Ketika vaksin menjadi pahlawan

Sadarkah kita begitu banyak penyakit berupa virus dan bakteri di dunia ini? dan mungkin banyak juga diantara anda tidak mengetahui mengenai manfaat vaksin seperti halnya saya. Ketika kita balita, kita diberikan vaksin polio dan beberapa vaksin lainnya. Namun ketika anda sudah dewasa maka anda tidak lagi peduli dengan vaksin, hingga suatu ketika anda diminta untuk melakukan beberapa vaksin oleh fihak kedutaan atau instansi tempat anda bekerja.

Jika anda hendak bepergian ke Afrika, maka anda akan diminta untuk melakukan vaksin Yellow Fever atau deman kuning.  Sebenarnya hal ini penting bagi kesehatan kita sendiri. Vaksin berperan sebagai pahlawan yang menyelamatkan hidup kita.

Yellow Fever: Penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh virus yang disebut Flavivirus. Pada kasus-kasus yang parah, infeksi virus menyebabkan demam yang tinggi, perdarahan kedalam kulit, dan kematian dari sel-sel dalam ginjal dan hati. Kerusakan yang dilakukan pada hati dari virus berakibat pada jaundice yang parah yang menguningkan kulit. Makanya, “kuning” dalam “demam kuning.” Sekarang demam kuning adalah paling umum di area-area tropis dari Afrika dan Amerika. Virus dari demam kuning ditularkan pada kebanyakan kasus-kasus oleh gigitan nyamuk. Pada setting-setting kota, demam kuning mungkin ditularkan dari orang ke orang oleh nyamuk Aedes aegypti. Di hutan, demam kuning ditularkan dari monyet-monyet ke manusia oleh nyamuk-nyamuk yang berkembang biak dalam lubang-lubang pohon di hutan-hutan hujan. Diagnosis dari demam kuning dibuat dengan observasi (pengamatan) atau, jika diperlukan, dengan membiakan virus dari contoh darah(http://www.totalkesehatananda.com/yellowfever.html)

Vaksin lain yang juga sering diminta ketika bepergian ke luar negri terutama ke negara-negara berkembang atau negara-negara dunia ketiga adalah sebagai berikut: Hepa A, Hepa B, Rabies, Typhoid, Meningitis, Yellow Fever (untuk bepergian ke Afrika), dan beberapa optional seperti Pneumonia, Tetanus, Flu, dan lain-lain.

Biaya untuk vaksin tidaklah murah, namun mengingat bahwa umur vaksin berkisar 2 atau 3 tahun maka bisa dibilang murah juga.  Sebagai contoh saya melakukan tiga vaksin di SOS, saya mengeluarkan biaya sekitar 900 ribu (termasuk konsultasi dokter), namun masih ada banyak vaksin lagi yang harus saya lakukan, jadi bisa dihitung biayanya.

Prodia saya hubungi masih belum bisa melakukan vaksin, selain di SOS, menurut teman saya, vaksinasi juga bisa dilakukan di klinik di bandara (karantina).

Menurut dokter tempat saya konsultasi, efek dari vaksin hampir tidak ada.  Hanya sedikit nyeri dan sedikit demam bagi orang-orang yang alergi.  Teman saya mengalami demam ringan setelah mendapatkan vaksin yellow fever. Untuk vaksin hepa a dan b, vaksin perlu dilakukan sebanyak tiga kali, dan jarak dari vaksin pertama ke vaksin kedua adalah minimal satu bulan.

Vaksin rabies juga dilakukan tiga tahap, jaraknya masing-masing bisa seminggu.

Untuk vaksin flu, tetanus, typhoid, meningitis, cukup dilakukan sekali, yang katanya bisa tahan hingga 2-3 tahun. Untuk vaksin rabies, katanya perlu disuntik lagi ditahun kedua sebanyak satu kali yang katanya bisa tahan hingga 3 tahun.  Untuk lebih valid anda bisa mencari tahu lebih lanjut atau berkonsultasi dengan dokter.

foto diambil dari google

One thought on “Ketika vaksin menjadi pahlawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s