Sepenggal Cerita dari Kalimantan

Tahukah anda kalau dari Kalimantan Barat anda bisa menjelajahi Malaysia (Sabah dan Sarawak) serta Brunei. Saya sendiri belum pernah mencoba rute ini, semoga suatu saat nanti saya bisa mencobanya.  Dari Pontianak, anda bisa naik bis antar bangsa menuju Malaysia dengan waktu tempuh kurang lebih 26 jaman. Nanti dari Malaysia, anda bisa terus ke Brunei Darussalam melalui jalan darat.  Salah seorang teman saya di Kalbar sudah pernah menempuh rute ini.

Untuk ke Malaysia sendiri terdapat 5 pintu perbatasan tetapi hanya ada satu pintu perbatasan resmi, yang bisa memberikan cap pada passport anda.  Konon, untuk penduduk Kalimantan terutama yang memiliki KTP di daerah perbatasan, bisa melintas ke Sarawak atau Sabah tanpa harus menggunakan passport.  Tetapi tentu saja perginya ngga bisa jauh-jauh, hanya untuk daerah Malaysia yang dekat dengan perbatasan.   Di perbatasan barat ini juga banyak ditemukan para penyalur TKI ilegal.  Di perbatasan anda akan menemui banyak ‘perantara’ yang menawarkan jasanya, anda cukup membayar sejumlah yang diminta dan semua keperluan bekerja di Malaysia akan disediakan, cepat, ngga pakai lama.  Tentunya jalur ini bukan jalur legal.

Pintu masuk Indonesia- Malaysia melalui kalbar yang populer adalah melalui Putussibau.  Dari Pontinak ke Putussibau membutuhkan kurang lebih 12 jam perjalanan. Itupun dengan catatan kondisi jalan normal, tidak turun hujan.  Jika anda datang pas saat turun hujan, maka anda akan berhadapan dengan jalanan berlubang dan berlumpur. Putussibau juga terkenal dengan Taman Nasionalnya dan danau Sentarum.  Disini anda juga bisa menemukan rumah tradisional dayak, namun bangunannya sudah dipadu dengan bangunan modern, sehingga rumah betang (long house)-nya tidak lagi terlihat alami.

Putussibau adalah salah satu kabupaten di Kalimantan yang belum saya singgahi. Padahal saya sangat tertarik untuk berkunjung ke Danau sentarum.  Bagaimanapun seperti kepercayaan penduduk lokal, jika anda sudah pernah minum air sungai Kapuas maka anda akan kembali.  Semoga saja, semoga saya akan kembali lagi ke Kalbar, dan saya akan mengunjungi Danau Sentarum serta Gunung Palung.  Gunung Palung adalah kawasan konservasi yang populer untuk rute trekking dan melihat orang hutan.  Menurut teman saya yang lulusan kehutanyang bekerja di bidang konservasi dan salah seorang polisi hutan yang bepergian dengan saya, Orang hutan susah dijumpai belakangan.  Teman saya tersebut bilang, ketika terjadi kebakaran hutan dan juga karna praktek ilegal logging telah membuat Orang Hutan di Kalbar bermigrasi ke Malaysia.  Hampir sama halnya dengan penduduk Indonesia, Orang Hutan yang bekerwarganegaraan Indonesia lebih memilih untuk mencari penghidupan yang layak di Malaysia.  Teman saya bilang, tidak salah orang hutan jika mereka pindah ke Malaysia, karena hutan di Malaysia sangat terjaga dan masih rimbun, orang hutan disana mendapat makanan yang cukup.

Dengan kepindahan orang hutan ini, malaysia semakin sukses menjual eco tourism-nya. Dan tak jarang, orang Indonesia yang tinggal di perkotaan, seperti di Jakarta, malah terbang ke Borneo (Malaysia) untuk melihat dan memberi makan orang hutan.  Malaysia juga tidak berhenti hingga disana, beberapa penenun-penenun handal di Kalimantan, juga diundang untuk bekerja disana, atau menerima pesanan tenunan dengan motif Malaysia, dan dijual di Malaysia sebagai produk malaysia yang bernilai jual tinggi.  Teman saya juga bilang, bahkan banyak juga penenun yang bekerja di Brunei Darussalam, karena negara tersebut bisa memberi harga yang lebih baik bagi karya mereka.  Hal inilah yang membuat negara kita tercinta ini semakin tertinggal. Dan kita hanya berteriak, ketika melihat keberhasilan dari negara tetangga kita tersebut.  Padahal pemerintah bisa bertindak lebih awal, dengan memberikan apresiasi yang lebih baik bagi penenen dan pengrajin tradisional kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s