We are no “google” who knows everything

Kadang anda bingung dalam membuat keputusan padahal jika saja anda berusaha mencari second opinion maka beban anda akan terasa lebih ringan.  Dengan adanya teman atau kenalan yang dimintai pendapat maka anda akan memiliki lebih banyak informasi sehingga anda dapat membuat keputusan lebih tepat.

Sebagai contoh, jika anda berencana untuk meninggalkan pekerjaan anda sekarang dan mengabdikan diri menjadi volunteer selama dua tahun maka sebelum keputusan anda final maka ada baiknya anda berkonsultasi dengan keluarga, sahabat dan rekan kerja. Dengan berdiskusi dengan mereka maka anda akan mengetahui hal-hal lain yang mungkin sebelumnya tidak anda fikirkan.  Misal, jika saat ini anda bekerja di salah satu perusahaan multinational dengan gaji sebesar 10 juta per tahun.  Maka jika anda memilih untuk keluar dan mendedikasikan diri anda sebagai volunteer maka anda akan kehilangan pendapatan sebesar 240 juta selama dua tahun.  Mungkin organisasi Volunteer yang akan menempatkan anda memberikan tunjangan hidup, namun kadang karena inflasi dinegara anda bekerja, atau karena memang jumlahnya tidak seberapa, maka sering anda juga harus mengeluarkan uang dari tabungan anda.

Sebagai contoh, sahabat saya yang memutuskan untuk menjadi Volunteer sudah mulai membiasakan dirinya tidak lagi minum kopi di Starbuck atau makan di food court seperti Burger King.  Makanan dan minuman yang sebelumnya terjangkau sekarang sudah tidak lagi karena allowance volunteer-nya tidak mencukupi. Namun hal itu tidak masalah bagi sahabat saya tersebut, karena memang itulah yang dia cari.  Dia mencari kesederhaan namun kaya dengan pengalaman dan makna hidup.

Teman saya yang lain, menikmati pekerjaannya sebagai freelancer.  Namun anggapan banyak mansyarakat Indonesia, terutama keluarganya, kalau freelancer tersebut bukan sebuah pekerjaan, cukup mengganggu-nya.  Frelancer tidak menerima pendapatan tetap setiap bulannya, freelancer tidak terikat dengan satu perusahaan dan freelancer tidak memiliki kantor.  Akhirnya dia mempertimbangkan untuk mengambil pekerjaan tetap di sebuah Bank, dia sudah diwawancara dan lulus.  Namun akhirnya dia memutuskan untuk tidak menerima pekerjaan tersebut setelah berkonsultasi dengan sahabat dan teman-temannya.  Dia bukan orang yang bisa duduk dari jam 8 hingga jam 5 setiap harinya.  Dia juga tidak suka terikat dengan pekerjaan formal. Akhirnya dia meneruskan bekerja sebagai free lancer dan saat ini dia tidak henti-hentinya menerima project yang jika gajinya dikonversikan ke pendapatan bulanan, pendapatan sebagai free lancer jauh lebih besar.  Waktu kerja juga lebih fleksibel.  Sekarang dia berbahagia dengan pilihannya.

Membuat keputusan tidak gampang. Dan tidak ada benar atau salah dalam setiap keputusan.  Apapun yang pilihan kita selalu memiliki konsekuensi.  Jadi jangan ragu dalam memutuskan apapun yang sedang anda fikirkan saat ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s