Kulit Hitam Rambut Keriting

Saya beruntung bahwa di kunjungan pertama saya ke Jayapura, saya bisa menyaksikan festival danau Sentani yang terkenal itu.  Festival Danau Sentani (FDS) tahun ini dimulai dari tanggal 19 hingga tanggal 23 Juni.  Saya datang menyaksikan satu hari sebelum penutupan.  Meskipun hari kunjungan saya bukan hari spesial (seperti hari pertama- di saat pembukaan dan hari terakhir-penutupan) bagaimanapun saya tetap terkesan dan berdecak kagum akan apa yang saya saksikan.

Saya tidak menemukan pria yang memakai koteka di festival tersebut, tetapi saya tidak kecewa.  Papua menarik menurut saya lebih dari sebuah koteka. Menurut saya pria Papua adalah pria menarik; memang mereka berkulit hitam, rambut keriting, tetapi mereka memiliki senyuman manis.

Di Festival saya menjumpai orang-orang menggunakan kostum sesuai dengan daerah asalnya masing-masing. Merekapun menampilkan sejumlah tarian yang memukau.  Sungguh saya tidak berharap banyak ketika datang, tetapi ketika pulang, saya merasa sangat senang dan puas.

Ketika pertama kali menginjakan kaki di Jayapura, saya menganggap kalau semua orang Papua itu sama. Jikalaupun berbeda, paling dalam hal suku dan bahasa.  Iya, di Papua ada beragam suku dan bahasa lokal.   Tetapi secara umum, orang Papua sendiri membedakan orang Papua menjadi dua, yaitu orang Papua Pantai dan Papua Gunung.  Konon orang Papua pantai kulitnya tidak terlalu hitam dan rambutnya tidak terlalu keriting. Sedangkan golongan kedua adalah orang Papua gunung.  Orang Papua gunung umumnya memiliki kulit lebih gelap dan rambut lebih keriting, postur tubuh cenderung lebih pendek dan tegap.

Hal lain, jikalau kita umum mengenal bahwa cewek cantik itu berasal dari Bandung dan cowok gagah itu berasal dari Padang, maka di Papua, katanya cewek cantik katanya berasal dari Serui dan cowok gagah berasal dari Biak.

Bagaimanapun putih (kulit terang) dijadikan sebagai simbol kecantikan. Dan bahkan dikalangan masyarakat kulit yang lebih gelap tetap orang berkulit putih dilihat lebih rupawan.  Tetapi entah kenapa saya malah sering terpesona oleh pria berkulit gelap.

Kota jayapura adalah kota pelabuhan dengan pemukiman diatas perbukitan.  Jalanan kotanya naik turun. Kota Jayapura memiliki pemandangan yang cantik.

Untuk laut dan Pantai di kota Jayapura menurut saya masih sangat biasa, dan kotanyapun terlalu Padat.  Pantai yang umumnya dikunjungi oleh warga Jayapura adalah pantai Base-G dan pantai Ismadi. Kota Jayapura terus berkembang.  Bahkan saat ini pembangunan mall besar tengah berlangsung, mall tersebut berkemungkinan akan buka sebelum akhir tahun 2012 ini.  Saya yakin dengan dibukannya mall, maka penyakit “gila belanja” akan segera melanda Jayapura.  Tak lama lagi wajah Papua akan berubah total, terpengaruh oleh pembangunan, modernisasi, kepitalisme, dan juga konsumerisme.

Masyarakat dengan koteka, saat ini hanya tinggal sebuah cerita.

Jayapura, 24 Juni 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s