran yang bisa dipetik adalah apapun yang anda kerjakan, tumbuhkanlah kecintaan.  Jika anda menyenangi hal yang anda kerjakan dan bekerja optimal untuk itu maka sukses akan menyusul.  Jika anda membayangkan sukses namun kerja anda belum optimal maka tidak akan mungkin anda akan disalib oleh generasi muda yang lebih jenius dan terdidik dan juga memiliki kecintaan yang tinggi dalam bidang yang mereka kerjakan.

Akhir tahun, waktu untuk refleksi.  Semoga kegagalan anda di tahun ini tidak membuat anda patah semangat. Terus maju, dan berusaha. Ingatlah tidak ada yang bisa menghentikan anda.  The Sky is the limit.  Jangan pernah menyerah ketika anda masih bisa berjuang. Dan jangan pernah membatasi diri anda untuk melihat ‘sukses’ hanya dari ‘hasil’ akhir yang dicapai.  Jika pintu yang satu tertutup ada pintu yang lain terbuka. Selamat berakhir tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s