Ketika Masalah Menjadi Solusi

Kali ini saya akan membahas mengenai ‘derita’.  Semua orang jika ditanya, tidak ada yang akan menjawab jikalau mereka mau menderita.  Semua orang bekerja keras berharap untuk mendapatkan pendapatan yang layak bagi keluarganya, berharap bisa kaya, berharap bisa dipandang, berharap agar disegani. Karena tanpa hal tersebut mereka yakin akan menderita.  Orangtua akan menderita jikalau mereka memiliki 4 anak sementara anak tersebut kelaparan dan anak tersebut tidak bisa bersekolah karena tidak ada uang, tidak ada biaya.  Secara umum orang akan berupaya sejauh yang mereka mau untuk tidak sengsara atau menderita.

Penderitaan adalah sumber dari Kekuatan

Penderitaan adalah kelemahan.  Penderitaan adalah kutukan. Penderitaan adalah ketidakadilan.  Demikianlah ungkapan yang umum yang kita dengar.  Tetapi tahukah kita bahwasanya penderitaan tersebutlah yang membuat orang menjadi kuat.  Penderitaanlah yang membuat orang mampu melakukan sesuatu yang orang biasa tak mampu melakukan.  Penderitaanlah yang membuat dunia memiliki tokoh teladan yang berjuang untuk membuat kehidupan lebih baik.  Penderitaan bisa menjadi energi tidak terkalahkan jikalau kita menerima dan melihat sisi positif dari permasalahan yang kita hadapi.

Carilah akar permasalahan

Semua hal yang terjadi ada alasannya.  Bahkan ketika anda merasa kenapa ketidakperfihakan dan ketidakberuntungan selalu terjadi kepada anda bukan pada orang lain, itupun tentu ada alasan.  Untuk dapat menemukan alasan dibalik itu semua anda harus mencarinya.  Jangan pernah duduk dan menyalahkan situasi yang ada. Carilah, dan anda akan menemukan jawabannya.

Penderitaan yang sama jangan terjadi pada orang lain

Barusan saya menonton film yang dibintangi oleh Robin Williams, film yang bercerita mengenai mahasiswa kedokteran bernama Adam Hunters yang berusaha merubah dunia kedokteran yang kaku dengan melakukan pendekatan yang interaktif dengan pasien. Hal ini didorong oleh pengalaman dia sendiri, ketika dirawat di Rumah Sakit, kesembuhan dan kekuatan yang dia dapatkan bukan dari pendekatan kaku dan birokratis, namun dia menemukan kesembuhan dari interaksi dengan sesama pasien di rumah sakit tersebut.  Dia percaya jikalau tubuh seseorang dapat menciptakan imun mereka sendiri mereka merasa senang dan gembira.  Tetapi hal ini tentu ditentang oleh banyak fihak. Dengan penuh keyakinan dia memperjuangkan apa yang dia percaya.  Dia banyak menderita dalam hidupnya, namun  penderitaan telah menjadi sumber kekuatannya. Dia bisa menyerah, namun dia memilih untuk berjuang.

Akhir dari film tersebut adalah Adam Hunters berhasil mendapatkan gelar dokternya, dan dia membuka rumah sakit gratis seperti yang dia impikan. Orang-orang yang selama ini tidak mampu membayar biaya rumah sakit sekarang memiliki akses terhadap kesehatan.  Ribuan dokter melamar untuk menjadi dokter di rumah sakit ini.  Ribuan atau mungkin saat ini jutaan orang juga telah disembuhkan oleh rumah sakit ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s