Sometimes in April

Cover film sometimes in AprilSometimes in April adalah sebuah film yang bercerita mengenai peristiwa genocide di Rwanda tahun 1994 yang membantai hampir satu juta orang.  Pembantaian etnis Tutsi oleh Huku.  Film yang bagus dan layak ditonton.  Film yang membuka mata kita mengenai realitas hidup yang tidak selalu manis.  Film yang mengisahkan bagaimana manusia bisa menjadi lebih buas dari pada singa, memperkosa, membunuh, bahkan terhadap saudara-nya sendiri.  Film ini juga memperlihatkan bagaimana sebuah negara kecil, miskin di Afrika tidak begitu menjadi perhatian masyarakat Internasional.  Dikarenakan hal tersebut terkait kedaulatan sebuah negara, adanya peraturan internasional, membuat orang-orang atau negara maju, yang memiliki kekuatan dan kekuasaan tidak dapat segera bertindak mencegah agar pembantaian tidak terus terjadi.

Di dalam salah satu adegan pada film ini juga diperlihatkan bagaimana suku Tutsi yang juga manusia, tidak diberikan ruang di truk yang disediakan oleh PBB.  Tentara PBB  hanya berfokus menyelamatkan kelompok expatriate (kulit putih), dan atas alasan apapun, tidak bisa menyelamatkan suku Tutsi yang juga ingin ikut di truk tersebut supaya bisa selamat dari Genocide.

Apakah peristiwa Mei 1998 murni hanya sebagai sebuah kerusuhan didorong tekananan ekonomi? Bagaimana juga konflik di Poso yang saling membantai dan menewaskan ratusan nyawa?

Berikut adalah definisi Genocide: Any of the following acts committed with intent to destroy, in whole or in part, a national, ethnical, racial or religious group, as such: killing members of the group; causing serious bodily or mental harm to members of the group; deliberately inflicting on the group conditions of life, calculated to bring about its physical destruction in whole or in part; imposing measures intended to prevent births within the group; [and] forcibly transferring children of the group to another group. (Article 2 CPPCG)

Indonesia mengenal Bhineka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda tapi satu. Marilah kita mengasah cultural knowledge dan juga understanding terhadap suku lain.  Dengan mengenal suku lain diluar suku kita, maka kita akan lebih toleran dan tidak bersikap judmental.  Jangan sampai hal peristiwa genocide tersebut juga terjadi di negara yang kita cintai ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s