Life without friends

Sore tadi saya pergi ngopi dengan para sahabat.  Sudah cukup lama kita tidak lagi nongkrong bersama dikarenakan kesibukan.  Pertemuan diawali dengan cerita dari salah satu dari dua sahabat tersebut mengenai kejadian yang kurang menyenangkan yang dialami terkait dengan pekerjaannya.  Dia bersedih dan jadi merasa kurang percaya diri.  Di satu sisi dia juga merasa senang, karena salah satu artikel yang dia tulis diterbitkan di majalah tempo. Dan buku berbahasa Inggris karangannya juga mendapatkan sinyal positif dari sebuah penerbit berbahasa inggris yang populer di Asia.  Sehingga dia punya istilah ‘kalau dia tidak bisa merasa tidak percaya diri’.  Iya, bagaimana dia bisa merasa tidak percaya diri ditengah banyak keberhasilan yang diraihnya.  Hal yang menarik dari manusia adalah anda turut merasa bangga dan juga senang dengan keberhasilan teman anda, setidaknya itu yang saya rasakan. Saya sempat tertegun sebelum akhirnya berseru dan menyelamatinya.

Sahabat saya yang satu lagi dengan nada riang bercerita mengenai suasana tempat kerjanya.  Mengenai kejadian dimana dia sempat marah karena jadwal keberangkatannya ke lampung nyaris dibatalkan dan digantikan oleh rekan kerja yang lain tanpa sepengetahuannya. Namun hal tersebut bisa diselesaikan.  Saya juga bercerita bagaimana saya sedang dilanda oleh perasaan melankolis karena saya akan meninggalkan Jakarta untuk memulai adventure baru.

Hal yang sederhana, menghabiskan waktu dengan sahabat, bercerita sambil makan atau minum kopi adalah salah satu bagian terbaik dari hidup.  Masalah apapun jikalu kita berbagi maka kita akan merasa lebih lapang dan tentram.  Sahabat juga merupakan tonggak kesuksesan kita.  Dengan nasihat, semangat dan juga motivasinya kita mampu melewati rintangan dan mengeluarkan potensi terbaik kita.

Saya tidak bisa membayangkan apa jadinya saya tanpa mereka. Saya mungkin tidak akan bisa melangkah maju dengan senyum di bibir jika bukan karena kehadiran sahabat tersebut.  Semua menjadi lebih ringan dan juga hidup lebih indah dengan kehadiran sahabat.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda memiliki teman untuk berbagi? Apakah anda memiliki seseorang yang bisa mendengarkan cerita susah dan senang yang keluar dari bibir anda? Jika ada, bersyukurlah. Karena anda tidak akan pernah jatuh dan hancur dengan kehadiran sahabat sejati disisi anda.  Jikalau anda merasa anda masih sendiri dan tidak memiliki teman apalagi sahabat untuk berbagi maka mulailah buka mata, telinga serta panca indra anda yang lain. Apakah anda melihat ada beberapa orang yang bisa anda percaya yang mungkin bisa menjadi sahabat anda nantinya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s