Don’t be negative

Kita bisa bersedih dan melihat hidup dari sisi negatif tetapi kita juga bisa melakukan hal sebaliknya.  Betapapun harta yang kita miliki, pangkat, jabatan, status sosial tidak akan pernah membuat kita puas dan bahagia jikalau kita tidak memiliki pemikiran yang positif.  Hidup selalu memiliki dua sisi.  Baik anda kulit putih atau kulit berwarna, anda kaya atau miskin, berpendidikan tinggi atau tidak, hidup anda akan dipenuhi oleh hal yang menyennagkan dan juga tidak menyenangkan.

Dulu, saya sempat iri dengan teman-teman yang hidup di negara maju.  Mereka memperoleh banyak kemudahan.  Mereka tidak perlu bertarung seperti halnya generasi muda di negara miskin.  Mereka memiliki segalanya.  Dikarenakan warna kulit, mereka mendapatkan status istimewa.  Di Indonesia banyak orang mengidolakan orang kulit putih, meski zaman telah berubah tetapi banyak dari kita masih memiliki mental inlander.  Perlakuan yang diberikan kepada orang kulit putih berbeda dengan perlakuan terhadap kulit berwarna.  Dari beberapa teman, wisatawan domestik, mereka merasa sering mendapat perlakuan yang berbeda dengan “bule” meskipun mereka membayar jasa yang ditawarkan dengan harga yang sama. Hal itu juga yang menyebabkan artis blasteran kulit putih menjadi idola di tanah air.  Di generasi saya dulu, banyak orang tergila-gila dengan Ari Wibowo, dikarenakan kulit putih, dan wajah indo german-nya.  Sekarang bahkan kita punya lebih banyak lagi artis blasteran, sebut saja: Cinta Laura, dan banyak lagi.

Saat ini saya tinggal sementara, di rumah Charlene, dia orang Belanda.  Kita berdua sama-sama jauh dari kampung halaman.  Kita tinggal di negara asing, dimana kita saling membutuhkan satu sama lain.  Dari informasi yang dia ceritakan, dia memiliki kehidupan yang sempurna.  Dia dahulu bekerja sebagai pegawai pemerintah, memiliki gaji dan tabungan yang cukup, suami yang juga bekerja, dan anak laki-laki yang satu sedang menyelesaikan master-nya dan yang satu lagi sudah bekerja.  Mereka berdua juga anak yang pintar, patuh, sederhana dan penurut.  Saya akan bilang kalau dia sangat beruntung. Tetapi bergaul dan menghabiskan waktu bersama dengan dia, membuat saya memiliki pemikiran lain, dia adalah orang yang selalu berfikir negatif.

Hampir setiap hari, dia selalu mengeluh. Ada saja yang salah, dan selalu saja ada yang dipersalahkan.  Apakah payungnya yang sudah rusak, dan kemudian dia menyalahkan kalau payung tersebut adalah produk murahan buatan china.  Setiap barang-barang yang tidak berfungsi seperti yang dia harapkan, maka dia menyalahkan jikalau produk tersebut adalah buatan China.  Semua yang buruk, pasti produk China.  Menurut saya, ucapannya itu tidak adil.  Jika memang dia menginginkan produk yang murah, maka dia juga akan mendapatkan kualitas sesuai dengan harga yang dia bayarkan.  Dia bisa memilih produk mereka lain, membayar lebih mahal, dan mungkin mendapatkan kualitas yang lebih baik.

Dia juga sering mengatakan orang-orang di negara kita tinggal tidak ramah, judes dan kasar.  Dia bilang kalau hospitality disini perlu ditingkat.  Dia juga menambahkan cerita negatif untuk memperkuat argumennya.  Dia juga terus menggerutu ketika kita harus mengantri hampir 40 menit di ATM.

Lama kelamaan, saya merasa memperoleh energi negatif dari dia.  Terlepas dari keluhan-keluhannya, dia adalah orang yang baik.  Hanya saja, berada di dekatnya, kita butuh lebih bersabar.

Menjadi bahagia atau tidak bahagia adalah pilihan kita. Dan di dalam hidup, akan selau berlaku hukum sebab akibat.  Jika kita mengirimkan sinyal negatif, maka kita juga akan menerima kembali sinyal negatif tersebut.  Namun jikalau kita mengirimkan sinyal positif, maka kita akan mendapatkan kembali energi positif dan sikap positif dari orang-orang yang kita temui. Hidup kita akan lebih baik jikalau kita melihat dunia dengan wawasan terbuka dan dada yang lapang.

Sangat mudah untuk mencari kesalahan atau hal buruk yang terjadi dalam hidup anda. Namun mengeluh dan menggerutu, tidak akan pernah menyelesaikan permasalahan.  Tidak mudah untuk berfikiran positif, namun jikalau kita mau mencoba, tidak ada yang yang tidak mungkin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s