We are young, don’t afraid to make mistake!

Perjalanan, banyak hal menarik yang bisa dipetik dari sebuah perjalanan. Perjalanan membuat hidup dan jiwa kita kaya.  Teman saya bilang, jangan pernah berhenti jikalau kakimu masih menginginkan untuk terus melangkah.  Teruslah melangkah. Jikalau tidak, maka dirimu tidak akan pernah tenang. Namun kadang kita juga menjadi ragu, hingga kapankah kaki ini terus melangkah? Akankah dia berhenti? Bagaimana jikalau dia tidak pernah berhenti? Terus apa yang dicari dari perjalanan ini? Perjalanan tidak mendatangkan uang, perjalanan tidak mendatangkan kekasih impian, perjalanan hanya menimbulkan kebangkrutan?

Jika anda sempat bertanya-tanya seperti pertanyaan diatas, hal tersebut wajar.  Terutama jika anda perempuan. Jika anda laki-laki akan lebih mudah untuk anda untuk melanjutkan mengembara.  Menjelajahi dunia antah barantah, bertemu dengan banyak orang yang belum pernah anda temui sebelumnya, tidur tergeletak sembarangan.  Dengan berbekal sebungkus rokok, anda bisa mendapatkan penginapan dan makan gratis.  Tak jarang anda juga ditawari dengan anak gadis desa yang cantik.  Tetapi semua hal itu berbeda jikalau anda perempuan, dan apalagi jikalau anda berjalan sendirian.

Menjadi perempuan tidaklah hal yang mudah.  Banyak aturan yang diberlakukan dengan maksud melindungi perempuan, namun justru malah merenggut kebebasannya.  Sekelompok petualang laki-laki dengan mudah bisa menggelar tikar dan membangun tenda,  dan tidur di pinggir pantai atau di puncak gunung.  Namun jangan pernah berfikir bahwasanya hal yang sama bisa anda lakukan jikalau anda perempuan, atau sekempulan perempuan.  Hal tersebut menjadi mungkin bagi anda jikalau anda bepergian dengan laki-laki.  Bahkan di banyak tempat di aceh banyak tanda larangan yang diberlakukan khusus bagi perempuan.  Misal, ada sebuah air terjun di daerah Lhong, perempuan tidak diperbolehkan mendaki tangga untuk naik keatas. Iya, teman-teman, larangan tersebut hanya berlaku untuk perempuan. Di daerah Lhoknga, Aceh Besar, perempuan tidak boleh mendaki bukit. Dan dibeberapa daerah lain, perempuan tidak boleh mendaki gunung.  Apalagi membayangkan anda perempuan dan mendaki gunung sendirian.

Teman saya bilang, masa muda adalah masa untuk mencari pengalaman.  Jangan pernah berhenti melangkah, hingga kakimu benar-benar tidak bisa melangkah lagi.  Teruslah mengepakan sayap, melintasi cakrawala dan melihat indahnya dunia dan keberagamannya.  Semakin jauh dirimu melangkahkan kaki, semakin jelas jati dirimu.  Kamu adalah petualang hidup sejati. Petualang yang belajar dari alam, dan menebarkan ilmu yang dia dapat ke orang banyak, sehingga orang-orang yang belum berkesempatan untuk terbang seperti halnya dirinya, bisa mengerti kehidupan lain di luar sana. Kehidupan yang banyak lebih baik, tentram dan berkecukupan, dan juga kehidupan yang penuh dengan pertumpahan darah, kekerasan, kebencian, dan kemalangan.

Lagi-lagi teman saya bilang, ketika kita muda, itulah masa dimana kita melakukan banyak hal, belajar hal yang baru, tak jarang kita gagal dan membuat kesalahan, namun kita akan terus bangkit. We are young and it’s ok to make mistake.

Kembali lagi ke pembahasan yang diatas, apakah anda ragu untuk melanjutkan petualangan hidup? Apakah anda berencana menyerah? apakah anda akan mengakhiri perjalanan tersebut hanya karena banyak orang yang gagal melanjutkannya? Kenapa anda tidak percaya pada diri anda sendiri bahwa hal yang anda lakukan adalah hal yang menakjubkan dan akan menginspirasi banyak orang. Jangan pernah menyerah. Ayunkan kaki dan marilah terus melangkah.  Jelajahi dunia dan tebarkan keindahannya.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s