Be Content with What You Have

Ingat ketika saya bertemu dengan dua orang teman saya yang akan meneruskan sekolah ke Australia? Ujung dari pertemuan ketika di taksi dalam perjalanan pulang saya berdebat dengan salah satu dari dua teman tersebut. Dia tidak terlihat bahagia, dan mengeluhkan beberapa hal. Padahal dia mendapatkan peluang sekolah gratis dengan fasilitas prima. Awalnya saya cuek, dan berusaha bersikap wajar. Namun akhirnya saya tidak tahan juga dan mengeluarkan apa yang ada difikiran saya.

Fikiran saya mengatakan kalau tentu saja dia berbahagia, namun fakta kalau dia selalu mencari kekurangan dari setiap kelebihan yang dia dapatkan akan membuat hidupnya selalu diliputi oleh sisi negatif. Dan pada artikel saya sebelumnya, saya mengatakan kalau orang-orang yang sering melontarkan kalimat negatif atau pesimis akan membuat orang-orang disekelilingnya menjadi lelah.

Ketika saya mengobrol dengan kakak saya, saya menceritakan hal tersebut. Kakak saya membenarkan kekesalan saya namun dia juga tidak bilang kalau saya sepenuhnya benar. Kadang orang mengeluh atau terlihat bersedih untuk mendapatkan perhatian dan simpati. Atau mungkin benar dia memiliki kesedihan dan kekhawatiran namun hal tersebut tidak dia ungkapkan. Kita hanya melihat sisi positif dari suatu situasi, sementara orang yang menjalani selalu melihat dari dua sisi. Kita tidak pernah tahu apa yang ada dikepalanya. Bisa jadi meninggalkan keluarga bukan hal yang mudah baginya disaat dia menjadi panutan bagi adek-adeknya dan menjadi anak kesayangan dari ibu bapak-nya.

Saya mengirimkan email kepada sahabat saya tersebut, dan mendoakan agar kehidupan barunya berjalan lancar. Pelajaran bagi saya untuk mengingat bahwa mata uang selalu memiliki dua sisi. Pelajaran lain yang saya dapatkan adalah apapun yang kita miliki saat ini harus kita syukuri. Keinginan akan selalu ada, dan rasa bahwa kita belum mencapai apapun juga akan terus ada. Dan seberapa besarpun capaian kita tidak akan pernah membuat kita bahagia jika kita bersyukur. Be content with what you have.

Cara berbahagia ternyata tidak susah. Segala sesuatunya dimulai dari hati dan fikiran kita. Sangat mudah larut dalam kesedihan dan kekecewaan, namun juga tidak sulit untuk meraih kebahagian jika anda mau merubah cara berfikir anda. Kekuasaan, kekayaan, jabatan, kecantikan, dan banyak hal lainnya mungkin sering kita dengar dan terlihat sebagai persyaratan wajib untuk bahagia. Namun percayalah, jikalaupun anda memiliki semuanya anda masih akan melihat ada yang kurang dalam hidup anda jika anda terus berfikiran negatif. Galilah kelebihan dari diri anda dan syukuri semua hal yang baik yang terjadi dalam kehidupan anda. Fokuskan energi anda kepada kelebihan yang anda miliki bukan kepada kekurangan anda.

He who controls others may be powerful, but he who has mastered himself is mightier still

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s