Money is the second power after God

Tidak ada yang abadi di dunia ini, demikian juga dengan pemikiran.   Sebelumnya saya meyakini kalau uang bukanlah segalanya.  Saya memimpikan dunia yang penuh cinta dimana semua orang saling menghargai terlepas dari harta dan pangkat.  Saya sangat yakin kalau saya bisa bertahan dengan prinsip saya.  Sehingga didalam hidup saya mencari kekayaan tidak pernah menjadi tujuan utama. Saya hanya berharap jikalau tuhan akan memberikan saya kesempatan melihat sisi lain dunia, berbagi pengetahuan dan belajar dari apa yang kita lihat dengar dan rasakan.

Tetapi dunia yang saya impikan tidak pernah kunjung tiba. Dan saat ini saya mulai meyakini jikalau dunia itu tidak ada.  Anda akan mendapatkan cinta dan penghormatan jikalau anda memiliki uang.  Jikalau anda baik dan memiliki banyak uang, maka anda akan mendapatkan lebih banyak kasih sayang dan perhatian dari banyak orang. Hati dan niat yang baik tidak akan pernah cukup jikalau anda tidak memiliki uang.   Ketika saya mulai meragukan dunia ideal yang selama ini saya perjuangakan saya ceritakan kepada kakak saya, dia hanya tersenyum, dan berkata, syukurlah akhirnya saya kembali ke ‘kehidupan nyata’.

Dengan uang, hukum bisa diputarbalikan.  Yang tidak bersalah sering menjadi korban.  Dunia dimiliki oleh orang-orang yang memiliki banyak uang.  Dan hampir semua orang memujanya.  Orang yang idealis, harus menanggung pahit terkucilkan karena tidak memiliki uang. Iya, anda tidak bisa kaya sekaligus idealis. Bahkan meskipun anda bekerja sebagai volunteer sekalipun tetap uang akan membuat perbedaan.  Orang cenderung akan berdecak kagum kepada orang-orang kaya yang mau menjadi volunteer dibandingkan dengan orang biasa yang juga memiliki motivasi yang sama. Bahkan cinta juga bisa hilang jikalau tidak dipupuk dengan uang kata salah seorang kenalan saya.

Tulisan ini hanya bentuk pengakuan saya kepada kekuatan uang, namun bukan berarti saya langsung meninggalkan mimpi saya.  Ragu adalah hal yang biasa, namun saya tidak akan menyerah.  Suatu saat dunia akan menyadari jikalau kekuatan cinta akan mengungguli kekuatan uang.   Dengan cinta, tidak ada lagi pengacara yang akan membela penjahat dan pelanggar hukum. Dengan cinta tidak akan ada lagi pembakaran rumah ibadat.  Dengan cinta tidak akan ada perang dan kebencian terhadap kelompok minoritas dan yang lemah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s