Serahkan Pekerjaan kepada Ahlinya

Beberapa minggu belakangan saya disibukan dengan aktivitas membuat business profile dan membuat website untuk ayah saya.  Dia sudah memasuki usia pensiun namun belum mau berhenti berkegiatan.  Dia orang yang aktif dan tidak bisa diam di rumah.  Dia bisa melakukan banyak hal.

Namun karena sudah mengabdikan diri sebagai pekerja puluhan tahun diapun menjadi bermental ‘pekerja’ bukan pengusaha.  Dan keluguan-nya sering dimanfaatkan oleh orang-orang di sekelilingnya, sehingga bukannya untung malah justru rugi, baik secara waktu dan materi. Oleh karena itu kenapa saya tidak invest kepada orangtua saya sendiri.  Saya juga belum pernah menjadi pebisnis dan masih memiliki mental pekerja, namun tidak ada pernah ada kata terlambat untuk memulai.

Sayapun mengidentifikasi jenis usaha yang investasi dan resiko ringan, trus memeriksa persyaratan untuk mendapatkan legalitas perusahaan.  Mengontak notaris dan langkah selanjutnya yang akan saya tempuh adalah mendaftarkan nama perusahaan.  Saya akan tercatat sebagai pemilik modal namun yang akan menjabat sebagai pimpinan adalah ayah saya.  Harapan saya untuk perusahan ini tidak muluk-muluk, yang penting perusahaan ini bisa bertranksi dan tidak merugi.  Produk yang akan kita tawarkan adalah jasa dan barang.

Untuk registrasi, ayah saya yang akan mengurus, saya hanya melengkapi business plan, persyaratan dan biaya registrasi.  Harapannya awal tahun ini perusahaan sudah terdaftar.  Untuk website, saya hanya tahu sedikit mengenai blogging namun saya tidak mengerti bahasa program.  Sehingga untuk membuat website saya berfikir untuk mengontak perusahaan professional untuk webdesign.   Tetapi ketika saya tanyakan biayanya, saya jadi berfikir ulang.  Harga terendah yang saya dapatkan untuk sebuah desain dengan CMS opensource seperti joomla adalah 1 juta rupiah.  Padahal untuk biaya domain dan hosting yang bagus paling-paling hanya 300 ribu rupiah.  Untuk design ada banyak free template dan bagi yang tidak mengerti bahasa program bisa menggunakan Joomla yang katanya mudah digunakan dan tidak perlu menjadi ahli untuk melakukan.

Sayapun google di Internet, baca banyak artikel, baca tutorial mengenai Joomla, mengontak provider hosting dan domain, dan akhirnya saya memutuskan untuk membuat website saya sendiri.  Tidak peduli saya tidak mengerti dengan bahasa program, jikalau nanti saya gagal saya baru akan mengontak web designer professional.

Ibarat orang buta berjalan ditengah kegelapan, sayapun terus melangkah.  Saya berjalan dengan tongkat yang saya temui di jalan, kadang saya tersandung, dan saya harus berhenti dulu untuk mengambil nafas.   Dan akhirnya jika sebelumnya saya benar-benar blank dengan hal yang bernama website.  Saya jadi mengerti sedikit demi sedikit.  Hingga saat ini saya sudah sukses mengintall Joomla.  Saya juga sudah bisa mengcreate email dengan domain nama perusahaan saya.

Kesulitan saya saat ini adalah di template, design dan mengatur content dari Joomla yang sudah saya install.  Jika saja saya memiliki waktu libur, saya mungkin bisa menyelesaikannya.  Saya akan ke gramedia, membeli panduan membuat web menggunakan Joomla, bergabung di mailing list pengguna joomla Indonesia, dan mengutak-atik joomla saya.  Hanya saja sebagai pegawai saya harus bekerja.  Dan saya tidak memiliki waktu untuk belajar dan mengerjakan website saya. Mungkin ujung-ujungnya saya akan menyerahkan pekerjaan membuat website ini kepada ahlinya.  Tetapi meskipun demikian, saya tetap berbesar hati telah mencoba, karena wawasan dan skill saya menjadi bertambah.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s