Tamat Kuliah dan Harapan Baru

Saat ini sepupu saya sedang sibuk mengurus administrasi untuk keperluan Wisuda. Dia bolak balik kayak setrikaan.  Sibuk, pusing dan sedikit panik. Pengalaman saya dahulu ketika kuliah tidak jauh berbeda. Saya juga sibuk.  Setelah proses membuat skripsi yang panjang, yang saya inginkan hanya menyelesaikan kuliah dengan segala tetek bengeknya.  Setelah wisuda, kehidupan baru sudah menunggu.

Sepupu saya kebetulan bukan pencinta belajar.  Baginya belajar adalah siksaan.  Alasan dia kuliah semata mata hanya mengikuti arus kebanyakan dan kepercayaan penuh kalau untuk mendapatkan pekerjaam maka harus kuliah dahulu.  Dia tidak tertarik untuk meneruskan ke jenjang S2 meski orangtuanya mampu.  Dia sangat lega, setelah bertahun-tahun bisa menyelesaikan kuliah. Wisuda baginya adalah akhir dari penderitaan dari proses belajar yang membosankan.

Sepupu saya berpenampilan menarik dan cantik.  Harapan dia setelah lulus adalah untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan dan memiliki pendapatan sendiri. Impian bahwasanya tabungan akan terisi setiap bulannya membuat dia bersemangat.

Bagi anda yang sedang membaca blog ini yang kebetulan juga lagi dalam situasi yang sama, saya ucapkan selamat.  Selama menempuh fase hidup selanjutnya. Anda excited? Tentu. Saya juga dulu demikian. Namun percayalah, bahwa kehidupan setelah fase kuliah jauh lebih berat.  Dan bisa dibilang kalau kehidupan sebenarnya dimulai ketika anda sudah meninggalkan bangku sekolah dan mulai bekerja.

8/8/2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s