Jayapura-Papua

I feel fantastic.  Itulah perasaan yang saya rasakan ketika pesawat yang saya tumpangi memasuki wilayah Papua.  Deretan pegunungan, hutan, dan laut, sungguh pemandangan yang sangat memukau. Papua memang indah, tidak ada yang akan menyanggahnya.

Jikalau di tulisan sebelumnya saya menuliskan mengenai Papua Barat, kali ini saya akan menuliskan mengenai Jayapura.

Saya tiba di Papua satu hari setelah kerusuhan di daerah Abepura.  Dari bandara menuju kota Jayapura pastilah akan melewati daerah Abepura.  Situasi sudah tenang meski mayoritas pertokoan di daerah tersebut masih tutup.

Jayapura lebih besar daripada Manokwari, Ibu Kota Papua Barat, tetapi entah kenapa saya merasa kalau suasana kota Manokwari jauh lebih hidup dari pada kota Jaya Pura.  Bisa jadi perasaan saya dipengaruhi oleh perasaan takut sehubungan dengan seringnya berita yang muncul di TV mengenai ketidakstabilan kondisi keamanan di Papua.  Bisa juga dikarenakan ketika saya datang cuaca sedang mendung, dan saya juga sedang menderita pilek.

Kantor tempat saya bekerja, libur di hari Senin.  Artinya, saya memiliki 3 hari waktu luang.  Sabtu, minggu dan Senin.  Di hari Sabtu, dikarenakan rasa waspada, saya menghindari untuk bepergian keluar.  Namun ketika teman saya yang sudah pernah tinggal di Jayapura menelfon dan dengan semangat memberikan arahan mengenai beberapa tempat yang tidak jauh dari lokasi hotel yang bisa saya jelajahi maka sayapun termotivasi untuk keluar dari hotel.

Penjelajahan pertama saya adalah mencari warung pecel lele atau ikan bakar.  Saya adalah penggemar pecel lelel.  Pecel lele dengan mudah banyak saya jumpai di Manokwari, namun tidak di Jayapura.  Tetapi di Jayapura saya menemukan pecel ayam dan banyak warung ikan bakar.

Jika anda menginap di hotel Aston atau Yasmin, maka berjalanan ke arah kiri hingga anda menemukan Bank Indonesia, berjalanan terus, anda akan menemukan kantor polisi, atau ada plang BNI.  Anda masuk ke gang tersebut (persis disebelah kantor Polisi), disitu anda akan menemukan banyak warung tenda yang menjual ikan bakar atau ayam bakar.

Untuk KFC, jika anda menginap di hotel Aston berjalanlah ke sebelah kiri ketika keluar dari pintu hotel, hingga anda menemukan hotel Yasmin dan pertigaan, KFC berada di daerah tersebut.

Untuk Es Teller 77, berada disebelah kanan ketika anda keluar dari Hotel Aston. Jaraknya sekitar 20 meter sejajar dengan hotel.  Di deretan ruko tersebut anda bisa menemukan swalayan yang menjual air dan makanan ringan, dan juga apotik obat dan optik.

Untuk pasar raya, dari Es Teller 77, anda menyebrang, belok kiri, ikuti jalan, disitu anda akan melihat pasar yang terdiri dari deretan pertokoan yang menjual HP, sepatu, pakaian, dan lain-lain.

Ditemani oleh tukang ojek, saya juga naik ke Bukit dimana ada tulisan besar Kota Jayapura.  Di bukit tersebut dapat dijumpai hampir semua pemnacar TV (RCTI, TV 7, dll).  Tukang ojek bisa dijumpai di depan hotel yasmin, di pertigaan jalan, disamping pos polisi lalu lintas.  Ongkos ojek untuk naik ke bukit tersebut adalah 20,000.

Selain ke bukit, saya juga minta abang ojek berkeliling-keling di daerah darmaga- dekat Swissbell, dikarenakan tukang ojek tersebut baik, sabar, dan juga mengambil foto saya, saya memberinya 50 ribu.

Untuk harga pecel ayam dengan teh manis adalah sekitar 29 ribu.  Demikian juga halnya dengan ikan bakar ukuran kecil dengan jeruk hangat, harganya sekitar 30ribuan.

 Jayapura, 18 Juni 2012

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s